Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kenali 10 Jenis Journaling dan Manfaatnya untuk Kesehatan Mental

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Sabtu, 18 Apr 2026 22:00 WIB

Morning coffee in bed with daily planner and mobile
Ilustrasi journaling / Foto: Getty Images/iStockphoto/Rawpixel Ltd
Daftar Isi
Jakarta -

Journaling bisa menjadi salah satu cara mudah untuk menenangkan pikiran. Melalui aktivitas ini, Bunda bisa mengekspresikan diri tanpa penghakiman hingga mencurahkan perasaan yang sedang gundah.

Menulis journal secara umum dapat bermanfaat untuk menjaga kesehatan mental. Journaling bisa membantu mengurangi stres dengan menyediakan wadah yang aman untuk mengekspresikan kekhawatiran dan ketakutan.

"Meskipun journaling tidak dapat menggantikan perawatan kesehatan mental dari profesional yang berkualifikasi, aktivitas ini bisa menjadi cara untuk mempercepat penyembuhan atau pertumbuhan yang bersifat pribadi," ungkap psikoterapis, Sharon Martin, DSW, LCSW, dilansir Psychology Today.

Manfaat journaling

Ada 6 manfaat journaling untuk kesehatan mental dan kesehatan secara keseluruhan. Berikut manfaatnya, seperti melansir dari laman Skill Share:

  1. Memberi ruang untuk meluapkan pikiran-pikiran cemas dan mengingatkan diri sendiri bahwa kita sudah cukup baik.
  2. Membantu dalam mengelola situasi stres. Studi menunjukkan bahwa sedikit waktu yang dihabiskan untuk menulis jurnal dapat menurunkan tekanan darah.
  3. Dapat membantu seseorang dalam mempertimbangkan keputusan-keputusan diragukan dan membantu tetap selaras dengan kebutuhan dan keinginan.
  4. Membantu seseorang fokus pada hal-hal yang paling penting dan mendapatkan pemahaman yang lebih kuat tentang nilai-nilai diri.
  5. Memperkuat ketahanan emosional dan membantu dalam menemukan lebih banyak kegembiraan dalam hidup.
  6. Mengaktifkan otak kanan dan membantu seseorang mengembangkan ekspresi yang kreatif.

Jenis journaling untuk kesehatan mental

Dikutip dari beberapa sumber, berikut 10 jenis journaling untuk kesehatan mental:

1. Jurnal pribadi atau buku harian

Bunda dapat menggunakan buku harian untuk journaling, tetapi biasanya lebih bersifat pribadi daripada jenis jurnal lainnya. Di journaling ini, kita dapat menulis tentang reaksi terhadap keadaan tertentu atau emosi yang dirasakan. Gaya penulisan jurnal ini biasanya melibatkan penulisan tentang perasaan, keraguan, aspirasi, hubungan, dan tujuan hidup.

2. Jurnal reflektif

Jenis jurnal ini dapat digunakan untuk merenungkan hidup dan memproses emosi serta pengalaman. Praktik journaling bersifat terapeutik ini dapat membantu Bunda mengembangkan visi untuk masa depan atau sekadar mengenal diri sendiri dengan lebih baik.

3. Jurnal rasa syukur

Jurnal rasa syukur membantu kita dalam merinci perasaan atau tentang aspek-aspek kehidupan yang kita syukuri. Menulis jurnal rasa syukur dapat membantu Bunda fokus pada perubahan positif dalam hidup dan efektif untuk meningkatkan kepuasan diri. Jurnal rasa syukur juga dapat membantu meningkatkan kesehatan mental, kesejahteraan, dan kebahagiaan.

4. Jurnal seni

Jurnal seni mirip dengan buku sketsa di mana bisa membantu Bunda dalam melatih kreativitas. Alih-alih menulis kata-kata, banyak orang menggunakan kertas, hiasan, stiker, dan spidol untuk menggambarkan sisi pikiran di dalam jurnal. Jurnal ini dapat dijadikan wadah untuk mendokumentasikan hidup atau memproses emosi melalui seni visual.

5. Jurnal visual

Jurnal visual atau jurnal bergambar juga bisa menjadi cara bagus untuk menggabungkan kecenderungan artistik dengan refleksi pribadi. Jenis jurnal ini dapat memberi ruang untuk memproses perasaan dan mencatat kehidupan melalui ilustrasi. Seperti halnya bentuk jurnal reflektif, Bunda dapat sekadar mencoret-coret apa pun yang ada di pikiran ke dalam jurnal visual.

6. Jurnal video

Jika tidak suka menulis, Bunda dapat menyiapkan alat perekam untuk mengungkapkan pikiran secara verbal ke dalam jurnal video. Setelah selesai merekam, kita dapat menyimpan file video di komputer atau perangkat lainnya. Perlu diketahui, jenis jurnal ini biasanya bersifat terapeutik, di mana kita dapat melepaskan beban pikiran.

7. Jurnal perjalanan

Jika Bunda senang bepergian, jurnal perjalanan dapat bermanfaat untuk mendokumentasikan pengalaman selama traveling. Bunda dapat menggunakan jurnal ini untuk mencatat kenangan penting dari perjalanan dan mencatat detail keperluan traveling. Jenis jurnal ini bisa mendukung kesehatan mental karena didasarkan pada kegembiraan saat melakukan perjalanan.

8. Jurnal tentang alam

Jurnal alam adalah praktik mengikuti ke mana pun rasa ingin tahu membawa kita dan mendokumentasikan penemuan-penemuan di luar ruangan. Jurnal ini memungkinkan kita menggambar makhluk, lanskap, dan tekstur yang dilihat di alam bebas. menulis jurnal tentang alami bisa menjadi cara yang bagus untuk menumbuhkan apresiasi terhadap dunia sekitar kita.

9. Jurnal makanan

Jenis jurnal yang juga bisa mendukung kesehatan mental adalah journaling makanan. Jurnal ini dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, mulai dari mencantumkan makanan yang kita makan setiap hari, membuat sketsa makanan favorit, atau merenungkan kenangan makanan yang tidak ingin kita lupakan. Jurnal ini juga bisa menjadi alat yang bermanfaat untuk makan dengan penuh kesadaran.

10. Bullet journaling

Bullet journaling adalah jenis jurnal populer yang berfungsi sebagai perencana. Jurnal ini dapat membantu Bunda mengatur aspek pribadi dalam hidup, termasuk daftar tugas, tujuan, dan pencapaian penting. Bullet journaling biasanya berisi berbagai kategori entri di mana Bunda juga bisa berkreasi dengan stiker atau washi tape berpola.

Demikian 10 jenis journaling dan manfaatnya untuk kesehatan mental. Semoga informasi ini bermanfaat ya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda