Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ramai DPR Usulkan Pembelian LPG 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina Mata

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Rabu, 08 Apr 2026 12:20 WIB

Simak Bun, Ini Cara Membeli LPG 3 Kg Pakai KTP di 2023
DPR Usulkan Pembelian LPG 3 Kg Pakai Sidik Jari atau Retina Mata/Foto: Getty Images/iStockphoto/danikancil
Jakarta -

Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, baru-baru ini mengusulkan agar penerima subsidi LPG 3 kilogram (kg) menggunakan sidik jari atau retina mata. Menurutnya, sistem ini bisa memastikan subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan.

Sebelumnya, Said sempat menanggapi soal rencana pengurangan subsidi BBM yang dianggap memberatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Ketua DPP PDIP ini pun menolak anggapan tersebut.

"Kalau subsidi BBM dikurangi kami nggak setuju. Yang diperlukan justru adalah subsidi LPG 3 kg itu harus tepat sasaran, targeted," kata Said Abdullah, mengutip dari laman detikcom, Rabu (08/04/2026).

DPR soroti distribusi LPG 3 kg, usulkan sidik jari dan retina mata

Said menyampaikan bahwa distribusi LPG 3 kilogram saat ini belum tepat sasaran, Bunda. Ia mengusulkan metode baru supaya subsidi sampai pada yang benar-benar berhak.

"Caranya bukan sekadar semata-mata pemerintah punya data sentral, tapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak-balik dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung LPG 3 kg," kata Said.

Ia menjelaskan bahwa jumlah penerima subsidi 3 kg seharusnya lebih sedikit dari anggaran yang tersedia saat ini. Ia memperkirakan hanya sekitar 5,4 juta keluarga yang akan mendapat subsidi apabila penyalurannya tepat sasaran.

"Karena hitungan kami dari 8,6 juta kalau mau tepat sasaran, targeted, tidak sia-sia menghambur-hamburkan anggaran, LPG 3 kilo tabung 3 kg itu hanya 5,4 juta cukup, dari 8,6 yang ada di pagu," ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya kini tengah menghitung dan meminta diberi kesempatan untuk menyesuaikan kebijakan. Ia menekankan agar semua pihak bisa menyikapi kenaikan harga minyak dunia dengan kepala dingin. 

"Jadi kita lagi berhitung betul. Kasih kesempatan lah. Jangan kemudian BBM begitu harga minyak naik, kita kayak kebakaran jenggot seakan-akan besok langit akan runtuh, nggak," pungkasnya.

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda