Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Curhat Margin W Trauma Body Shaming Sejak Melahirkan, Tak Ingin Terulang Saat Lebaran

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Minggu, 22 Mar 2026 20:20 WIB

Margin Wieheerm
Margin Wieheerm/ Foto: Instagram @marginw
Jakarta -

Artis cantik Margin Wieheerm ternyata sempat menjadi korban body shaming, Bunda. Hal ini diungkap Margin dalam unggahan di akun Thread-nya belum lama ini.

Margin mengungkap bahwa ia menjadi korban body shaming di momen Lebaran atau tepatnya sejak melahirkan putri semata wayangnya Guzelim Aracelli Ali Syakieb, pada tahun 2021. Komentar negatif tentang bentuk tubuh ini sampai membuat Margin trauma untuk bertemu dengan orang lain.

Nah, di momen Lebaran tahun ini, Margin berharap ia tidak lagi menjadi korban body shaming. Istri aktor Ali Syakieb ini tampaknya sudah lelah menghadapi nyinyir terkait kondisi fisiknya usai melahirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


"Semoga lebaran tahun ini ga di body shaming lagii, Aamiin," tulis Margin, di akun @marginnw.

"Lahir anak 2021 dari lebaran tahun 2022 sampe 2024 ga berhenti di body shaming hwaaa bikin trauma ketemu orang," sambungnya.

Dalam unggahan ini, Margin menanggapi satu komentar dari netizen yang juga curhat pernah mengalami body shaming. Dalam tanggapannya, Margin menceritakan soal pengalaman saat ia dihadapkan dengan pertanyaan 'shaming' usai melahirkan.

"Kakk aku pernah dibilang "yampun sekarang gemuk lagi ya makin ageung" ku aku dijawab "iya bu alhamdulillah daripada anak ibu begeng," tulis akun @sh***.

"Samaaa aku juga digituin "gak salah badannya sekarang" which is baru 6 bulan after lahiran antara bingung mau jawab apa sama ga tahan mau nangis kwkwkwkw dahlah bingung, padahal dia juga seorang ibu ko bisa ya ngomong begitu," jawab Margin.

Menghadapi body shaming memang tak mudah, terutama bagi seorang ibu baru. Lantas, apa yang harus dilakukan bila seorang Bunda menjadi korban body shaming?

Simak penjelasan dari Bubun berikut ini ya!

Cara menghadapi body shaming

Cara terbaik untuk menghadapi body shaming adakah dengan tidak mengindahkannya. Bila seorang Bunda terus memikirkannya, hal tersebut hanya akan berdampak buruk pada pola pikir dalam pengasuhan anak.

Psikolog asal Amerika Serikat, Susan Newman, Ph.D, mengatakan bahwa kritikan dan hujatan dapat membuat seorang ibu tidak yakin dengan pilihannya. Ibu juga dapat kehilangan rasa percaya diri dalam menjalani pola pengasuhan ke anaknya.

"Cara mudah adalah dengan tidak mempedulikan komentar itu. Bila kita memikirkan segala kritikan itu, si pemberi komentar justru akan merasa lebih baik. Jadi nikmati, diamkan, dan jangan terlalu dipikirkan," ujar Newman, dikutip dari laman Psychology Today.

Saat menjadi korban body shaming, Bunda juga dapat membentuk pola pikir baru yang lebih positif. Salah satunya dengan mulai mencintai diri sendiri.

Dilansir Cheat Sheet, berikut beberapa cara untuk belajar mencintai diri sendiri bila Bunda menjadi korban body shaming:

  • Berhenti mengkritik diri sendiri.
  • Perlakukan diri sendiri dengan baik, sebagaimana Bunda memperlakukan orang lain.
  • Lebih memerhatikan bagaimana perasaan Bunda.
  • Berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain.
  • Lakukan sesuatu yang membuat Bunda merasa lebih baik.

Demikian cerita Margin Wieheerm tentang pengalamannya menjadi korban body shaming usai melahirkan, serta cara menghadapi nyinyir orang terkait fisik. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda