Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Golongan Darah Ini Berisiko Tinggi Alami Stroke Sebelum Usia 60 Tahun, Simak Faktanya!

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Kamis, 02 Apr 2026 14:40 WIB

Human's hand picking up wooden blocks with blood type alphabet
Ilustrasi golongan darah / Foto: Getty Images/takasuu
Daftar Isi

Bunda mungkin tidak menyangka bahwa faktor sederhana seperti jenis golongan darah bisa berkaitan dengan risiko kesehatan tertentu. Dilansir dari laman Science Alert dan Futura, terdapat penelitian menemukan adanya golongan darah berisiko alami stroke bahkan sebelum seseorang mencapai usia 60 tahun.

Temuan ini membuat para peneliti semakin tertarik menelusuri hubungan antara golongan darah dan risiko penyakit yang bisa menyerang manusia. Pasalnya, beberapa studi menunjukkan bahwa ada golongan darah berisiko alami stroke lebih tinggi dibandingkan yang lain.

Lantas, golongan darah tipe apa yang berisiko alami stroke sebelum usia 60 tahun? Simak informasi selengkapnya di bawah ini, Bunda! 

Penelitian mengungkap ada golongan darah berisiko alami stroke sebelum usia 60 tahun

Sebuah penelitian internasional dari Neurology Journals berjudul Contribution of Common Genetic Variants to Risk of Early-Onset Ischemic Stroke yang dilakukan oleh Thomas Jaworek, dkk, pada tahun 2022 menemukan adanya hubungan antara jenis golongan darah dan risiko stroke pada usia muda. Temuan ini menunjukkan bahwa ada golongan darah berisiko alami stroke bahkan sebelum seseorang mencapai usia 60 tahun. 

Penelitian tersebut menganalisis data genetik dari puluhan studi yang melibatkan banyak partisipan. Hasilnya memberikan petunjuk bahwa faktor biologis seperti golongan darah berisiko alami stroke bisa berperan dalam kesehatan pembuluh darah. 

Para ilmuwan menggabungkan data dari sekitar 48 penelitian genetik yang berbeda. Secara keseluruhan, studi ini melibatkan sekitar 17.000 pasien stroke dan hampir 600.000 orang tanpa stroke sebagai pembanding. 

Seluruh peserta penelitian berusia antara 18 hingga 59 tahun. Rentang usia tersebut dipilih untuk melihat hubungan antara golongan darah berisiko alami stroke yang terjadi lebih awal dalam kehidupan. 

Temuan ini membantu ilmuwan memahami bahwa faktor genetik dapat memengaruhi risiko penyakit tertentu. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa golongan darah berisiko alami stroke bukan satu-satunya penyebab seseorang mengalami stroke. 

Golongan darah A disebut paling berisiko alami stroke dini 

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa golongan darah tertentu memiliki risiko lebih tinggi. Salah satu yang paling menonjol adalah golongan darah A yang disebut sebagai golongan darah berisiko alami stroke pada usia lebih muda. 

Lebih spesifik lagi, variasi genetik bernama A1 pada golongan darah A dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke dini. Orang dengan variasi ini diketahui memiliki peluang lebih tinggi mengalami stroke sebelum usia 60 tahun. 

Analisis genetik menunjukkan bahwa orang dengan gen golongan darah A memiliki sekitar 16 persen risiko lebih tinggi mengalami stroke dini dibandingkan golongan darah lain. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa ada golongan darah berisiko alami stroke yang berkaitan dengan faktor genetik. 

Seorang penulis senior dan ahli neurologi vaskular dari University of Maryland, Dr. Steven Kittner, menjelaskan bahwa jumlah kasus stroke pada usia muda terus meningkat sehingga penelitian seperti ini menjadi sangat penting. Menurut Kittner, banyak penyintas stroke muda harus hidup dengan dampak disabilitas dalam jangka panjang. Oleh karena itu, memahami faktor seperti golongan darah berisiko alami stroke dapat membantu penelitian pencegahan di masa depan. 

Golongan darah O dikaitkan dengan risiko stroke yang lebih rendah 

Menariknya, penelitian yang sama juga menemukan bahwa tidak semua jenis darah memiliki risiko stroke yang tinggi. Dalam beberapa kasus, ada golongan darah yang justru dikaitkan dengan kemungkinan stroke yang lebih rendah. 

Golongan darah O, khususnya subtipe O1, ditemukan memiliki risiko lebih kecil terhadap stroke dini. Hal ini menunjukkan bahwa tidak semua golongan darah berisiko alami stroke dalam tingkat yang sama. 

Data penelitian menunjukkan bahwa pemilik gen golongan darah O1 memiliki sekitar 12 persen risiko lebih rendah mengalami stroke sebelum usia 60 tahun. Temuan ini memberikan gambaran bahwa faktor genetik tertentu bisa memberikan perlindungan alami. Namun, para ahli tetap menekankan bahwa gaya hidup tetap memiliki peran yang jauh lebih besar dibandingkan golongan darah berisiko alami stroke. 

Dengan kata lain, memiliki golongan darah tertentu tidak menjamin seseorang aman dari stroke. Pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi kesehatan tetap menjadi faktor penting yang tidak boleh diabaikan. 

Alasan adanya kaitan antara golongan darah dengan risiko stroke 

Meski hubungan antara golongan darah dan stroke mulai terlihat, para ilmuwan masih berusaha memahami penyebab pastinya. Hingga kini, mekanisme yang membuat golongan darah berisiko alami stroke belum sepenuhnya dipahami. 

Dr. Steven Kittner menjelaskan bahwa kemungkinan besar hal ini berkaitan dengan proses pembekuan darah. Ia mengatakan faktor seperti trombosit dan protein dalam darah mungkin berperan dalam pembentukan gumpalan. 

"Kemungkinan besar hal itu berkaitan dengan faktor pembekuan darah seperti trombosit dan sel-sel yang melapisi pembuluh darah serta protein-protein lain yang beredar, yang semuanya berperan dalam pembentukan bekuan darah," kata Dr. Steven Kittner, dikutip dari Science Alert.

Gumpalan darah tersebut dapat menyumbat aliran darah menuju otak. Ketika aliran darah terhambat, kondisi ini bisa memicu stroke pada seseorang. 

Peneliti juga menemukan bahwa gen yang mengatur golongan darah berada pada lokasi genom tertentu. Lokasi tersebut ternyata berkaitan dengan risiko stroke yang muncul lebih awal. 

Oleh karena itu, para ilmuwan masih terus melakukan penelitian lanjutan. Mereka berharap dapat memahami lebih dalam hubungan antara golongan darah berisiko alami stroke dan mekanisme biologis di dalam tubuh. 

Golongan darah bukan satu-satunya faktor mengalami stroke 

Walaupun penelitian ini menarik perhatian, para ahli tetap mengingatkan agar masyarakat tidak langsung panik. Risiko tambahan pada golongan darah berisiko alami stroke sebenarnya tergolong kecil secara keseluruhan. 

Selain itu, sebagian besar kasus stroke masih terjadi pada usia lanjut. Sekitar tiga dari empat kasus stroke dialami oleh orang berusia di atas 65 tahun. 

Para ilmuwan juga menemukan bahwa hubungan golongan darah dengan stroke lebih terlihat pada kasus stroke dini. Pada stroke yang terjadi setelah usia 60 tahun, hubungan tersebut menjadi jauh lebih lemah. 

Hal ini menunjukkan bahwa penyebab stroke pada usia muda bisa berbeda dengan stroke pada usia tua. Stroke dini lebih sering berkaitan dengan proses pembekuan darah, bukan penumpukan lemak di pembuluh darah. 

Oleh karena itu, para peneliti menegaskan bahwa menjaga gaya hidup sehat tetap menjadi langkah paling penting. Meskipun ada golongan darah berisiko alami stroke, faktor seperti merokok, tekanan darah tinggi, dan kurang aktivitas fisik tetap memiliki pengaruh yang jauh lebih besar. 

Bunda, itulah penjelasan mengenai golongan darah yang berisiko mengalami stroke. Semoga dengan penjelasan ini, Bunda semakin waspada dan selalu menjaga Kesehatan agar tetap tenang untuk menghindari risiko terkena penyakit stroke.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda