moms-life
10 Kebiasaan yang Dilakukan Orang Saat Kelelahan Mental, Bisa Jadi Kamu Mengalaminya
HaiBunda
Minggu, 26 Apr 2026 22:00 WIB
Daftar Isi
-
10 Kebiasaan yang dilakukan saat kelelahan mental
- 1. Mudah marah dan sensitif
- 2. Sering merasa cemas berlebihan
- 3. Sulit berkonsentrasi (brain fog)
- 4. Menunda pekerjaan (prokrastinasi)
- 5. Menarik diri dari lingkungan sosial
- 6. Kehilangan minat pada hal yang disukai
- 7. Sulit mengambil keputusan
- 8. Pola pikir negatif terus-menerus
- 9. Gangguan tidur
- 10. Perubahan kebiasaan makan atau konsumsi kafein
- Cara-cara mengatasi kelelahan mental
Kelelahan mental sering kali datang tanpa disadari. Di tengah kesibukan sehari-hari, tuntutan pekerjaan, hingga urusan keluarga, banyak orang terus memaksakan diri tanpa memberi waktu bagi pikiran untuk beristirahat. Akibatnya, bukan hanya tubuh yang terasa lelah, tetapi juga kemampuan berpikir ikut menurun.
Berbeda dengan kelelahan fisik yang bisa pulih setelah tidur cukup, kelelahan mental cenderung lebih kompleks. Seseorang bisa saja sudah beristirahat, tetapi tetap merasa kosong, sulit fokus, bahkan kehilangan semangat.
Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk mengenali tanda-tanda kebiasaan dari orang yang kelelahan mental sejak dini. Berikut penjelasannya.
10 Kebiasaan yang dilakukan saat kelelahan mental
Kelelahan mental biasanya muncul melalui kebiasaan-kebiasaan tertentu yang sering tidak disadari. Dikutip dari laman Head Space, berikut beberapa tanda yang perlu diperhatikan.
1. Mudah marah dan sensitif
Orang yang kelelahan mental cenderung lebih mudah tersinggung bahkan oleh hal kecil. Hal ini terjadi karena kapasitas emosi sudah "penuh' dan sulit mengelola stres tambahan.
2. Sering merasa cemas berlebihan
Pikiran dipenuhi kekhawatiran tanpa henti. Bahkan situasi biasa pun bisa terasa menegangkan karena otak terus bekerja dalam mode waspada.
3. Sulit berkonsentrasi (brain fog)
Kelelahan mental membuat otak terasa "kabur". Fokus menurun, sulit memahami informasi, dan pekerjaan sederhana terasa lebih berat.
4. Menunda pekerjaan (prokrastinasi)
Karena energi mental menurun, seseorang cenderung menunda tugas. Bukan karena malas, tetapi karena merasa kewalahan
5. Menarik diri dari lingkungan sosial
Interaksi sosial terasa melelahkan, sehingga lebih memilih menyendiri dan menghindari orang lain.
6. Kehilangan minat pada hal yang disukai
Hobi atau aktivitas yang dulu menyenangkan jadi terasa hambar. Hal ini menjadi salah satu tanda kelelahan emosional.
7. Sulit mengambil keputusan
Bahkan keputusan kecil seperti memilih makanan bisa terasa membingungkan karena otak sudah terlalu lelah.
8. Pola pikir negatif terus-menerus
Muncul pikiran pesimis atau overthinking yang sulit dikendalikan, sehingga memperburuk kondisi mental.
9. Gangguan tidur
Ketika kelelahan mental Bunda bisa mengalami sulit tidur (insomnia) atau bangun dalam keadaan tetap lelah, meskipun sudah tidur cukup lama.
10. Perubahan kebiasaan makan atau konsumsi kafein
Beberapa orang makan berlebihan, sementara yang lain kehilangan nafsu makan. Ada juga yang lebih sering mengandalkan kopi untuk bertahan.
Cara-cara mengatasi kelelahan mental
Setelah mengenali tanda-tandanya, langkah selanjutnya adalah mulai melakukan pemulihan. Berikut beberapa cara yang bisa Bunda coba:
- 1Mulailah hari dengan tenang tanpa distraksi, misalnya dengan duduk diam beberapa menit sebelum beraktivitas. Latihan pernapasan dalam juga terbukti membantu menenangkan sistem saraf.
- Batasi konsumsi berita dan media sosial agar tidak menambah beban pikiran.
- Ciptakan rutinitas “reset mental” seperti berjalan santai, menulis jurnal, atau tidur sejenak. Aktifkan mode “do not disturb” saat butuh fokus agar tidak terganggu notifikasi.
- Jangan ragu meminta bantuan. Membagi tugas bisa mengurangi tekanan yang dirasakan. Selain itu, luangkan waktu khusus untuk diri sendiri setiap minggu, meski hanya satu jam.
- Bunda juga bisa mencoba meditasi terpandu. Meditasi dapat membantu menenangkan pikiran dan meningkatkan kesadaran diri.
- Belajar mengatakan “tidak” tanpa rasa bersalah juga penting untuk menjaga batasan diri. Selain itu, menulis jurnal rasa syukur setiap hari bisa membantu mengalihkan fokus dari stres ke hal-hal positif.
- Jaga pola makan dengan nutrisi seimbang, dengarkan musik yang menenangkan, dan lakukan aktivitas fisik ringan seperti stretching atau berjalan kaki.
- Kurangi konsumsi kafein dan pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Jika diperlukan, berkonsultasilah dengan terapis profesional untuk memahami akar masalah yang lebih dalam.
- Dalam dunia psikologi, pendekatan seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) membantu mengubah pola pikir negatif, sementara Acceptance and Commitment Therapy (ACT) membantu menerima emosi dan fokus pada tindakan yang lebih sehat.
Dengan memahami tanda-tanda serta mencoba berbagai cara pemulihan, Bunda bisa kembali menemukan energi dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Anniversary Mommies Daily ke-10 Ajak Bunda Lebih Peduli Kesehatan Mental
Mom's Life
Tanpa Disadari, Ini 6 Tanda Seseorang Sedang Dimanfaatkan Menurut Psikolog
Mom's Life
Tes Kesehatan Mental untuk Mendeteksi Psikologi Seseorang
Mom's Life
Tak Hanya Fisik Bun, Kesehatan Mental Juga Penting Dijaga Saat Pandemi
Mom's Life
4 Alasan Orang Tua Perlu Periksa Kesehatan Mentalnya, Bunda Perlu Tahu
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Zhao Lusi Bintang Hidden Love Sebelum Jatuh Sakit hingga Pakai Kursi Roda dan Akui Alami Depresi
HIGHLIGHT
ADVERTISEMENT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
8 Sisi Positif Orang yang Gemar Kumpulkan Kantong dan Wadah Plastik Menurut Psikologi
Ciri Kepribadian Orang yang Sering Menjawab "Terserah" jika Ditanya
6 Ciri Kepribadian Orang yang Cenderung Berjalan Cepat, Bukan Tergesa-gesa