Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

10 Kalimat Pengganti "Saya Sudah Tahu" agar Tak Terkesan Sombong & Lebih Sopan

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Sabtu, 11 Apr 2026 10:10 WIB

Ilustrasi ngobrol
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/Thirawatana Phaisalratana
Daftar Isi
Jakarta -

Sebagian orang mungkin secara spontan mengatakan “Saya sudah tahu”, ketika mendengar penjelasan dari orang lain. Namun, pernyataan ini tanpa sadar dapat terdengar sombong dan berdampak buruk terhadap hubungan.

Selain itu, respons tersebut juga bisa memberi kesan kurang menghargai pembicaraan yang sedang berlangsung. Untungnya, ada berbagai pilihan ungkapan yang lebih sopan sekaligus tetap menunjukkan pemahaman terhadap topik yang dibahas.

10 Kalimat pengganti “Saya sudah tahu” agar tak terkesan sombong dan lebih sopan

Berikut beberapa kalimat pengganti “Saya sudah tahu” yang mungkin dapat Bunda gunakan agar terlihat lebih sopan dan tidak terkesan sombong:

1. “Kedengarannya familiar”

Dilansir dari laman Your Tango, ungkapan ini menjadi cara yang lebih halus dibandingkan langsung menyela dengan kalimat, “Saya sudah tahu”.

Kalimat “Kedengarannya familiar” memberi sinyal bahwa informasi tersebut tidak sepenuhnya baru tanpa membuat lawan bicara merasa diabaikan.

Selain itu, kalimat ini juga membantu Bunda menjaga percakapan tetap sopan, terutama saat berbicara dengan atasan atau rekan kerja. Seperti yang dikatakan seorang pengacara senior asal Kanada, Cindy Watson, BA, LLB, JD, rasa hormat yang saling diberikan menjadi kunci agar komunikasi berjalan baik dan menghasilkan hasil terbaik.

2. “Baru-baru ini aku juga sempat ngobrolin hal itu”

Kalimat ini terdengar lebih sopan sekaligus menunjukkan bahwa Bunda sudah pernah membahas topik tersebut sebelumnya.

Cara menyampaikan seperti ini juga membantu lawan bicara tetap merasa dihargai dalam percakapan. Dibandingkan menyela dengan “Saya sudah tahu”, kalimat tersebut bisa membuat obrolan tetap mengalir tanpa membuat orang lain merasa tidak nyaman.

3. “Itu hal yang enggak bosan buat diulangi”

Mengatakan “Itu hal yang enggak bosan buat diulangi”, bisa menjadi cara lebih halus yang dapat Bunda sampaikan ketika sudah mengetahui sesuatu.

Kalimat ini menghargai lawan bicara, sekaligus memberi isyarat bahwa informasi tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan.

4. “Sepertinya aku pernah mendengar hal itu”

Kalimat yang satu ini juga lebih halus dan menunjukkan bahwa Bunda sudah familiar dengan topiknya tanpa membuat lawan bicara merasa diremehkan.

5. “Aku sempat mengalami hal itu juga”

Kalimat seperti “Aku sempat mengalami hal itu juga” juga dapat Bunda sampaikan daripada mengaku sudah mengetahuinya lebih dahulu.

Cara ini tetap menunjukkan bahwa Bunda sudah memahami situasinya, sehingga percakapan terasa lebih nyaman dan hubungan dengan lawan bicara juga tetap terjaga.

6. “Itu juga yang aku pikirkan”

Kalimat tersebut menunjukkan bahwa Bunda memahami situasi tanpa membuat lawan bicara merasa diabaikan.

Dalam kondisi tertentu, seseorang bisa saja mengulang informasi karena sedang gugup atau kehilangan fokus. Dengan memilih kalimat yang lebih empati, obrolan akan tetap terasa hangat.

7. “Aku juga sempat lihat berita itu beredar”

Sebagai penggantinya, Bunda bisa mengatakan kalimat yang satu ini. Melalui kata-kata ini bisa tetap menyampaikan bahwa Bunda memahami topik yang sedang dibahas, tanpa harus secara langsung mengatakan “Saya sudah tahu”.

Menurut seorang dokter spesialis penyakit dalam, dr. Alex Lickerman, nada bicara sering kali menunjukkan makna sebenarnya di balik kata-kata yang diucapkan.

Oleh karena itu, memilih ungkapan yang lebih netral seperti ini dapat membantu Bunda menjadi terdengar lebih santun sekaligus cerdas.

8. “Aku appreciate banget kamu udah bahas itu lagi”

Kalimat yang satu ini bisa menjadi pilihan yang lebih sopan dan menghargai percakapan. Menurut pakar ketahanan dan kesejahteraan, Robyne Hanley-Dafoe, Ed.D., merasa tidak didengarkan dapat menurunkan produktivitas dan kepuasan seseorang.

9. “Bagus juga untuk diingat”

Ungkapan ini tetap menunjukkan bahwa informasi tersebut sudah dipahami, tetapi terdengar lebih menghargai lawan bicara.

Menurut seorang terapis pernikahan dan keluarga, Alli Spotts-De Lazzer, LMFT, LPCC, CEDS-S., komunikasi yang lugas bisa terasa lebih jelas dan efektif jika disampaikan dengan empati.

10. “Aku baru saja memikirkan hal yang sama”

Ungkapan ini membantu Bunda tetap menjaga suasana percakapan agar tetap nyaman tanpa membuat lawan bicara merasa diremehkan.

Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Experimental Social Psychology pada 2014 yang dilakukan oleh Amber DeBono dan Mark Muraven dengan judul Rejection perceptions: feeling disrespected leads to greater aggression than feeling disliked, sikap tidak sopan dapat memicu reaksi agresif yang lebih besar dibanding sekadar tidak disukai.

Nah, itulah beberapa kalimat pengganti yang dapat Bunda sampaikan alih-alih mengatakan, “Saya sudah tahu”.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/fir)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda