Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Kepribadian Orang yang Bicara Sambil Memeriksa HP, Tidak Menatap Lawan Bicara

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 25 May 2026 06:00 WIB

7 Kepribadian Orang yang Bicara Sambil Memeriksa HP, Tidak Menatap Lawan Bicara
7 Ilustrasi Kepribadian Orang yang Bicara Sambil Memeriksa HP, Tidak Menatap Lawan Bicara/Foto: Getty Images/iStockphoto/Chainarong Prasertthai
Daftar Isi
Jakarta -

Orang yang bicara sambil memeriksa handphone tentu membuat lawan bicara merasa kurang diperhatikan. Apalagi ketika obrolan sedang serius, tetapi perhatian mereka justru terus tertuju pada layar HP.

Di tengah kehidupan yang serba digital seperti sekarang, banyak orang sulit benar-benar fokus saat berbicara dengan orang lain. Tangan terus mengetik, lalu kembali mendengarkan percakapan hanya beberapa detik.

Bunda perlu tahu, kebiasaan ini belum tentu berarti seseorang tidak peduli atau sengaja bersikap tidak sopan. Bisa jadi mereka tetap tertarik dengan obrolan, tetapi sulit lepas dari kebiasaan memeriksa HP saat berbicara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Karena itu, Bunda perlu mengetahui beberapa kepribadian yang sering dimiliki orang yang bicara sambil memeriksa HP lewat artikel berikut ini.

7 kepribadian orang yang bicara sambil memeriksa HP

Ada beberapa ciri kepribadian yang sering dimiliki orang yang bicara sambil memeriksa HP. Simak penjelasan selengkapnya yang dikutip dari laman The Expert Editor.

1. Mudah merasa bosan saat mengobrol

Sebagian orang bisa menikmati percakapan yang santai, Bunda. Namun, ada juga yang cepat merasa gelisah ketika obrolan tidak terasa cukup menarik bagi mereka.

Maka itu, beberapa orang langsung meraih HP di tengah percakapan. Bukan selalu karena lawan bicaranya membosankan, tapi mereka sulit nyaman dalam situasi yang kurang menarik perhatian.

Memang betul, HP memang membuat kita terus mendapatkan hal baru dalam waktu cepat. Mulai dari pesan masuk, unggahan terbaru, hingga berbagai informasi yang terus muncul di layar.

Karena itu, otak jadi terbiasa menerima hiburan secara instan. Akibatnya, mereka pun lebih mudah terdistraksi dan ingin kembali melihat HP.

2. Sulit lepas dari perhatian media sosial

Bagi sebagian orang, memeriksa HP saat berbicara sudah menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan. Mereka ingin terus tahu apa yang sedang terjadi di media sosial.

Mereka biasanya ingin tahu apakah ada pesan masuk atau respons dari orang lain. Hal-hal seperti like, Direct Message (DM), atau notifikasi bisa membuat mereka merasa tetap diperhatikan.

Dalam Buddhisme, ada gagasan bahwa pikiran manusia terus berupaya meraih sesuatu untuk dipegang erat. Itu bisa berupa rasa aman, persetujuan, atau kontrol dalam keseharian.

3. Menghindari kedekatan emosional saat berbicara

Dalam beberapa situasi, ada orang yang menjadi kurang fokus saat percakapan mulai terasa lebih pribadi. Saat obrolan mengarah ke hal yang lebih serius, perhatian mereka justru mudah beralih ke HP.

Mengapa demikian? Ini bisa terjadi karena percakapan yang lebih pribadi butuh perhatian penuh saat berbicara. Bagi sebagian orang, situasi seperti itu bisa terasa kurang nyaman hingga mereka mencari distraksi lain.

Dengan HP, mereka seolah punya cara untuk 'menjauh' dari rasa tidak nyaman itu. Setelah lebih tenang, mereka kembali lagi ke percakapan seperti biasa.

4. Cemas dan terus merasa perlu siaga

Tidak semua orang yang sering memeriksa HP saat berbicara melakukannya karena bosan atau tidak sopan, Bunda. Sebagian dari mereka justru sedang diliputi rasa cemas.

Di dalam pikiran mereka, ada proses yang terus berjalan, seperti:

  • Bagaimana jika seseorang membutuhkan saya?
  • Bagaimana jika terjadi sesuatu?
  • Bagaimana jika saya melewatkan email penting?
  • Bagaimana jika saya tertinggal?

Pada akhirnya, perhatian mereka pun terbagi antara percakapan dan juga HP.

5. Sulit menahan untuk tidak memegang HP

Sebagian orang memang lebih mudah mengikuti keinginan sesaat, terlebih ketika sesuatu bisa didapatkan dengan cepat. Nah, ini juga terlihat dari kebiasaan mereka saat memegang HP.

HP sendiri menjadi alat yang sangat mudah memancing perhatian karena selalu menawarkan hal baru. Mulai dari hiburan, notifikasi, hingga akses cepat tanpa perlu usaha lebih.

Dalam psikologi, dijelaskan bahwa banyak keputusan yang terlihat seperti "pilihan" sebenarnya terbentuk dari kebiasaan yang terus berulang. Jika seseorang terbiasa membuka HP saat merasa gelisah, otak akan menganggap hal itu sebagai respons otomatis.

6. Tipe yang mudah teralihkan dari percakapan

Berikutnya, ada orang yang cenderung lebih mudah teralihkan perhatiannya saat sedang berinteraksi dengan orang lain. Mereka tetap sibuk dengan HP di tengah percakapan yang sedang berlangsung.

Biasanya mereka mengecek berita, membalas pesan, atau melihat hal-hal yang sedang ramai dibicarakan. Seolah-olah mereka selalu ingin mengikuti informasi.

Kebiasaan ini tidak selalu dipandang negatif, karena bisa juga terlihat sebagai cara seseorang beradaptasi. Namun di sisi lain, hal ini bisa membuat percakapan menjadi kurang fokus.

7. Suka mengalihkan perhatian

Ada orang yang tanpa sadar langsung membuka HP saat situasi percakapan terasa tidak nyaman. Bukan karena mereka bosan, tetapi karena ingin menghindari rasa canggung.

Kadang, mereka merasa tidak sependapat, bingung harus merespons apa, atau sekadar merasa suasana menjadi agak tegang. Alih-alih tetap berada dalam momen itu, perhatian mereka justru beralih ke layar HP.

Dalam pandangan mindfulness, sikap seperti ini berbeda dengan ketenangan batin. Karena perhatian tidak benar-benar hadir sepenuhnya pada momen yang sedang terjadi.

Itulah beberapa kepribadian orang yang bicara sambil memeriksa HP dan tidak menatap lawan bicara. Apakah Bunda termasuk salah satunya?

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

ADVERTISEMENT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda