Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Tak Disangka, Sisa Tomat dalam Burger Bisa Tumbuh Jadi Tanaman Subur

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 07 Apr 2026 20:50 WIB

Close-up of beefsteak tomatoes growing on vines on a coastal farm.Taken in Santa Cruz, California, USA.Please view related images below or click on the banner lightbox links to view additional images, from related categories.
Ilustrasi tanaman tomat / Foto: Getty Images/GomezDavid
Daftar Isi

Bunda melihat anak sering mengeluarkan tomat dari burgernya? Jangan langsung dibuang, coba deh ditanam, mungkin bisa tumbuh subur.

Tomat yang ditanam kembali dan tumbuh subur dilakukan oleh seorang influencer berkebun, James Prigioni. Eksperimen sederhana tersebut kemudian menarik perhatian warganet dan pecinta tanaman.

Siapa sangka, irisan tomat yang biasanya dianggap sisa makanan justru bisa menjadi awal dari tanaman yang tumbuh subur dan menghasilkan buah melimpah. Kisah ini membuka perspektif baru bahwa berkebun tidak selalu harus dimulai dari benih khusus atau perlengkapan mahal.

James Prigioni melalui percobaan unik menggunakan tomat dari burger cepat saji. Ia mengubah irisan tomat dari menu Quarter Pounder with Cheese Deluxe menjadi tanaman tomat yang sehat dan produktif bahkan hasilnya di luar dugaan.

Mengutip Times of India, mari simak kisahnya, Bunda.

Dari burger ke tanaman

Prigioni memulai eksperimen ini dengan memanfaatkan irisan tomat dari burger yang ia beli di sebuah restoran cepat saji. Dibanding membuangnya, ia mencoba dua metode penanaman.

Pertama, ia mengambil biji dari irisan tomat dan menanamnya dalam sebuah wadah kecil. Metode kedua, ia langsung menanam satu irisan tomat utuh ke dalam tanah.

Eksperimen ini menunjukkan bahwa bagian makanan yang tampak sederhana sekalipun masih memiliki potensi untuk tumbuh, selama kondisi lingkungannya mendukung. Prigioni melakukan perawatan selama 23 hari untuk melihat hasilnya.

Dipindahkan ke luar ruangan

Setelah 23 hari, kedua metode tersebut menunjukkan hasil. Tanaman mulai tumbuh dari biji maupun dari irisan tomat langsung.

Selanjutnya, Prigioni memindahkan tanaman ke luar ruangan agar mendapatkan sinar matahari yang cukup. Tanaman dari biji tetap berada dalam ember, sementara tanaman dari irisan tomat ditanam langsung di tanah.

Meski sempat mengalami kurang penyiraman saat cuaca panas, tanaman dalam ember tetap mampu bertahan bahkan terus berkembang hingga menghasilkan buah.

Berbuah lebih cepat

Menariknya, pada hari ke-94, tanaman dalam ember sudah mulai menghasilkan tomat. Prigioni menduga kondisi stres akibat kurang air justru memicu tanaman untuk berbuah lebih cepat sebagai bentuk adaptasi.

Fenomena ini bukan hal asing dalam dunia pertanian. Tanaman yang mengalami tekanan tertentu terkadang mempercepat siklus reproduksinya.

Kejutan dari irisan tomat utuh

Kejutan terbesar datang dari tanaman yang ditanam langsung dari irisan tomat utuh. Pada hari ke-108, tanaman tersebut menghasilkan puluhan buah tomat yang mulai matang di cabangnya.

Prigioni mengaku tidak menyangka hasilnya akan sebesar itu. Ia bahkan menyebut belum pernah melihat satu tanaman tomat menghasilkan buah sebanyak itu sepanjang pengalamannya berkebun. Dari satu irisan tomat dalam burger, kini ia bisa memanen dalam jumlah besar.

“Saya memperkirakan tomat ini akan tumbuh, tapi saya tidak menyangka akan sebanyak ini. Saya pernah memiliki beberapa tanaman dengan banyak tomat, tapi seumur hidup belum pernah melihat satu pun tanaman tomat dengan buah sebanyak ini," ujar Prigioni.

Dalam uji rasa yang dilakukan, tomat hasil panen tersebut memiliki cita rasa manis yang ringan tanpa tingkat keasaman tinggi. Menariknya, tomat yang berasal dari tanaman dalam ember memiliki rasa yang sedikit lebih manis dibandingkan yang ditanam langsung di tanah.

Ia juga menjelaskan bahwa tomat tersebut kemungkinan merupakan tanaman hibrida. Artinya, hasil tanaman bisa bervariasi dan tidak selalu identik dengan tanaman induknya.

Tantangan

Meski menghasilkan banyak buah, tanaman yang ditanam di tanah menghadapi kendala dalam proses pematangan. Hingga hari ke-121, banyak tomat yang sudah berukuran besar namun belum sepenuhnya matang.

Hal ini diduga karena karakter tanaman hibrida yang terkadang tidak memiliki kematangan buah yang seragam. Meski demikian, ia tidak pernah menyesal mencoba eksperimen ini.

Bagi Prigioni, eksperimen tersebut awalnya hanya dilakukan untuk kesenangan semata. Namun tanpa disangka, kegiatan itu justru memberinya semangat baru dalam merawat kebun secara keseluruhan.

Ia mengaku menjadi lebih rajin memantau kondisi kebun karena penasaran dengan perkembangan tanaman tomat tersebut. Dari sekadar sisa burger, ia berhasil membuktikan bahwa berkebun bisa dimulai dari hal paling sederhana.

"Saya sangat senang bisa keluar dan melihat bagaimana tomat-tomat itu tumbuh sehingga saya berhenti dan melihat sekeliling kebun," ujarnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda