Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

11 Kalimat yang Pantang Diucapkan Orang Kaya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 01 Apr 2026 12:29 WIB

Confident businesswoman standing by a private jet, ready for luxurious travel.
Ilustrasi kalimat yang pantang diucapkan orang kaya / Foto: Getty Images/AzmanJaka
Daftar Isi
Jakarta -

Jarang yang menyadari bahwa orang kaya sesungguhnya mungkin lebih pendiam, terutama ketika membahas soal harta. Bahkan, ada beberapa kalimat tertentu yang pantang mereka ucapkan.

Menjadi kaya tentu membutuhkan lebih dari sekadar pekerjaan bergaji tinggi, peluang, pengetahuan tentang investasi, atau bahkan terlahir dalam keluarga kaya.

Meskipun semua hal ini dapat membantu, orang-orang yang berhasil memperoleh kekayaan, dan mempertahankannya, sering kali memiliki pola pikir keuangan yang berbeda dari orang lain.

11 Kalimat yang pantang diucapkan orang kaya

Berikut beberapa kalimat yang mungkin pantang disampaikan orang kaya dalam percakapan sehari-hari:

1. “Aku tidak punya uang”

Bunda mungkin pernah mendengar ungkapan ini diucapkan setelah seseorang membeli tiket konser atau menghabiskan banyak uang untuk makan siang mewah.

Sebagian besar waktu, mereka hanya menggunakan drama untuk mengurangi rasa tidak nyaman dari pilihannya.

Dilansir dari laman Vegoutmag, orang-orang yang benar-benar mapan secara finansial cenderung menghindari bahasa seperti ini karena mereka memahami bahwa kata-kata membentuk identitas.

2. “Aku tidak memeriksa label harga”

Bahkan orang terkaya sekalipun, jika mereka cerdas, akan memperhatikan harga suatu barang. Mereka akan mencari nilai terbaik, yang mungkin berarti membayar lebih untuk produk berkualitas tinggi yang tidak perlu diganti.

Mereka akan mengevaluasi pilihan yang ada dan melihat bagaimana hal itu sesuai dengan anggaran dan rencana jangka panjang mereka.

3. “Aku tidak perlu mengatur anggaran uang aku sendiri”

Orang yang benar-benar kaya tentu akan membuat anggaran untuk mengatur keuangannya. Namun, berbeda dengan mereka yang hanya pura-pura.

4. “Aku sudah memberi tahu kamu berapa harganya?”

Ada jenis pamer tertentu yang tampak sebagai kerendahan hati palsu. Ketika orang terus-menerus membicarakan harga, sebenarnya yang mereka bicarakan adalah status.

Orang kaya yang hidup tenang biasanya melakukan hal sebaliknya. Mereka mungkin memang memiliki barang-barang berkualitas, tetapi mereka jarang memprioritaskan harga, dan lebih peduli pada fungsi, kesesuaian, dan apakah barang tersebut sesuai dengan nilai-nilainya.

5. “Uang membuatku stres, aku bahkan tidak mau memikirkannya”

Orang dengan keuangan stabil mungkin terkadang merasa pengelolaan uang membosankan, tetapi mereka jarang menghindarinya.

Mereka memeriksa rekening, mengajukan pertanyaan, membaca detail perjanjian, dan memperlakukan uang seperti alat yang perlu dirawat, bukan seperti monster di bawah tempat tidur yang menakutkan.

6. “Aku lebih berhak atas ini daripada orang lain”

Hal ini biasanya tidak diungkapkan secara langsung, melainkan terselubung melalui perbandingan yang halus.

Orang kaya yang hidup tenang jarang berbicara seperti ini, setidaknya tidak di hadapan banyak orang. Banyak dari mereka menyadari, pada tingkat tertentu, keberuntungan, waktu yang tepat, kesehatan, dan hak istimewa berperan di samping usaha.

Mereka mungkin bangga dengan pekerjaannya, tetapi mereka berhati-hati agar tidak terdengar sombong.

7. “Aku akan senang jika aku mencapai (angka yang lebih besar)”

Banyak orang yang mapan secara finansial akhirnya menyadari bahwa kalimat tersebut adalah sebuah jebakan.

Mereka mungkin masih memiliki tujuan, tentu saja, tetapi kebahagiaan sehari-hari mereka menjadi kurang terkait dengan tingkat pendapatan tertentu dan lebih terkait dengan bagaimana mereka menghabiskan waktu, dengan siapa bergaul, dan apakah uang mereka mendukung nilai-nilainya.

8. “Orang seperti kita tidak mampu membeli hal-hal seperti itu”

Orang kaya yang hidup tenang sangat berhati-hati dalam menyatakan identitasnya. Mereka jarang membatasi diri dalam kotak-kotak seperti itu karena tahu betapa cepatnya itu bisa berubah menjadi batasan.

9. “Itu pemborosan”

Orang dengan kekayaan yang stabil tahu bahwa nilai itu bersifat pribadi. Apa yang terasa seperti pemborosan bagi satu orang mungkin sangat bermakna bagi orang lain.

Mereka memahami bahwa anggaran mencerminkan nilai-nilai, tanggung jawab, dan tahapan kehidupan.

10. “Aku akan mengerjakannya sendiri untuk menghemat uang”

Tips hemat uang umum untuk kelas menengah meliputi menangani sendiri hal-hal seperti perawatan taman, perawatan mobil, dan bahkan perawatan kuku atau potong rambut daripada menyewa jasa profesional.

Namu, orang kaya mungkin akan berkata, “Waktu saya terlalu berharga untuk dihabiskan pada sesuatu yang dapat dilakukan orang lain dengan lebih cepat dan lebih baik.”

11. “Aku akan beli sekarang dan memikirkannya nanti”

Orang-orang kaya sering kali lama berpikir ketika mereka ingin membeli sesuatu. Mereka fokus pada tujuan dan hasil jangka panjang daripada kepuasan sesaat.

Nah, itulah beberapa kalimat yang pantang diucapkan orang yang benar-benar kaya. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda