Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Fenomena 'Chinamaxxing', Saat Kebiasaan Orang China Mendadak Dianggap Keren oleh Gen Z

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Minggu, 12 Apr 2026 15:50 WIB

Chinamaxxing
Chinamaxxing/ Foto: Getty Images/parichat wongyai
Daftar Isi

Fenomena Chinamaxxing belakangan ini ramai diperbincangkan di media sosial dan langsung menarik perhatian Gen Z, Bun. Istilah ini tiba-tiba muncul dalam berbagai konten di sosial media dan membuat banyak orang penasaran dengan maknanya.

Sekilas, Chinamaxxing berkaitan dengan kebiasaan orang China zaman dulu dan tiba-tiba mendapat perhatian baru oleh banyak anak muda. Hal-hal yang dulu terasa biasa saja, kini justru dianggap menarik oleh sebagian banyak orang, terutama anak muda.

Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan tren Chinamaxxing dan mengapa Gen Z begitu tertarik membahasnya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini, Bun! 

Apa itu Chinamaxxing? 

Bunda, fenomena Chinamaxxing muncul sebagai istilah baru di internet yang banyak dibicarakan oleh banyak orang, terutama Gen Z. Dilansir laman NPR, istilah ini menggambarkan sebuah tren ketika anak muda di Amerika mulai tertarik pada berbagai aspek budaya dan gaya hidup China. 

Dalam laporannya, seorang jurnalis bernama Ashish Valentine, menyebut bahwa Chinamaxxing merupakan fenomena media sosial yang berkembang di tengah ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China. Meski hubungan politik kedua negara tersebut cukup rumit, minat sebagian anak muda terhadap budaya China justru meningkat.

Kata Chinamaxxing sendiri berasal dari gabungan kata China dan akhiran slang berupa “-maxxing”, yang berarti memaksimalkan atau mengoptimalkan sesuatu. Dalam konteks ini, istilah tersebut digunakan untuk menggambarkan seseorang yang mencoba mengadopsi kebiasaan atau gaya hidup budaya China.

Tren ini banyak terlihat di media sosial seperti TikTok, Instagram, dan platform media sosial lainnya. Para content creator biasanya membuat konten yang menampilkan aktivitas sehari-hari yang digabungkan dengan budaya China.

Bagi sebagian Gen Z, Chinamaxxing bukan sekadar tren untuk lucu-lucuan di internet. Fenomena ini juga mencerminkan rasa penasaran terhadap budaya yang sebelumnya jarang mendapat perhatian, khususnya di Amerika atau negara Barat lainnya.

Awal mula Chinamaxxing viral di media sosial

Fenomena Chinamaxxing mulai menarik perhatian publik setelah beberapa momen viral di internet sepanjang tahun 2025. Salah satu pemicunya adalah kunjungan youtuber dan influencer terkenal, IShowSpeed, yang berkunjung ke China pada Maret 2025 lalu. 

Selama perjalanan tersebut, IShowSpeed menampilkan berbagai pengalaman yang ia temui di China. Ia menyoroti kemajuan teknologi di China, kehidupan kota modern, hingga berbagai simbol budaya China yang kemudian ramai dibicarakan warganet.

Percakapan tentang Chinamaxxing juga dipicu oleh unggahan viral di media sosial. Pada 4 April 2025 lalu, pengguna sosial media X atau Twitter dengan akun @girl__virus menulis, “You met me at a very chinese time in my life” atau “Kau bertemu denganku di saat yang sangat China dalam hidupku.” jika diubah ke dalam Bahasa Indonesia. 

Kalimat itu sebenarnya merupakan parodi dari dialog terkenal dalam film Fight Club. Versi aslinya berbunyi, “You met me at a very strange time in my life,” yang kemudian diubah untuk mengikuti tren Chinamaxxing tersebut.

Menjelang akhir 2025, seorang content creator TikTok keturunan Tionghoa-Amerika, Sherry Zhu, juga ikut mempopulerkan tren ini lewat video satirnya. Konten tersebut bahkan menginspirasi banyak kreator lain, termasuk komedian Jimmy O untuk membuat konten serupa tentang Chinamaxxing. 

Menurut laporan tersebut, konten-konten seperti ini sering memakai kalimat bercanda seperti “You’re turning Chinese tomorrow”. Gaya humor tersebut membuat tren Chinamaxxing mudah ditiru oleh banyak orang di sosial media.

Karena formatnya sederhana dan mudah direplikasi, tren Chinamaxxing mudah menyebar cepat di internet. Banyak konten kreator yang akhirnya membuat versi mereka sendiri dengan interpretasi yang berbeda.

Chinamaxxing dan kebiasaan orang China yang mendadak populer

Mengutip dari situs The Guardian, Dalam tren Chinamaxxing, banyak kebiasaan sederhana yang dikaitkan dengan budaya dan kehidupan sehari-hari di China mulai ditampilkan dalam berbagai konten media sosial. Hal-hal kecil seperti ini justru menjadi simbol tren yang viral.

Contohnya adalah kebiasaan minum air hangat, yang sering dianggap sebagai bagian dari praktik kesehatan tradisional di China. Beberapa konten kreator juga menampilkan aktivitas seperti berjalan santai dengan tangan di belakang punggung atau makan bubur nasi khas China (congee). 

Selain itu, beberapa konten juga menampilkan praktik kesehatan seperti Tai Chi atau pengobatan tradisional China. Aktivitas ini sering digambarkan sebagai cara hidup yang lebih santai dan seimbang.

Dalam sumber yang sama, disebutkan juga bahwa terdapat banyak video Chinamaxxing yang juga menampilkan simbol budaya seperti menggunakan sumpit atau mengenakan warna merah. Elemen-elemen tersebut kemudian berubah menjadi meme yang mudah dikenali. 

Meski terlihat sederhana, kebiasaan-kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dari tren Chinamaxxing di internet. Banyak pengguna media sosial menjadikannya sebagai identitas gaya hidup baru yang unik.

Mengapa Chinamaxxing menarik perhatian Gen Z? 

Fenomena Chinamaxxing juga tidak lepas dari rasa ingin tahu Gen Z terhadap budaya lain di era digital saat ini. Generasi ini tumbuh dengan berbagai akses global terhadap berbagai konten budaya melalui internet dengan sangat mudah. 

Beberapa pengamat bahkan menilai tren ini juga berkaitan dengan meningkatnya pengaruh budaya China di dunia. Konten tentang kota modern, teknologi, dan kehidupan urban di China sering muncul di media sosial dan menarik perhatian anak muda. 

Tren ini mencerminkan ketertarikan terhadap alternatif gaya hidup. Bagi sebagian anak muda, kebiasaan yang dikaitkan dengan budaya China dianggap lebih tenang dibanding gaya hidup dunia Barat yang serba cepat.

Oleh karena itu, Chinamaxxing sering dipahami bukan hanya sebagai tren budaya. Fenomena ini juga menggambarkan bagaimana Gen Z mengeksplorasi identitas dan gaya hidup baru melalui internet.

Kontroversi Chinamaxxing

Meskipun viral, tren Chinamaxxing juga memicu perdebatan di kalangan masyarakat. Sebagian orang melihatnya sebagai bentuk apresiasi terhadap budaya China. 

Namun, ada pula yang menganggap tren ini terlalu menyederhanakan budaya China yang kompleks. Kritikus menilai banyak konten Chinamaxxing hanya menampilkan aspek budaya secara dangkal tanpa memahami konteks sejarahnya.

Sebagian para diaspora China yang tinggal di luar negeri, khususnya Amerika, juga merasa pengalaman ini terasa aneh dan janggal. Mereka melihat kebiasaan yang dulu sering diejek, kini tiba-tiba dianggap keren di internet.

Perdebatan ini membuat Chinamaxxing sering berada di antara dua pandangan berbeda. Di satu sisi dianggap memperkenalkan budaya China, di sisi lain dianggap hanya sekadar tren di internet. 

Meski begitu, fenomena Chinamaxxing tetap menunjukkan bagaimana media sosial dapat mengubah cara orang melihat suatu budaya. Tren ini menjadi contoh bagaimana platform digital bisa memicu diskusi global tentang identitas dan budaya dari sebuah negara. 

Bunda, itulah sekilas tentang fenomena Chinamaxxing yang kini ramai diperbincangkan dan dianggap menarik oleh banyak Gen Z di berbagai platform media sosial. Semoga penjelasan mengenai Chinamaxxing ini bisa membantu Bunda memahami tren budaya yang sedang populer sekaligus melihatnya dengan lebih bijak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda