moms-life
Studi Ungkap Media Sosial yang Paling Berisiko Picu Gangguan Mental
HaiBunda
Rabu, 08 Apr 2026 12:40 WIB
Daftar Isi
Scroll media sosial telah menjadi kebiasaan di era digital masa kini. Tanpa disadari, aktivitas ini menyimpan dampak serius karena beberapa aplikasi ternyata bisa memicu gangguan mental pada seseorang.
Beragam platform populer seperti Instagram dan TikTok memang menawarkan hiburan tanpa batas. Namun, di balik keseruannya, penggunaan berlebihan justru berkaitan dengan masalah kesehatan mental, Bunda.
Sebuah barometer kebahagiaan global menemukan bahwa aplikasi berbasis visual cenderung memberikan dampak lebih buruk daripada layanan yang berfokus pada koneksi, seperti Facebook dan WhatsApp.
Media sosial yang picu gangguan mental
Dilansir dari laman The Guardian, World Happiness Report menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan menyebabkan perasaan tidak bahagia di kalangan anak muda di seluruh dunia, meskipun dampaknya lebih buruk di negara-negara berbahasa Inggris dan Eropa Barat.
Secara keseluruhan, tingkat kebahagiaan di Inggris berada pada level terendah sejak laporan ini pertama kali diterbitkan pada 2012.
Laporan yang dipimpin oleh Pusat Penelitian Kesejahteraan di Universitas Oxford ini juga menemukan bahwa jenis media sosial yang digunakan dan durasi penggunaannya memiliki dampak signifikan terhadap kesejahteraan pengguna.
Sebuah studi yang dilakukan di 17 negara di Amerika Latin menemukan bahwa penggunaan WhatsApp dan Facebook yang sering dikaitkan dengan kepuasan hidup yang lebih tinggi.
Sementara penggunaan X, Instagram, dan TikTok, yang lebih banyak dipengaruhi oleh algoritma dan konten influencer, menyebabkan kebahagiaan yang lebih rendah dan masalah kesehatan mental.
Studi lain di Timur Tengah dan Afrika Utara juga menemukan bahwa aplikasi yang lebih pasif dan visual, yang sering kali dipenuhi dengan konten dari para influencer, lebih bermasalah.
“Hal ini menunjukkan bahwa kita perlu mengembalikan unsur sosial ke dalam media sosial, dan mendorong baik penyedia platform ini maupun para penggunanya untuk memanfaatkan alat-alat ini untuk tujuan sosial dan terhubung dengan orang-orang nyata,” ujar Direktur Pusat Penelitian Kesejahteraan dan salah satu editor laporan tersebut, Prof Jan-Emmanuel De Neve.
Penggunaan waktu media sosial
Penelitian juga menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang terbatas, yaitu satu jam atau kurang per hari, menghasilkan kepuasan hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan tidak menggunakan media sosial sama sekali.
“Di sini ada semacam dilema, tidak terlalu banyak, tidak terlalu sedikit. Penggunaan moderat yang positif tampaknya optimal,” ungkap De Neve.
“Namun, rata-rata waktu penggunaan media sosial dalam data tersebut bukanlah satu jam atau kurang, melainkan sekitar dua setengah jam,” sambungnya.
De Neve mengatakan temuan ini sangat relevan menyusul larangan total Australia terhadap media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, yang mencakup Facebook, Instagram, TikTok, dan X, tetapi tidak termasuk aplikasi tukar pesan seperti WhatsApp.
“Ini sangat penting, ini adalah ujian terbesar dari larangan total media sosial untuk anak di bawah 16 tahun, dan semua negara lain benar-benar harus memperhatikan hasilnya dan tidak terburu-buru,” ungkapnya.
Tanda penggunaan media sosial memengaruhi kesehatan mental
Dilansir dari laman THE UNIVERSITY OF ALABAMA, ada beberapa tanda bahwa penggunaan media sosial telah memengaruhi kesehatan mental Bunda. Berikut di antaranya:
- Menghabiskan lebih banyak waktu di media sosial daripada bersama orang sekitar
- Membandingkan diri sendiri dengan orang lain
- Mengalami perundungan siber
- Terganggu dari tanggung jawab
- Melakukan perilaku berisiko untuk mendapatkan like, share, atau komentar
- Sulit tidur
- Meningkatnya kecemasan dan depresi
Tips menggunakan media sosial dengan aman
Jika salah satu dari tanda di atas dialami Bunda, pertimbangkan untuk mengikuti beberapa tips penggunaan media sosial yang aman berikut ini:
- Tetapkan batasan waktu penggunaan aplikasi media sosial di pengaturan ponsel Bunda
- Tetapkan jam-jam khusus untuk penggunaan media sosial
- Periksa daftar teman dan pengikut, lalu hapus pertemanan dengan orang-orang yang membuat Bunda merasa minder atau membandingkan diri sendiri dengannya
Nah, itulah media sosial yang dapat memicu kesehatan mental seseorang dan beberapa tips menggunakannya dengan aman. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Marak Kasus Hoarding Disorder, Psikiater Ungkap Gangguan Mental Orang Suka Simpan Sampah
Mom's Life
Gejala Gangguan Mental Bisa Dilihat dari Foto Profil Medsos, Simak Faktanya
Mom's Life
Cerita Artis Sinetron Cerrelia Raisa Idap 5 Gangguan Mental, Ingin Bunuh Diri Sejak Kecil
Mom's Life
Cara Mendiagnosa Gangguan Mental dengan Tes MMPI, Jangan Asal Tebak Bun
Mom's Life
Apa Itu Mental Block? Kenali Jenisnya dan Cara Mengatasinya
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Becky Tumewu Usai Operasi Mata Akibat Retina Lepas
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Nonton Video Pendek di TikTok-Reels Bikin Bahaya, Ini Kata Ilmuwan
11 Ciri Kepribadian Ganda atau DID, Sering Tidak Disadari
9 Cara Mengenali Diri Sendiri agar Lebih Pede dan Bahagia