moms-life
Kenali Lily Padding, Strategi Karier Gen Z agar Cepat Naik Level & Berkembang
HaiBunda
Senin, 08 Jun 2026 21:20 WIB
Daftar Isi
Tren di tempat kerja berkembang secepat orang-orang yang membentuknya, dan salah satu frasa terbaru yang viral di media sosial adalah lily padding.
Pendekatan itu menyerupai katak yang melompat di antara bantalan, dan sekarang, istilah ini digunakan untuk menggambarkan bagaimana para profesional muda, khususnya generasi Z, lebih sering berpindah pekerjaan dan sering kali dalam waktu singkat.
Sementara sebagian orang melihat ini sebagai tindakan impulsif atau kurang komitmen, yang lain memandangnya sebagai cara yang lebih disengaja dan adaptif untuk membangun karier.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengapa Gen Z sering pindah pekerjaan?
Dilansir Indian Express, fenomena lily padding mencerminkan pergeseran cara banyak profesional muda mendekati pekerjaan. Alih-alih bertahan dalam satu peran selama bertahun-tahun, mereka memilih untuk mengeksplorasi berbagai peluang, membangun beragam keterampilan, dan memprioritaskan fleksibilitas.
Masa kerja yang lebih singkat, dalam konteks ini, tidak selalu menandakan pemikiran jangka pendek. Banyak pekerja Gen Z yang berpindah pekerjaan, bukan karena ketidaksetiaan, tetapi merasa terbatas oleh peluang pertumbuhan dalam perannya saat ini dan secara aktif mencari pengalaman belajar serta kemajuan karier yang lebih baik.
Pola pikir ini juga dibentuk oleh perubahan yang lebih luas dalam lanskap profesional. Pergeseran teknologi yang cepat, meningkatkan kehadiran kecerdasan buatan, dan ketidakpastian ekonomi telah mengubah persepsi tentang keamanan kerja.
Bagi banyak orang, stabilitas tidak lagi terkait dengan tetap berada di satu organisasi, tetapi dengan tetap relevan dan mudah beradaptasi.
Pada saat yang sama, tren ini menghadirkan tantangan bagi para pemberi kerja. Organisasi sering mengaitkan masa kerja yang lebih lama dengan keandalan dan mungkin ragu untuk berinvestasi pada karyawan yang dapat meninggalkan perusahaan dalam waktu satu tahun.
Hal ini menciptakan ketegangan antara tenaga kerja yang menghargai mobilitas dan perusahaan yang memprioritaskan stabilitas.
Keuntungan berpindah pekerjaan
Di saat yang sama, tren ini juga membawa potensi manfaat. Pekerja yang berpindah peran mungkin mendapatkan pengalaman dengan sistem, tim, dan pendekatan pemecahan masalah yang berbeda. Hal ini dapat membantu mereka membangun keterampilan yang mudah beradaptasi.
Dilansir Times of India, siklus karier yang lebih pendek juga mendorong para profesional untuk membentuk reputasi mereka berdasarkan apa yang dapat dilakukan, bukan berdasarkan jabatan yang mereka sandang.
Bagi organisasi, karyawan yang membawa pengalaman dari berbagai industri dapat memperkenalkan perspektif dan ide baru. Pembelajaran lintas industri ini dapat memperkuat inovasi tim.
Jika dikelola dengan baik, mobilitas semacam itu dapat berkontribusi pada tenaga kerja yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan.
Risiko bagi pekerja dan perusahaan
Namun, berpindah peran yang cukup sering juga memiliki batasan. Karyawan yang meninggalkan organisasi dengan cepat mungkin tidak membangun pengetahuan institusional yang lebih mendalam yang berkembang seiring waktu.
Mereka juga mungkin menghadapi siklus orientasi berulang yang mengharuskan mereka untuk membuktikan diri lagi di setiap tempat kerja.
Ada juga risiko kelelahan kerja atau burnout, terutama ketika pekerja terlalu sering berpindah pekerjaan tanpa waktu yang cukup untuk beradaptasi dengan peran baru.
Dari perspektif perusahaan, pergantian karyawan yang terus-menerus dapat mengganggu stabilitas tim dan mempersulit pembangunan jalur kepemimpinan jangka panjang.
Cara mengikuti tren lily padding
Dilansir Real Simple, berikut beberapa hal yang perlu Bunda pertimbangkan jika ingin mengikuti tren lily padding ala Gen Z:
1. Perhatikan gambaran besarnya
Intinya adalah memahami industri dan keahlian yang dibutuhkan, serta melakukan riset tentang kekuatan eksternal yang sedang berperan. Fokus pada industri yang pertumbuhannya lebih pesat, itu akan membantu Bunda menentukan langkah selanjutnya.
2. Pilih peran baru secara strategis
Semuanya bergantung pada niat di balik perpindahan tersebut. Pastikan Bunda memiliki cerita yang bagus mengapa ingin melakukan perubahan, atau mengapa pernah melakukan perubahan di masa lalu.
Bunda harus bisa menjelaskan bagaimana hal tersebut membantu belajar dan mengembangkan keterampilan.
3. Fokus pada membangun jaringan yang kuat
Koneksi pribadi dapat membantu Bunda melewati sistem peninjauan otomatis yang menyaring kandidat sebelum lamaran tersebut dilihat.
4. Pertimbangkan lompatan internal
Banyak perusahaan menawarkan program rotasi atau peluang lintas fungsi yang memungkinkan karyawan untuk membangun pengalaman yang beragam tanpa harus berganti perusahaan sepenuhnya.
5. Latih cerita di balik resume Bunda
Jika seseorang dapat dengan jelas mengartikulasikan mengapa setiap perpindahan itu masuk akal dan bagaimana hal itu berkontribusi pada pertumbuhan mereka, masa kerja yang singkat menjadi jauh kurang mengkhawatirkan.
Nah, itulah beberapa hal yang dapat Bunda ketahui tentang tren lily padding di kalangan generasi Z. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Fakta Dunia Kerja: 70 Persen Gen Z Sering Minta Bantuan Orang Tua untuk Cari Kerja
Mom's Life
Arti Istilah Viral Jam Koma, Kondisi yang Dialami Pekerja Muda Gen Z
Mom's Life
Perbedaan Gen Z vs Milenial di Tempat Kerja, Siapa yang Lebih Tangguh?
Mom's Life
Data Kemenkes Ungkap Pekerja Gen Z Indonesia Paling Gampang Depresi, Simak Faktanya
Mom's Life
Sering Dicap Lemah, Ini Keunggulan yang Sebenarnya Dimiliki Gen Z di Dunia Kerja
Mom's Life
Berkarier ala Gen-Z, ini 5 Hal Positif yang Bisa Ditiru
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Middle Manager Jadi Pekerja Paling Rentan Burnout, Ini Dampaknya bagi Otak
7 Cara Cerdas Menghadapi Politik Kantor Tanpa Harus Ikut Drama
10 Arti di Balik Karyawan yang Diam Saat Meeting, Jangan Langsung Dianggap Tak Peduli