moms-life
6 Cara Menjaga Keuangan Keluarga Tetap Aman di Tengah Kondisi Ekonomi Sulit Menurut Pakar
HaiBunda
Kamis, 12 Mar 2026 17:30 WIB
Di tengah memanasnya konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, Bunda perlu mengelola keuangan keluarga secara bijak agar tetap aman menghadapi kemungkinan tekanan ekonomi.
Ketegangan di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu jalur perdagangan penting seperti Selat Hormuz, yang menjadi jalur sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia. Jika jalur ini terganggu, harga minyak bisa melonjak dan memicu kenaikan harga bahan bakar, makanan, serta biaya transportasi di banyak negara.
Selain itu, konflik juga mengganggu rantai pasok global dan meningkatnya biaya pengiriman barang. Dampaknya, harga berbagai produk, mulai dari pangan hingga elektronik, dapat naik karena biaya produk dan logistik meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ekonom juga memperingatkan bahwa ketegangan berkepanjangan dan memperlambat pertumbuhan ekonomi global dan meningkatkan risiko inflasi.
Namun, Bunda tidak perlu panik dan langsung membeli stok persediaan rumah tangga dalam jumlah banyak. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah mengelola keuangan agar tetap stabil.
6 Cara menjaga keuangan keluarga tetap aman di tengah kondisi ekonomi sulit
Saat membuat anggaran keuangan, ada begitu banyak faktor penting yang perlu dipertimbangkan terkait tujuan keuangan bersama. Berikut beberapa di antaranya:
1. Tetapkan tujuan keuangan yang jelas
Dilansir dari laman GO Banking Rates, langkah pertama dalam setiap rencana keuangan keluarga adalah menetapkan tujuan yang jelas dan disepakati bersama.
Kepala bagian pertumbuhan di Summer dan profesor keuangan di City University of New York, Dennis Shirshikov, mengatakan tujuan tersebut dapat mencakup menabung untuk pendidikan anak, mendanai pensiun, atau membeli rumah.
Prioritaskan tujuan-tujuan ini berdasarkan jangka waktu, tujuan jangka pendek seperti membangun dana darurat harus diutamakan daripada tujuan jangka panjang seperti tabungan pensiun, meskipun keduanya harus ditangani secara bersamaan.
2. Alokasi sumber daya strategis untuk keluarga
Dalam perencanaan keuangan keluarga, sumber daya harus dialokasikan secara efisien untuk memenuhi kebutuhan dan prioritas dengan mempertimbangkan semua anggota keluarga.
Hal ini dapat mencakup pembentukan rekening bank bersama dan rekening perwalian, membuat anggaran yang memperhitungkan pengeluaran bersama, dan memutuskan strategi investasi yang tepat.
Penasihat keuangan memainkan peran penting dalam membantu keluarga membuat keputusan yang tepat mengenai alokasi sumber daya untuk memaksimalkan potensi keuangan mereka.
3. Mengelola biaya perawatan kesehatan keluarga
Dilansir dari laman Investopedia, keluarga sering kali memiliki kebutuhan perawatan kesehatan yang berbeda dibandingkan dengan individu, termasuk perlindungan untuk tabungan dan pasangan.
Penasihat keuangan harus membantu klien memahami pilihan perawatan kesehatan mereka dan memilih rencana asuransi kesehatan yang sesuai berdasarkan kebutuhan dan anggaran keluarga mereka.
4. Bayar utang dengan bijak
Utang dapat menjadi penghalang signifikan untuk mencapai tujuan keuangan. Jadi, penting untuk mengelolanya dengan hati-hati.
Fokus untuk melunasi utang berbunga tinggi terlebih dahulu, seperti saldo kartu kredit, sambil melakukan pembayaran minimum untuk utang berbunga lebih rendah seperti pinjaman mahasiswa atau hipotek.
Jika memungkinkan, pertimbangkan untuk menggabungkan utang guna mendapatkan suku bunga yang lebih rendah dan menyederhanakan pembayaran.
5. Tinjau dan sesuaikan secara berkala
Menurut para ahli, situasi keuangan dan tujuan keluarga dapat berubah seiring waktu, jadi sangat penting untuk meninjau anggaran dan tujuan secara teratur, setidaknya sekali setahun. Kemudian, sesuaikan tingkat tabungan, kebiasaan pengeluaran, dan prioritas sesuai dengan kebutuhan.
Peristiwa-peristiwa penting dalam hidup seperti kelahiran anak, perubahan pekerjaan, atau fluktuasi pasar dapat menyebabkan perlunya penyesuaian pada rencana keuangan.
6. Libatkan seluruh keluarga
Perencanaan keluarga seharusnya bukan hanya tanggung jawab satu orang dalam keluarga. Libatkan pasangan dan, jika perlu, anak-anak dalam penganggaran dan penetapan tujuan.
Shirshikov mengatakan hal ini menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama dan dapat membantu setiap orang memahami pentingnya disiplin keuangan.
Mengajari anak-anak tentang pengelolaan keuangan sejak usia dini juga dapat mempersiapkan mereka untuk kesuksesan finansial di masa depan.
Secara keseluruhan, para ahli mengatakan konsistensi adalah kuncinya. Menyeimbangkan tujuan keuangan yang saling bertentangan bukan hal yang mudah, tetapi pendekatan yang bijaksana dan disiplin dapat membantu keluarga mencapai tujuan terpenting.
Nah, itulah beberapa cara menjaga keuangan keluarga agar tetap aman di tengah kondisi ekonomi sulit. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Unik, Cara Tanya Larasati Mengatur Keuangan Keluarga Lewat Bunda #PunyaPower
Mom's Life
Wow! Gaji Lulusan IPDN Rp28 Juta, Begini Cara Bijak Atur Keuangan
Mom's Life
Tips Hemat dengan Grab, Bikin Bunda Nabung Hingga Rp450 Ribu
Mom's Life
Gaji ke-13 Sebaiknya Dialokasikan untuk Apa Saja?
Mom's Life
Kata Pakar Soal Dampak Jika APBN Tak Lagi Bisa Tahan Tingginya Harga BBM
Mom's Life
4 Hal yang Perlu Bunda Miliki di Umur 30 Tahun agar Tak Miskin Mendadak
HIGHLIGHT
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
THR Datang, Ini Cara Membaginya Tanpa Rasa Bersalah: ke Keluarga atau Ortu Dahulu?
9 Cara Menghemat Pengeluaran Tanpa Mengurangi Gizi Anak saat Kondisi Ekonomi Sulit
7 Cara Bijak Menjelaskan Kondisi Keuangan Keluarga yang Sulit kepada Anak