Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

11 Kalimat Cerdas saat Menghadapi Orang yang Menyadari Kesalahan tapi Belum Minta Maaf

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 23 Mar 2026 06:50 WIB

Two young Asian woman are focused on working
Ilustrasi kalimat cerdas saat menghadapi orang yang menyadari kesalahan tapi belum minta maaf / Foto: Getty Images/SunnyVMD
Daftar Isi
Jakarta -

Menetapkan batasan dengan orang yang tidak bisa menghargai tentu sangat penting. Ada sejumlah kalimat cerdas yang mungkin dapat Bunda sampaikan ketika menyadari kesalahan seseorang yang belum minta maaf.

Para ahli dari Harvard Health mengungkap bahwa permintaan maaf adalah mengakui kesalahan, menjelaskan perspektif, menyampaikan penyesalan, dan memperbaiki kesalahan.

Namun, beberapa orang yang dipengaruhi oleh kesombongan dan rasa superioritas yang keliru menolak untuk berdamai dengan orang yang telah mereka sakiti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Untungnya, ada beberapa ungkapan cerdas yang dapat digunakan ketika seseorang berutang maaf kepada Bunda yang dapat memicu penyelesaian masalah dan mengingatkan orang akan rasa hormat yang diharapkan dalam suatu hubungan.

11 Kalimat cerdas saat orang lain berutang maaf

Berikut beberapa kalimat cerdas yang dapat Bunda sampaikan ketika menghadapi orang yang menyadari kesalahan tapi belum minta maaf:

1. “Aku tidak akan lagi menoleransi perilaku ini”

Penting untuk diingat bahwa tidak perlu meminta maaf dalam situasi ini. Menetapkan atau menegaskan kembali batasan Bunda adalah sesuatu yang seharusnya dilakukan dengan percaya diri.

Bunda tidak berutang permintaan maaf kepada siapa pun, terutama jika mereka berulang kali meremehkan perasaan dan membuat Bunda merasa tidak dihargai.

Dilansir dari laman Your Tango, menurut pelatih neurodiversitas Jo Nash, menetapkan batasan tidak selalu nyaman karena membutuhkan bahasa yang tegas yang tidak mudah dilakukan semua orang. Namun, kalimat ini mewujudkan nada tegas tanpa menuduh.

2. “Tanpa mengakui perilaku kamu, di sinilah aku akan berhenti”

Menurut para penulis buku The Accountability of Conduct, sudah menjadi sifat manusia untuk mencari ‘seseorang yang disalahkan’ ketika terjadi kesalahan.

Bahkan ketika perilaku atau ucapan mereka yang keliru memicu konflik, orang-orang tanpa kemampuan mengatur emosi atau keterampilan introspeksi mengandalkan upaya membuat orang lain merasa bersalah atau menegaskan diri sebagai korban untuk mengatasi ketidaknyamanan mereka.

Bunda dapat menggunakan bahasa yang tegas untuk menetapkan batasan ruang, membuka pintu untuk permintaan maaf tanpa perlu mendambakannya dalam setiap percakapan atau interaksi.

3. “Saya mengharapkan rasa saling menghargai dalam hubungan ini”

Saling menghormati tetap penting dalam semua interaksi, baik secara sosial, antarpribadi, maupun profesional.

Namun, seperti yang disarankan oleh sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Policy Development and Research, saling pengertian dan kesadaran sama pentingnya.

Meskipun mungkin terasa berat, terutama dengan seseorang yang berada dalam hubungan pasif dengan Bunda, sebuah kalimat sederhana seperti ini dapat membantu Bunda

4. “Saya memilih untuk tidak berinteraksi dengan kamu sampai saya merasa batasan saya dihormati”

Jangan biarkan batasan Bunda goyah saat orang lain merasa tidak nyaman. Jika memutuskan kontrak atau menjauhi seseorang adalah yang dibutuhkan untuk merasa berdaya, tidak seorang pun boleh menghentikan Bunda untuk menetapkan batasan itu.

5. “Saya tidak akan terus bersikap seolah-olah semuanya baik-baik saja”

Perilaku menyenangkan orang lain tidak hanya toxic, tetapi juga merugikan kesejahteraan emosional seseorang.

Dengan mengingatkan orang-orang di sekitar bahwa Bunda tidak bersedia menjalani hubungan tanpa petanggungjawaban, Bunda melindungi diri sendiri dan menegaskan kembali batasan yang penting.

6. “Pilihan dan tindakanmu berdampak pada orang lain”

Menurut para ahli dari Princeton, menegur perilaku tidak hormat sering kali tidak menghasilkan solusi yang diharapkan di tengah konflik atau setelah komentar yang menyakitkan.

Namun, ‘menegur’ perilaku buruk ini dapat membantu menegaskan kembali batasan-batasan penting.

7. “Mari kita bicarakan bagaimana kita akan melangkah maju dari sini”

Dengan menanggapi komentar, perilaku toxic, dan sikap merendahkan pada saat itu juga, bersamaan dengan solusi untuk melangkah maju, terutama jika seseorang enggan meminta maaf, Bunda dapat melindungi kesejahteraan emosional diri sendiri.

8. “Langkah apa yang kamu ambil untuk memastikan hal ini tidak terjadi lagi?”

Orang yang takut bertanggung jawab atau meminta maaf atas kesalahan mereka sering kali dengan rasa tidak aman internal yang dipicu oleh rendahnya harga diri atau kecemasan mereka.

Dengan menyarankan jalan yang jelas, Bunda dapat menemukan kejelasan untuk melangkah maju, baik dalam sebuah hubungan maupun dalam menciptakan jarak.

9. “Kamu tidak perlu bertanggung jawab atas tindakan jika ingin maju bersama”

Meskipun mengakui kesalahan mereka tidak akan mudah, Bunda dapat menjauhkan diri dari memikirkan permintaan maaf di masa depan atau membangun rasa dendam yang tidak perlu dalam hubungan Bunda.

Katakan kepada mereka apa yang Bunda butuhkan, lalu tetapkan batasan yang jelas tentang apa yang terjadi jika mereka memilih untuk tidak meminta maaf.

10. “Ini bukan pertama kalinya kamu merendahkan perasaan aku”

Bunda dapat mengatasi semuanya sekaligus dengan memulai percakapan tentang saat merasa sakit hati dan ketidakmampuan pasangan atau rekan Bunda untuk bertanggung jawab secara sehat.

Baik hasilnya positif maupun negatif, Bunda dapat melangkah maju dengan pemahaman yang lebih baik tentang apa yang dibutuhkan dalam hubungan tersebut agar merasa aman.

11. "Aku selalu merasa bukan versi terbaik saat berada di dekatmu"

Ada banyak alasan mengapa Bunda mungkin merasa lelah secara emosional atau negatif terhadap seseorang, termasuk masalah kurangnya kepercayaan, rasa dendam yang berkepanjangan, atau perasaan tidak dihargai.

Begitu Bunda menghubungkan perasaan lelah dan kehabisan energi dengan orang tertentu, akan lebih mudah untuk menetapkan batasan yang jelas.

Nah, itulah beberapa kalimat cerdas yang bisa disampaikan ketika ada seseorang yang salah, tetapi belum minta maaf. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda