moms-life
5 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga dan Alokasinya di Tengah Kondisi Ekonomi saat Ini
HaiBunda
Sabtu, 04 Apr 2026 09:10 WIB
Daftar Isi
Tak dapat dipungkiri bahwa mengatur keuangan rumah tangga di tengah kondisi ekonomi saat ini bisa menjadi tantangan yang dirasakan banyak keluarga. Namun, Bunda tak perlu khawatir karena ada beberapa cara mudah yang dapat diikuti menurut pakar keuangan.
Kenaikan harga kebutuhan, perubahan situasi global, hingga ketidakpastian pendapatan sering kali membuat perencanaan keuangan perlu dilakukan dengan lebih cermat.
Lebih dari sekadar memenuhi kebutuhan sehari-hari, Bunda juga perlu memastikan ada alokasi untuk tabungan dan rencana masa depan. Dengan menentukan strategi yang tepat, pengeluaran dapat dikendalikan tanpa harus mengorbankan hal-hal penting lainnya.
5 Cara mengatur keuangan rumah tangga dan alokasi yang tepat
Untuk mempermudah tugas Bunda, Career & Financial Coach, Atu Kusno membagikan panduan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
1. Identifikasi pengeluaran wajib
Langkah pertama yang sering diabaikan adalah memahami ke mana uang sebenarnya pergi setiap bulan. Padahal, tanpa mengidentifikasi hal ini, mustahil membuat perencanaan yang akurat.
Dalam hal ini, Atu menjelaskan ada lima komponen utama dari pengeluaran rutin, yakni sandang, pangan, papan, utilitas, dan konektivitas.
“Tiga komponen pertama pastinya sudah tidak asing lagi ya. Kalau utilitas itu misalnya tagihan listrik dan air. Kalau konektivitas pastinya pulsa telepon dan internet. Sudah bukan barang asing lagi in this economy,” tutur Atu kepada HaiBunda, Jumat (27/3/2026).
“Dalam situasi apapun, sudah harus dan wajib hukumnya untuk tahu berapa jumlah dana yang harus dialokasikan untuk kelima komponen tersebut,” ungkapnya.
2. Hitung pengeluaran dan pendapatan sesuai kebutuhan
Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda tergantung dengan situasi dan kondisi yang dialami. Oleh karena itu, penting untuk menghitungnya secara personal, bukan hanya sekadar menebak, Bunda.
“Tentunya jumlah dari setiap orang akan berbeda-beda berdasarkan situasi masing-masing. Yang single pastinya berbeda dengan yang menikah dan punya anak. Belum lagi para sandwich generation, tentunya ada komponen lain yang harus dialokasikan dananya,” ujar Atu.
3. Terapkan prinsip anggaran positif
Setelah itu, membuat anggaran yang bersifat positif. Artinya, pengeluaran harus selalu lebih kecil daripada pendapatan.
“Biasanya, jumlah total pendapatan itu sangatlah mudah dihitung, karena ya sumbernya biasanya hanya satu atau dua saja. Yang sulit adalah menghitung pengeluaran karena jumlahnya pasti lumayan banyak,” tuturnya.
4. Gunakan pola menabung: Sisihkan di awal, bukan sisa
Atu menyarankan Bunda untuk menggunakan prinsip menabung di awal, bukan sisa di belakang. Artinya, alokasikan tabungan terlebih dahulu secara rutin, di luar dari lima komponen di atas.
“Katakanlah, sudah dihitung nih pengeluaran dari kelima komponen tersebut dan hasilnya pas dan tak bersisa. Terus, enggak bisa nabung dong? Ya jangan gitu juga sih. Prinsip menabung itu adalah alokasi di awal dan bukan karena ada sisa di belakang,” ujar Atu.
“Artinya, ya kalau mau menabung, harus dialokasikan ke dalam salah satu pengeluaran rutin, di luar dari kelima komponen tersebut. Kalau belum menabung, sudah mendapatkan hitungan yang pas seperti itu, artinya ya pengeluaran dari kelima komponen tersebut harus dievaluasi lagi, dilihat mana yang memang benar-benar wajib atau hanya sekedar keinginan saja. Kalau memang tidak perlu ya dihilangkan saja dan bisa diganti sebagai alokasi dana menabung,” jelasnya.
5. Gunakan komposisi ideal sebagai target
Ada beberapa referensi yang bisa Bunda gunakan dalam membuat anggaran. Namun, Atu menyarankan untuk menggunakan pola 50-30-20.
“Namun, yang biasa digunakan adalah 50 persen untuk kelima komponen utama pengeluaran rutin, 30 persen untuk cicllan utang dan 20 persen untuk menabung dan investasi,” ujar Atu.
Namun dalam kenyataannya, masih banyak yang kesulitan untuk bisa mengaplikasikan komposisi tersebut.
“Tak apa-apa, jadikanlah itu sebagai tujuan, dicicil pelan-pelan dan utamakan untuk mengurangi porsi cicilan utang sembari terus mencari cara untuk meningkatkan pendapatan rutin,” ungkapnya.
Nah, itulah beberapa cara mengatur keuangan rumah tangga yang dapat Bunda ikuti dari pakar keuangan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
5 Tips Investasi yang Menguntungkan dan Aman di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global, IRT Juga Bisa
Mom's Life
6 Cara Menjaga Keuangan Keluarga Tetap Aman di Tengah Kondisi Ekonomi Sulit Menurut Pakar
Mom's Life
4 Hal yang Perlu Bunda Miliki di Umur 30 Tahun agar Tak Miskin Mendadak
Mom's Life
Wow! Gaji Lulusan IPDN Rp28 Juta, Begini Cara Bijak Atur Keuangan
Mom's Life
Unik, Cara Tanya Larasati Mengatur Keuangan Keluarga Lewat Bunda #PunyaPower
Mom's Life
Gaji ke-13 Sebaiknya Dialokasikan untuk Apa Saja?
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Gemar Belanja di TikTok Bun? Simak 3 Tips Hindari Penipuan Online yang Sedang Marak
5 Alasan Pentingnya Bicara Keuangan Sebelum Menikah, Pernahkah Dilakukan oleh Bunda dan Ayah?
6 Cara Menjaga Keuangan Keluarga Tetap Aman di Tengah Kondisi Ekonomi Sulit Menurut Pakar