Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Harga Plastik Naik hingga 50%, Ini Alternatif yang Bisa Bunda Pakai

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Senin, 06 Apr 2026 10:35 WIB

Ilustrasi Plastik
Ilustrasi Harga Plastik Naik hingga 50%, Ini Alternatif yang Bisa Bunda Pakai/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Atstock Productions
Daftar Isi
Jakarta -

Harga berbagai produk plastik mengalami kenaikan hingga 50 persen, Bunda. Kenaikan harga ini disebabkan karena impor bahan baku plastik yang terganggu akibat perang Timur Tengah.

Penggunaan berbagai macam produk plastik memang tak lepas dari kebutuhan sehari-hari. Tak heran produksi plastik juga meningkat, Bunda.

Menurut studi tahun 2015 yang dilakukan Badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk Program Lingkungan, yaitu United Nations Environment Programme (UNEP), setidaknya 280 juta ton plastik diproduksi secara global tiap tahun. Ironinya, Indonesia menjadi negara penyumbang kedua sampah plastik di dunia dengan total 3,2 juta ton dalam setahun.

Alternatif pengganti plastik

Ketergantungan terhadap produk plastik sebenarnya dapat dicegah dengan mencari alternatif penggantinya. Melansir dari berbagai sumber, berikut telah HaiBunda rangkum 4 alternatif pengganti plastik yang dapat digunakan dalam keseharian agar tidak terjebak dalam kenaikan harga plastik:

1. Tas belanja yang bisa dipakai ulang

Tas belanja plastik bisa diganti dengan tas berbahan lain yang bisa dipakai ulang. Ukurannya beragam sehingga Bunda tidak perlu repot membawanya saat berbelanja. Banyak dari tas belanja ini juga mudah dicuci dan dibersihkan.

Tas belanja yang bisa dipakai ulang umumnya terbuat dari bahan nilon, kanvas, katun, kulit sintetis, karung, bahkan hasil daur ulang kemasan plastik. Harga jual tas belanja ini juga tergolong murah untuk penggunaan jangka panjang.

2. Wadah kaca

Wadah kaca bisa menjadi pengganti wadah plastik. Bunda bisa menggunakannya untuk menyimpan sisa sayur segar atau makanan yang biasa disimpan di wadah plastik.

Wadah kaca ini juga dapat berlaku untuk gelas atau wadah minum. Ketimbang kita berulang kali membeli wadah plastik untuk minum, misalnya membeli kopi atau jus, coba yuk mulai bawa wadah sendiri yang bisa dicuci dan dipakai ulang.

3. Peralatan makan dari besi

Plastik juga biasa dipakai sebagai bahan alat makan seperti sendok, garpu, sampai sedotan. Nah, untuk mengurangi penggunaan plastik, kita bisa mengganti peralatan makan berbahan besi yang pastinya dapat dipakai berulang kali.

Saat ini, sudah banyak peralatan makan dari bahan besi dijual di pasaran. Selain untuk peralatan makan di rumah, wadah dari besi ini juga dapat digunakan untuk tempat bekal makan Si Kecil.

4. Wadah antibocor dengan retsleting

Wadah berbentuk tas yang memiliki retsleting dan antibocor juga bisa dijadikan alternatif untuk tempat menyimpan bahan makanan atau barang-barang di rumah. Selain awet, wadah ini dipastikan aman dan bisa digunakan berulang kali setelah dicuci bersih.

Kenaikan harga plastik hingga 50 persen

Mencari alternatif pengganti plastik bisa menjadi cara untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga. Pasalnya, belakangan harga plastik di pasaran naik hingga 50 persen, Bunda.

Menurut Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (DPP IKAPPI), Reynaldi Sarijowan kenaikan harga plastik terjadi karena Indonesia masih tergantung bahan baku plastik dari impor. Kenaikan harga sudah mulai terjadi sejak bulan Ramadhan lalu.

"Kami pantau sudah cukup lama, pada saat memasuki bulan suci Ramadan harga plastik sudah mulai ada kenaikan. Puncaknya ini harganya yang kami sudah hitung kenaikannya mencapai 50 persen," kata Reynaldi kepada detikcom, Minggu (5/4/2026).

Lantas, berapa harga kenaikan plastik di pasaran saat ini hingga dikeluhkan masyarakat dan pedagang?

TERUSKAN MEMBACA KLIK DI SINI.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda