Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

6 Ciri Kepribadian Orang yang Tetap Tenang Meski Menghadapi Tekanan

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Jumat, 05 Jun 2026 15:40 WIB

6 Ciri Kepribadian Orang yang Tetap Tenang Meski Menghadapi Tekanan
Ilustrasi Ciri Kepribadian Orang yang Tetap Tenang Meski Menghadapi Tekanan/Foto: Getty Images/marchmeena29
Daftar Isi
Jakarta -

Menghadapi tekanan atau situasi yang menegangkan memang bukan hal yang mudah bagi banyak orang. Meski begitu, ada sebagian orang yang tetap bisa bersikap tenang meskipun keadaan sedang kacau.

Ketika masalah muncul, banyak orang langsung merasa cemas, khawatir, hingga panik. Namun, ada juga yang mampu mengendalikan diri dengan baik sehingga dapat mengambil keputusan dengan lebih tenang.

Dalam psikologi, kemampuan untuk tetap tenang bukan hanya ditentukan oleh faktor bawaan saja. Sikap ini juga bisa terbentuk dari pola pikir yang positif, kebiasaan yang terus dilatih, serta kemampuan mengatur emosi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Bunda perlu tahu, orang yang terlihat santai saat menghadapi tekanan biasanya memiliki beberapa ciri kepribadian yang khas. Penasaran ada apa saja? Yuk, kita simak berikut ini.

Ciri-ciri kepribadian orang yang tetap tenang meski menghadapi tekanan

Dilansir dari laman Your Tango, ada sejumlah ciri kepribadian yang ditemukan pada orang-orang yang tetap bisa bersikap tenang ketika menghadapi tekanan.

1. Mampu mengatur pikiran dengan baik

Orang yang tetap tenang saat menghadapi tekanan tidak langsung menerima semua pikiran yang muncul di benak mereka. Mereka paham bahwa setiap pikiran belum tentu menggambarkan kondisi yang sebenarnya.

Psikolog klinis asal Amerika Serikat, Dr. Carissa Gustafson, menjelaskan bahwa pikiran tidak selalu mencerminkan realitas yang terjadi, Bunda.

"Pikiran kita bukanlah fakta. Bahkan, pikiran kita terkadang bisa memberikan gambaran yang tidak sesuai dengan kenyataan. Ketika orang-orang terlalu terikat pada pikiran mereka, mereka ingin menghentikan, mengubah, atau mengendalikan pikiran tersebut dan pada akhirnya gagal," katanya.

Untuk mengurangi ketegangan akibat pikiran yang berlebihan, kegiatan fisik dapat menjadi pilihan yang bermanfaat. Berjalan kaki, berolahraga, atau melakukan gerakan ringan dapat membantu tubuh dan pikiran jadi lebih rileks.

2. Tidak mencari validasi dari orang lain

Banyak orang merasa lebih yakin pada diri mereka usai mendapatkan pujian atau apresiasi dari orang lain. Namun, orang yang bisa tetap tenang di bawah tekanan tidak menggantungkan harga diri mereka pada penilaian tersebut.

Mereka memilih membangun penerimaan diri dari dalam diri sendiri. Lewat cara itu, perasaan mereka tidak mudah naik turun hanya karena komentar atau penilaian dari orang lain.

Psikolog asal California, Amerika Serikat, Dr. Caroline Fleck, Ph.D., menjelaskan bahwa kebiasaan terus-menerus mencari validasi dari orang lain justru dapat mengganggu ketenangan batin.

"Mencari pujian itu bermasalah karena Anda akhirnya menyesuaikan diri dalam berbagai cara untuk memenuhi harapan orang lain demi mendapatkan persetujuan mereka, yang merupakan kebalikan dari ketenangan," tutur Fleck.

3. Fokus pada hal-hal yang bermakna

Orang yang bisa tetap tenang saat menghadapi tekanan tetap memperhatikan kebutuhan dirinya dengan baik. Mereka menjaga kesehatan, kebersihan, serta penampilan sebagai bagian dari bentuk penghargaan terhadap diri sendiri, Bunda.

Namun, mereka tidak terlalu sibuk memusatkan perhatian pada diri sendiri sepanjang waktu. Sebaliknya, mereka lebih memilih menggunakan waktu dan energinya untuk hal-hal yang bermanfaat, termasuk kegiatan yang bisa memberikan manfaat bagi orang lain.

4. Mengenali sumber stres

Ciri lainnya adalah memahami apa saja yang dapat memicu stres dalam keseharian. Mereka sadar bahwa pikiran yang terus-menerus dipenuhi kekhawatiran dapat membuat tekanan emosional terasa semakin berat.

Karena paham hubungan antara pikiran dan stres, mereka berusaha mengatur kekhawatiran dengan lebih baik. Saat masalah itu muncul, mereka tidak membiarkan diri larut dalam berbagai kemungkinan yang buruk.

5. Memperhatikan apa yang dikonsumsi setiap hari

Orang yang tetap tenang di bawah tekanan mengerti bahwa apa yang mereka konsumsi tidak hanya memengaruhi kesehatan fisik saja, tetapi juga kondisi emosional.

Baik itu makanan maupun informasi yang diterima setiap hari dapat berpengaruh pada suasana hati dan cara seseorang menjalani kesehariannya, Bunda.

Pola makan yang kebanyakan makanan cepat saji atau makanan olahan dapat membuat tubuh terasa kurang fit. Ketika kondisi fisik menurun, seseorang pun cenderung lebih mudah merasa lelah, cemas, dan tertekan.

6. Mampu mengambil tanggung jawab atas pilihan

Orang yang tenang sadar bahwa tidak semua hal dalam hidup bisa mereka kendalikan. Meski begitu, mereka fokus pada hal-hal yang masih berada dalam kendali, seperti sikap, tindakan, dan keputusan yang diambil.

Selain itu, mereka mengerti bahwa pola pikir turut memengaruhi cara memandang berbagai situasi. Dengan berani bertanggung jawab, mereka merasa lebih percaya diri serta memiliki kendali yang lebih baik dalam menghadapi kehidupan.

Ketenangan tetap bisa dilatih

Bunda perlu tahu, bahwa kemampuan untuk tetap saat menghadapi tekanan ternyata tidak terjadi begitu saja. Menilik dari The Economics Times, dalam psikologi, salah satu kuncinya adalah kemampuan mengatur emosi dengan baik.

Mengatur emosi berarti kita bisa merespons perasaan dengan lebih seimbang. Orang yang tenang tidak langsung terbawa emosi ketika menghadapi situasi yang sulit atau tidak sesuai harapan.

Mereka cenderung melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Alih-alih menganggap suatu keadaan sebagai ancaman, mereka mencoba melihatnya sebagai tantangan atau kesempatan untuk belajar.

Tidak hanya itu, banyak orang yang tenang menerapkan kesadaran penuh atau mindfulness dalam keseharian. Kebiasaan ini membantu mereka fokus pada apa yang sedang terjadi saat ini.

Berkaitan dengan hal tersebut, penelitian menunjukkan bahwa ketenangan bukan hanya ditentukan oleh sifat yang dimiliki sejak kecil. Dengan melatih emosi, seseorang dapat belajar menjadi lebih tenang dalam menghadapi tekanan hidup.

Itulah ciri-ciri kepribadian orang yang tetap tenang saat di bawah tekanan. Apa Bunda termasuk salah satunya?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda