Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Bukan Sekadar Malu, Psikologi Sebut 3 Faktor Orang Memilih Diam saat Kumpul Keluarga

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Minggu, 22 Mar 2026 13:30 WIB

Diam saat kumpul keluarga
Diam saat kumpul keluarga/ Foto: Getty Images/iStockphoto/ibigfish
Daftar Isi

Bunda, suasana kumpul keluarga saat Lebaran biasanya penuh dengan cerita dan canda tawa. Namun, tak sedikit orang yang justru memilih lebih banyak diam di tengah obrolan saat kumpul keluarga. 

Bagi sebagian orang, sikap tersebut sering dianggap sebagai tanda tidak nyaman atau sedang bermasalah. Padahal, terdapat studi psikologi yang menjelaskan ada beberapa faktor orang memilih diam yang tidak selalu berkaitan dengan emosi negatif.

Dikutip dari laman Diario AS, kondisi ini dikenal sebagai expressive suppression atau penekanan ekspresi dalam ilmu psikologi. Artinya, seseorang secara sadar menahan diri untuk tidak menunjukkan apa yang sebenarnya ia rasakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Menariknya, ada beberapa faktor orang memilih diam yang kerap muncul saat momen kumpul keluarga seperti Idul Fitri. Faktor-faktor ini sering tidak disadari, tetapi dapat memengaruhi cara seseorang merespons percakapan di sekitarnya.

Kira-kira, faktor apa saja yang membuat orang lebih memilih diam saat kumpul keluarga? Simak selengkapnya di bawah ini, Bunda! 

3 Faktor orang memilih diam saat kumpul keluarga

Sebuah studi yang diterbitkan di Psychological Bulletin dengan judul "Regulasi Emosi dan Terapi Psikologis" tahun 2022 menyoroti salah satu dinamika yang paling mengganggu dalam pertemuan keluarga, yaitu keheningan. 

Ternyata ada tiga faktor utama yang menyebabkan orang memilih untuk menjadi lebih diam ketika kumpul bersama keluarga. Adapun ketiga faktornya adalah sebagai berikut:

1. Kemampuan untuk melakukan refleksi diri

Salah satu faktor orang memilih diam saat kumpul bersama keluarga adalah kemampuan untuk melakukan refleksi diri sendiri. Sikap seperti ini sering kali disalahartikan sebagai rasa malu atau kurang percaya diri, padahal tidak selalu demikian.

Dalam dunia psikologi, kemampuan merenungkan pikiran dan perasaan sendiri justru menunjukkan proses mental yang cukup matang. Penelitian dari University of Michigan menjelaskan bahwa kondisi tenang seperti ini membantu otak memproses emosi dengan lebih mendalam, meskipun tidak selalu terlihat aktif melalui percakapan atau keaktifan dalam interaksi dengan orang lain. 

2. Bertambahnya usia

Bertambahnya usia juga bisa menjadi salah satu faktor orang memilih diam saat berkumpul bersama keluarga. Semakin dewasa seseorang, semakin banyak pula pengalaman hidup yang dimiliki, sehingga tidak semua hal terasa perlu untuk dibahas dalam percakapan santai.

Dalam beberapa situasi, menceritakan pengalaman atau berpendapat hal tertentu justru terasa seperti membuka kembali cerita lama yang sudah ingin disimpan rapat. Penelitian yang dimuat dalam Journal of Personality and Social Psychology bahkan menunjukkan bahwa orang yang lebih dewasa cenderung lebih selektif secara emosional, termasuk dalam memilih percakapan mana yang ingin diikuti dan mana yang lebih baik dihindari.

3. Kurangnya minat yang tulus dari anggota keluarga lainnya

Faktor orang memilih diam yang ketiga bisa muncul karena kurangnya ketertarikan yang tulus dari anggota keluarga lain. Dalam beberapa situasi, pertanyaan tentang sikap diam seseorang sebenarnya tidak selalu lahir dari rasa kepedulian, melainkan karena rasa canggung melihatnya tidak ikut terlibat dalam percakapan.

Situasi ini membuat sebagian orang merasa bahwa kehadirannya hanya dipertanyakan sekadar untuk menjaga suasana tetap terlihat hangat. Karena menyadari dinamika tersebut, sebagian orang justru memilih tetap tenang dan tidak banyak berbicara sebagai salah satu faktor orang memilih diam saat berada di tengah kumpul keluarga.

Bunda, itulah beberapa faktor orang memilih diam yang sering terjadi saat berkumpul bersama keluarga. Sikap tersebut tidak selalu berarti seseorang sedang marah atau tidak nyaman, melainkan bisa menjadi cara mereka mengelola perasaan di tengah suasana ramai.

Memahami faktor orang memilih diam dapat membantu kita lebih peka terhadap orang-orang di sekitar. Apalagi saat momen Lebaran atau Idul Fitri, saling menghargai cara setiap anggota keluarga mengekspresikan diri bisa membuat kebersamaan terasa lebih hangat di hari yang spesial. 

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda