moms-life
Pulau Terpadat di Dunia Ini Jadi Rebutan, Ada Tempat Hiburan di Tengah Laut
HaiBunda
Selasa, 31 Mar 2026 09:50 WIB
Bunda sudah pernah mendengar Pulau Migingo? Pulau kecil yang berlokasi di Afrika ini berukuran sekitar 2.000 meter persegi, sebesar lapangan sepak bola profesional.
Migingo digambarkan oleh France 24 sebagai salah satu pulau terpadat di dunia, meskipun secara resmi tidak menyandang gelar itu.
Pulau ini dipenuhi dengan mozaik rumah-rumah yang dibangun dengan lembaran seng bergelombang. Sensus tahun 2009 mencatat populasi pulau ini sebanyak 131 jiwa, yang berarti kepadatan penduduknya sekitar 65.500 jiwa per kilometer persegi, termasuk yang tertinggi di dunia.
Beberapa laporan menyebutkan jumlahnya bisa mencapai 500 orang, meskipun tingginya jumlah orang yang tinggal dalam jangka pendek dapat menyulitkan untuk memperkirakannya.
Pulau kecil itu konon memiliki sejumlah bar, salon rambut, serta klinik kecil tempat seorang perawat menangani masalah ringan.
Namun, untuk masalah medis yang lebih serius, penduduk harus melakukan perjalanan ke daratan Kenya.
Selain itu, pulau ini kekurangan infrastruktur penting seperti air bersih dan sistem pembuangan limbah, sehingga kehidupan di pulau ini sangat sulit, meskipun pulau ini memainkan peran penting dalam perekonomian lokal.
Pulau Migingo direbutkan Kenya dan Uganda
Meskipun masih memiliki kekurangan, Pulau Migingo diperebutkan oleh Kenya dan Uganda. Keduanya sama-sama mengklaim kepemilikan pulau tersebut.
Dilansir dari laman Aljazeera, menurut seorang peneliti senior di kantor Pretoria dari Institute for Security Studies, Migingo dulunya hanya sebuah batu yang menjorok keluar dari air sebelum danau mulai surut pada awal 1990-an.
Hasil tangkapan ikan telah sangat berkurang selama bertahun-tahun di komunitas nelayan di sekitar Danau Victoria karena penangkapan ikan berlebihan dan invasi tanaman eceng gondok yang menghalangi transportasi di danau dan akses ke pelabuhan.
Namun, spesies yang semakin menguntungkan seperti ikan kakap Nil masih melimpah di perairan dalam sekitar Migingo, menjadikannya sebagai pusat perikanan yang berharga dan unik.
Uganda mulai mengirim polisi bersenjata dan marinir ke Migingo untuk memungut pajak dari nelayan dan menawarkan perlindungan terhadap bajak laut pada tahun 2004 ketika pulau itu masih hampir tidak berpenghuni .
Para nelayan Kenya mulai mengeluh bahwa mereka dilecehkan oleh pasukan Uganda karena berbagai alasan, termasuk penangkapan ikan ilegal di perairan Uganda. Sebagai tanggapan, pemerintah Kenya mengerahkan marinir ke Migingo, sebuah tindakan yang hampir menyebabkan bentrokan antara kedua negara.
Ketika pemukiman manusia mulai meningkat di pulau itu, Kenya dan Uganda memutuskan untuk membentuk komite bersama untuk menentukan perbatasan pada tahun 2016, dengan mengandalkan peta yang berasal dari tahun 1920-an. Namun, komite tersebut belum menghasilkan apa pun.
Sementara itu, pulau tersebut dikelola bersama oleh kedua negara, tetapi ketegangan kadang-kadang muncul, dengan beberapa nelayan setempat menyebutnya sebagai ‘Perang terkecil di Afrika’.
“Mereka belum memutuskan siapa pemilik pulau ini,” ujar nelayan Uganda, Eddison Ouma. “Ini adalah tanah tak bertuan”.
Berkat ekspor yang berkelanjutan ke Uni Eropa dan meningkatnya permintaan ikan nila di Asia, di mana gelembung renangnya, yang juga dikenal sebagai perut ikan, dianggap sebagai makanan lezat, ikan besar ini telah menjadi ekspor bernilai jutaan dolar yang lebih besar lagi.
Nah, itulah informasi selengkapnya terkait Pulau Migingo yang menjadi pulau terpadat di dunia. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/pri)TOPIK TERKAIT
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Fakta Suloszowa, Desa Viral yang Semua Penduduknya Tinggal dan Bekerja di Satu Jalan Panjang
Rumah Paling Unik hingga Aneh di Dunia, Ada yang Berbentuk Serangga
House of Tugu Jakarta Jadi Salah Satu Tempat Terbaik Dunia 2026, Intip Isi di Dalamnya