Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

10 Sifat Langka yang Menjadi Ciri Suami Terbaik Menurut Psikolog

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Minggu, 22 Mar 2026 15:10 WIB

Relaxed asian couple using a digital tablet while relaxing together on sofa at home..
Ilustrasi sifat langka yang menjadi ciri suami terbaik menurut psikolog / Foto: Getty Images/PrathanChorruangsak
Daftar Isi

Tidak semua orang sempurna. Namun ada beberapa sifat langka yang menurut psikolog merupakan ciri suami terbaik. Apakah pasangan Bunda termasuk?

Banyak orang mengira bahwa pasangan ideal adalah seseorang yang memiliki selera, hobi, dan kebiasaan sama persis dengan dirinya. Padahal para psikolog menilai kesamaan total bukanlah kunci utama dalam membangun pernikahan yang langgeng.

Justru yang lebih penting kecocokan atau kompatibilitas dalam menjalani kehidupan bersama. Hubungan yang sehat biasanya dibangun oleh pasangan yang mampu saling melengkapi, memiliki kesiapan emosional, serta mampu bekerja sama menghadapi berbagai tantangan rumah tangga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Sejumlah penelitian psikologi juga menunjukkan bahwa ada beberapa sifat langka yang sering dimiliki oleh suami yang mampu menjaga pernikahan tetap harmonis. 

Sifat langka yang menjadi ciri suami terbaik

Mengutip Your Tango, berikut deretan sifat langka yang menjadi ciri suami terbaik menurut psikolog.

1. Punya nilai hidup yang sejalan dengan pasangan

Nilai hidup merupakan prinsip dasar yang membentuk cara seseorang menjalani kehidupannya. Nilai ini bisa berkaitan dengan pandangan tentang keluarga, keuangan, pendidikan anak, hingga tanggung jawab dalam rumah tangga.

Sebuah penelitian tahun 2023 menyebutkan bahwa kesamaan nilai inti antara pasangan menjadi indikator penting keberhasilan pernikahan jangka panjang. Ketika suami dan istri memiliki pandangan yang sejalan mengenai hal-hal penting, mereka cenderung lebih mudah mengambil keputusan bersama dan menghormati perspektif satu sama lain.

2. Punya kedewasaan emosional

Suami yang baik umumnya memiliki kecerdasan emosional yang tinggi. Ia mampu mengendalikan emosi, tidak mudah bereaksi secara impulsif dan dapat menghadapi masalah dengan kepala dingin.

Penelitian yang mengamati pasangan menikah selama 10 tahun menemukan bahwa kecerdasan emosional menyumbang sekitar 40,8% terhadap kepuasan pernikahan. Artinya, kemampuan mengelola emosi sangat berpengaruh pada kualitas hubungan jangka panjang.

3. Menghargai dan menerima pasangan apa adanya

Rasa dihargai merupakan kebutuhan emosional penting dalam hubungan. Ketika seorang suami mampu menunjukkan apresiasi melalui kata-kata maupun tindakan, pasangan akan merasa dicintai dan dihargai.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality menunjukkan bahwa perasaan dihargai merupakan salah satu faktor utama yang membuat seseorang merasa bahagia dalam hidup. Suami yang baik tidak hanya menghargai kelebihan pasangan, tapi juga menerima kekurangannya.

4. Punya selera humor yang sehat

Humor sering dianggap sepele, namun sebenarnya memiliki peran besar dalam hubungan. Pasangan yang bisa tertawa bersama cenderung lebih mampu menghadapi masalah tanpa memperbesar konflik.

Riset dalam jurnal Psychological Reports menunjukkan bahwa kemampuan melihat sisi humor dalam situasi sulit membantu pasangan melewati masa-masa sulit dalam hubungan. Dengan humor yang sehat, pertengkaran kecil tidak akan berkembang menjadi konflik besar.

5. Melihat pasangan sebagai rekan hidup

Suami terbaik tidak melihat istrinya sebagai pihak yang lebih rendah atau sekadar pelengkap. Ia memandang pasangan sebagai mitra yang setara dalam menjalani kehidupan.

Penelitian dalam Journal of Family Psychology menunjukkan bahwa hubungan yang sehat ditandai oleh keseimbangan kekuatan dan rasa saling menghormati. Suami yang baik memahami bahwa setiap keputusan penting seharusnya dibicarakan bersama.

6. Tetap menunjukkan ketertarikan pada pasangan

Hubungan yang bahagia tidak berhenti pada masa awal pacaran atau pernikahan saja. Suami yang baik tetap menunjukkan ketertarikan pada pasangan meskipun usia pernikahan sudah berjalan lama.

Sebuah studi mengenai kepuasan pernikahan dan aktivitas bersama menunjukkan bahwa pasangan yang saling mendukung minat satu sama lain cenderung memiliki hubungan yang lebih harmonis. Bahkan sekadar mencoba hobi pasangan dapat mempererat kedekatan emosional.

7. Mampu berkomunikasi dengan baik

Komunikasi merupakan fondasi utama dalam hubungan. Tanpa komunikasi yang sehat, perasaan yang dipendam bisa berubah menjadi kekecewaan, bahkan konflik berkepanjangan.

Penelitian dalam Journal of Marriage and Family menegaskan bahwa kualitas komunikasi memiliki peran penting dalam keberlangsungan pernikahan. Pasangan yang mampu berdiskusi dengan terbuka biasanya lebih mudah menyelesaikan masalah.

8. Diterima oleh keluarga dan teman dekat

Persetujuan dari keluarga dan teman sering kali menjadi indikator bahwa seseorang benar-benar cocok dengan pasangan kita.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Family Social Work menjelaskan bahwa orang-orang terdekat sering kali mampu melihat tanda bahaya dalam hubungan secara lebih objektif. Jika mereka menyukai pasangan kita, hal tersebut bisa menjadi pertanda hubungan yang sehat.

9. Mengajak pasangan untuk terus berkembang

Suami yang baik tidak hanya mendukung minat pasangan, tapi juga mengajak pasangannya untuk belajar hal baru. Ia bisa memperkenalkan hobi, pengetahuan, atau pengalaman yang memperkaya kehidupan bersama.

Hal ini juga berkontribusi pada pertumbuhan pribadi dalam pernikahan. Dengan saling berbagi pengalaman dan pengetahuan, pasangan dapat terus berkembang sepanjang hidup mereka.

10. Dapat dipercaya

Kepercayaan merupakan pondasi utama dalam hubungan jangka panjang. Suami yang dapat dipercaya selalu berusaha konsisten antara ucapan dan tindakan.

Ia menepati janji, bersikap jujur, dan dapat diandalkan dalam berbagai situasi. Kepercayaan yang dibangun secara konsisten membuat pasangan merasa aman dan nyaman dalam menjalani pernikahan.

Para psikolog menilai bahwa tidak ada manusia yang sempurna, termasuk dalam pernikahan. Namun memiliki pasangan yang menunjukkan sifat-sifat di atas dapat menjadi tanda bahwa seseorang memiliki potensi menjadi suami yang baik.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda