Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Viral Kasus WO di Jaktim Tipu Puluhan Pengantin, Owner Berakhir Ditangkap

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 01 Jun 2026 16:20 WIB

Viral Kasus WO di Jaktim Diduga Menipu Puluhan Orang, Owner Berakhir Ditangkap
Viral Kasus WO di Jaktim Diduga Menipu Puluhan Orang, Owner Berakhir Ditangkap/Foto: Getty Images/iStockphoto/Burak Sür
Jakarta -

Kasus dugaan penipuan yang melibatkan sebuah Wedding Organizer (WO) di Jakarta Timur tengah menjadi perhatian publik. Polisi telah menetapkan pasangan suami-istri berinisial RM dan ER, selaku pemilik WO tersebut, sebagai tersangka karena diduga merugikan puluhan calon pengantin dengan nilai kerugian mencapai Rp2,6 miliar.

Perkara ini mencuat setelah pasangan Aldi dan Feny mengaku menjadi korban dugaan penipuan tersebut. Keduanya mengalami kerugian sekitar Rp85,5 juta, dan kisah mereka kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Menurut keterangan korban, pihak vendor pernikahan diduga menghilang menjelang hari pelaksanaan acara. Feny mengungkapkan bahwa dirinya memilih menggunakan jasa WO Marwah usai melihat promosi yang ditampilkan melalui akun Instagram.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Tertarik dengan paket pernikahan yang ditawarkan, pasangan tersebut kemudian melakukan pembayaran uang muka atau DP. Setelah itu, mereka juga mengikuti sesi test food yang diselenggarakan oleh pihak WO sebagai bagian dari persiapan acara.

Saat menghadiri kegiatan tersebut, Feny melihat banyak pihak yang terlibat dalam persiapan pernikahan, mulai dari vendor dekorasi, make-up artist (MUA), hingga master of ceremony (MC). Pasangan itu juga sempat menjalani proses fitting busana pengantin di kantor WO yang berlokasi di kawasan Jakarta Garden City (JGC), Cakung.

Kecurigaan korban muncul jelang hari pernikahan

Keraguan terhadap kinerja WO mulai dirasakan menjelang hari pernikahan. Salah satu hal yang memicu adalah rapat persiapan atau technical meeting (TM) yang dilakukan secara daring dan dinilai berlangsung kurang profesional.

Menurut Feny, pertemuan online itu berlangsung sangat singkat dan tidak membahas detail terkait acara. Bahkan, sesi TM itu disebut hanya berjalan sekitar 10 menit, Bunda.

"Technical meeting cuma sekitar 10 menit dan sangat tidak detail. Saya tanya soal rundown, alur masuk venue, pembagian sesi tamu, semuanya dijawab nanti diinformasikan satu hari sebelum acara (H-1)," ujar Feny, dikutip dari detikcom.

Ia menilai, proses tersebut berbeda dari persiapan pernikahan yang biasanya dilakukan lebih rinci dan langsung di lokasi acara. Kecurigaannya pun semakin besar setelah mendengar keluhan pelanggan lain terkait keterlambatan katering hingga jumlah makanan yang tidak sesuai pesanan.

Situasi memuncak pada 13 Mei 2026 atau sekitar 10 hari sebelum acara. Saat itu, pihak Gedung Islamic Center Bekasi menghubungi pasangan tersebut dan memberi tahu bahwa pembayaran gedung masih belum diselesaikan oleh pihak WO.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda