Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

3 Kalimat yang Tak Lagi Diucapkan Orang Bahagia, Bisa Menghambat Hubungan

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 25 Mar 2026 10:15 WIB

asian Chinese woman walking beside riverbank in the morning with smart phone
Ilustrasi kalimat yang tak lagi diucapkan orang bahagia, bisa menghambat hubungan / Foto: Getty Images/Edwin Tan
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, komunikasi menjadi fondasi utama dalam menjaga keharmonisan hubungan, baik pada fase awal maupun setelah berkomitmen jangka panjang. Adapun sejumlah kalimat yang tak lagi diucapkan orang bahagia karena bisa menghambat hubungan.

Banyak pasangan tanpa sadar menggunakan kalimat sederhana yang terdengar sepele, padahal dapat menciptakan jarak emosional dan memicu kesalahpahaman.

Ungkapan seperti, “baik-baik saja” atau “tidak apa-apa” yang kerap terucap secara otomatis justru berpotensi merusak kualitas interaksi, sehingga penting untuk memahami dampaknya demi menjaga hubungan tetap terjaga.

3 Kalimat yang dihindari orang bahagia

Bunda yang bahagia menjalani hubungan mungkin akan menghindari beberapa kalimat berikut ini dalam percakapan dengan pasangan. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah konflik:

1. “Semuanya baik-baik saja”

Dilansir dari laman Your Tango, komunikasi adalah salah satu elemen terpenting dalam hubungan, dan dengan menggunakan pernyataan yang terlalu umum, dapat mempersingkat percakapan sebelum dapat dimulai.

Jika tertarik untuk melakukan percakapan yang mendalam, jawaban Bunda harus memberi ruang untuk pertumbuhan.

Kedalaman apa yang dikatakan membentuk kualitas apa yang akan diterima sebagai balasan. Penelitian telah menemukan bahwa kualitas komunikasi pasangan berhubungan langsung dengan kepuasan hubungan tersebut.

2. “Aku baik-baik saja”

Bersikap terlalu umum justru dapat menimbulkan keraguan. Apakah Bunda benar baik-baik saja? Apakah semuanya benar-benar baik-baik saja? Pasti ada sesuatu yang menarik terjadi hari ini.

Berhenti mengatakan hal-hal umum seperti itu, dan mulailah untuk membicarakan sesuatu yang sebenarnya terjadi. Jika tidak berbagi tentang apa yang terjadi pada Bunda, tentu saja pasangan tidak akan bisa mencoba memahami apa yang dirasakan.

Berbagi pikiran dan perasaan Bunda yang sebenarnya dengan pasangan bukan hanya hal yang menyenangkan untuk dilakukan, itulah yang membangun kedekatan.

Menurut penelitian tentang Interpersonal Process Model of Intimacy, pengungkapan diri adalah salah satu dari dua mekanisme mendasar yang membangun hubungan yang intim dengan pasangan.

Pengungkapan diri yang lebih besar juga secara konsisten dikaitkan dengan kepuasan hubungan, cinta, dan komitmen yang lebih tinggi, Bunda.

3. “Tidak apa-apa”

Jika tidak ada ruang bagi percakapan untuk berkembang (dan Bunda menciptakan keraguan dengan generalisasi sendiri), Bunda menutup diri dari pasangan.

Tanpa disadari, Bunda baru saja mengabaikan ketertarikan mereka, dan Bunda melatih mereka untuk tidak bertanya kembali.

Sebuah studi tahun 2022 menemukan bahwa untuk setiap pasangan, komunikasi yang memburuk dari waktu ke waktu secara konsisten memprediksi penurunan kepuasan hubungan di masa depan.

Artinya, kebiasaan yang Bunda bangun hari ini secara diam-diam dapat membentuk ke mana hubungan akan berakhir nantinya.

Tips membangun komunikasi yang baik dengan pasangan

Ungkapan-ungkapan umum tersebut secara perlahan dapat mengikis hubungan, tetapi Bunda dapat membuat perbedaan dalam cara berkomunikasi. Pertanyaan umum akan dijawab dengan jawaban umum.

Jika lebih spesifik dalam berkomunikasi, Bunda akan mendapatkan jawaban yang lebih spesifik dan dapat dikembangkan menjadi sebuah percakapan yang bermakna.

Hindari bertanya, “bagaimana harimu?”. Sebaliknya, tanyakan pasangan, “bagaimana pertemuanmu hari ini dengan klien baru?”. Jika masih mendapatkan jawaban umum, ajukan pertanyaan lanjutan seperti, “apakah mereka setuju dengan rencana tersebut?”.

Menjawab dan bertanya lebih spesifik dan jujur dapat mempertahankan hubungan dan pasangan lebih langgeng.

Nah, itulah beberapa kalimat yang tidak lagi diucapkan orang bahagia karena dapat merusak hubungan. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda