Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Tata Cara Salat Tasbih Lengkap dengan Niat, Surat & Waktu Menunaikannya

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Kamis, 12 Mar 2026 14:25 WIB

side of asian young beautiful muslim woman pray with beads and read quran sit on carpet mat with meditation in mosque.
Ilustrasi salat / Foto: Getty Images/iStockphoto/mkitina4
Daftar Isi

Salat tasbih merupakan salah satu salat sunnah yang sangat dianjurkan, bahkan disarankan setidaknya dilakukan sekali dalam seumur hidup, dilansir detikcom yang mengutip dari buku Tuntunan Shalat Lengkap dan Benar. Ibadah ini dikenal dengan sebutan salat tasbih karena di dalam rangkaian pelaksanaannya terdapat banyak bacaan tasbih yang diulang-ulang. Bacaan tasbih tersebut menjadi ciri khas utama yang membedakannya dari salat sunnah lainnya.

Bunda, salat tasbih menjadi salah satu amalan sunnah yang dikenal memiliki banyak keutamaan bagi umat Muslim. Tak heran jika banyak Bunda mulai mencari tahu lebih dalam tentang salat tasbih dan keistimewaannya.

Namun, masih banyak yang bertanya-tanya salat tasbih berapa rakaat serta bagaimana urutan pelaksanaannya. Oleh karena itu, memahami tata cara salat tasbih dengan benar menjadi hal yang penting sebelum mengamalkannya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Selain tata cara, sebagian orang juga ingin mengetahui bacaan yang dianjurkan dalam ibadah ini. Termasuk di dalamnya niat salat tasbih serta bacaan doa salat tasbih yang dibaca saat melaksanakannya.

Melalui penjelasan dalam artikel ini, Bunda dapat memahami panduan lengkap salat tasbih mulai dari niat, jumlah rakaat, surat yang dibaca, hingga waktu terbaik untuk menunaikannya. Dengan begitu, ibadah ini dapat dilakukan dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan.

Kapan waktu mustajab salat tasbih?

Sebagian umat Muslim kerap bertanya salat tasbih berapa rakaat dan kapan waktu yang dianjurkan dalam pelaksanaannya. Masih mengutip dari sumber yang sama, jumlah rakaat dalam salat tasbih ditetapkan sebanyak empat rakaat. Ibadah sunnah ini dapat dilaksanakan sekaligus empat rakaat atau dibagi dua kali dua rakaat, menyesuaikan dengan waktu pelaksanaannya.

salat tasbih bisa dikerjakan pada siang maupun malam hari. Jika dilakukan di siang hari, waktu terbaik jatuh pada hari Jumat, sedangkan untuk malam hari dianjurkan setelah salat Isya.

Dalam pelaksanaan salat tasbih, ada beberapa hal yang penting diperhatikan. Pada siang hari, empat rakaat bisa dilaksanakan sekaligus, sementara malam hari disarankan dua rakaat dua kali salam agar total tetap empat rakaat.

Setiap rakaat membaca tasbih sebanyak 75 kali, sehingga total bacaan dalam empat rakaat mencapai 300 kali, menjaga konsistensi dzikir sepanjang salat

Keutamaan salat tasbih

Dalam kitab Busyral Karim bi Syarhi Masa'ilit Ta'lim, Syekh Said bin Muhammad Ba'asyin menjelaskan bahwa salat tasbih termasuk amalan sunnah yang memiliki keutamaan besar. Melalui ibadah ini, seorang hamba diyakini berpeluang memperoleh ampunan dari Allah SWT atas berbagai dosa yang pernah dilakukannya.

علمها صلى الله عليه وسلم لعمه العباس، ذكر له فضلا عظيما فيها، منه "ولو كانت ذنوبك (مثل رمل عالج) لغفرها الله لك" وحديثها حسن. قال التاج السبكي: لا يسمع بعظيم فضلها ويتركها إلا متهاون بالدين، ففي حديثها "إن استطعت أن تصليها في كل يوم مرة، وإلا في كل جمعة، وإلا ففي كل شهر، وإلا ففي كل سنة، وإلا ففي العمر مرة"

Artinya: "Rasulullah SAW mengajarkan Sayidina Abbas RA (pamannya) sembahyang tasbih. Kepadanya, Rasulullah SAW menyebutkan keutamaan besar sembahyang tasbih. Salah satunya adalah ampunan Allah SWT, 'Kalau saja dosamu sebanyak gundukan pasir, niscaya Allah SWT akan mengampuni dosamu."

Melalui hadits tersebut dijelaskan bahwa salat tasbih dapat menjadi jalan bagi seorang muslim untuk memperoleh ampunan dari Allah SWT. Jika dilakukan dengan penuh keikhlasan dan hanya mengharap ridha-Nya, salat tasbih diyakini mampu menghapus berbagai dosa, baik yang disadari maupun yang tidak disadari.

Bacaan niat salat tasbih 

Sebelum menunaikan salat tasbih, setiap Muslim dianjurkan untuk terlebih dahulu menghadirkan niat di dalam hati sebagai bentuk kesungguhan dalam beribadah kepada Allah SWT. Berikut ini adalah bacaan niat salat tasbih yang dapat dilafalkan sebelum memulai pelaksanaannya.

Niat salat tasbih 4 rakaat

أُصَلَّى سُنَّةَ التَّسْبِيحِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أكْبَر

Arab latin: Ushalli sunnatat tasbihi arba'a raka'ätin mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala. Allâhu Akbar...

Artinya: "Saya niat salat sunah tasbih empat rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala." Allahu Akbar...

Niat salat tasbih 2 rakaat

أُصَلَّى سُنَّةَ التَّسْبِيحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلَّهِ تَعَالَى اللَّهُ أَكْبَرُ

Arab latin: Ushalli sunnatat tasbihi rak'ataini mustaqbilal qiblati lillahi taâlâ, Allâhu Akbar...

Artinya: "Saya niat salat sunah tasbih dua rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Taala." Allahu Akbar...

Tata cara melakukan salat tasbih

Pada dasarnya, tata cara salat tasbih tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan salat sunnah lainnya. Perbedaannya terletak pada adanya tambahan dzikir tasbih yang dibaca berulang kali dalam jumlah tertentu di setiap rakaat, dengan lafaz sebagai berikut:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ

Arab latin: "Subhânallâh wal hamdu lillâh wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini penjelasan mengenai tata cara salat tasbih yang bisa Bunda lakukan. 

1. Tata cara salat tasbih 4 rakaat 2 salam

Bunda, cara salat tasbih 4 rakaat 2 salam sama seperti melaksanakan salat tasbih 2 rakaat sebanyak dua kali. Artinya, setelah menyelesaikan dua rakaat dan salam, salat dilanjutkan kembali dengan dua rakaat berikutnya hingga genap empat rakaat. 

Oleh karena itu, untuk memahami tata cara salat tasbih 4 rakaat 2 salam, Bunda cukup mengikuti panduan salat tasbih 2 rakaat yang dilakukan dua kali. Berikut ini tata cara salat 4 rakaat 2 salam yang dapat diikuti.

Rakaat pertama 

  1. Memulai dengan niat salat tasbih sesuai dengan jumlah rakaat yang akan dikerjakan.
  2. Mengangkat tangan dan membaca takbiratul ihram sebagai tanda dimulainya salat.
  3. Membaca doa iftitah sebagaimana salat pada umumnya.
  4. Melanjutkan dengan membaca ta’awudz untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.
  5. Membaca surat Al-Fatihah sebagai rukun salat.
  6. Setelah itu membaca salah satu surat dalam Al-Qur’an, biasanya dianjurkan surat-surat pendek. Namun, sebagian ulama juga berpendapat cukup membaca Al-Fatihah saja tanpa tambahan surat.
  7. Dalam posisi masih berdiri, membaca bacaan tasbih sebanyak 15 kali.
  8. Mengucapkan takbir lalu ruku’, kemudian membaca tasbih sebanyak 10 kali saat ruku’.
  9. Bangkit dari ruku’ menuju i’tidal, lalu membaca tasbih kembali sebanyak 10 kali.
  10. Turun untuk sujud pertama, sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  11. Duduk di antara dua sujud, kemudian membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  12. Melakukan sujud kedua, disertai bacaan tasbih sebanyak 10 kali.
  13. Setelah bangkit dari sujud kedua dan sebelum berdiri ke rakaat berikutnya, membaca tasbih lagi sebanyak 10 kali.
  14. Mengucapkan takbir lalu berdiri untuk melanjutkan ke rakaat kedua.

Rakaat kedua

  1. Membaca surat Al-Fatihah sebagai pembuka rakaat kedua.
  2. Setelah itu dilanjutkan membaca salah satu surat dalam Al-Qur'an, biasanya surat pendek. Namun, sebagian ulama berpendapat bacaan surat tambahan setelah Al-Fatihah tidak wajib.
  3. Selagi masih berdiri, membaca kalimat tasbih sebanyak 15 kali.
  4. Mengucapkan takbir lalu melakukan ruku', kemudian membaca tasbih sebanyak 10 kali saat ruku'.
  5. Bangkit dari ruku' menuju i'tidal, lalu kembali membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  6. Melanjutkan dengan sujud pertama, sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  7. Duduk di antara dua sujud dan membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  8. Melakukan sujud kedua, kemudian membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  9. Setelah itu duduk tahiyyat akhir sambil membaca tasbih sebanyak 10 kali.
  10. Menutup rangkaian dua rakaat tersebut dengan salam. 

Dua rakaat berikutnya dikerjakan dengan urutan yang sama seperti sebelumnya, dimulai dari niat hingga diakhiri dengan salam. Dengan kata lain, seluruh rangkaian gerakan dan bacaan diulang kembali sampai jumlah rakaat genap empat.

2. Tata cara salat tasbih 4 rakaat 1 salam

Berikut ini tata cara salat tasbih 4 rakaat 1 salam yang dapat Bunda lakukan dalam pengerjaannya.

  1. Membuka salat dengan niat salat tasbih empat rakaat dalam hati.
  2. Pada setiap rakaat, membaca Al-Fatihah diikuti satu surat dari Al-Qur’an (disarankan surat pendek).
  3. Khusus rakaat pertama, setelah Al-Fatihah, membaca kalimat Subhanallah wal hamdu lillah wa la ilaha illallah wallahu akbar, sebanyak 15 kali.
  4. Melakukan rukuk, sambil membaca kalimat tasbih tersebut sebanyak 10 kali.
  5. Bangkit dari rukuk menuju i’tidal, lalu membaca kalimat tasbih 10 kali.
  6. Melaksanakan sujud pertama sambil membaca kalimat tasbih sebanyak 10 kali.
  7. Duduk di antara dua sujud, membaca kalimat tasbih 10 kali.
  8. Melakukan sujud kedua, kemudian membaca kalimat tasbih 10 kali.
  9. Duduk sejenak sebelum berdiri ke rakaat berikutnya sambil membaca kalimat tasbih 10 kali, menandai berakhirnya satu rakaat dengan total bacaan tasbih 75 kali.
  10. Ulangi langkah 2–9 hingga menyelesaikan empat rakaat, sehingga total bacaan tasbih mencapai 300 kali.
  11. Akhiri salat dengan tasyahud akhir dan salam.

Perlu diperhatikan juga Bunda, bahwa dalam salat tasbih, setiap perpindahan gerakan, baik ketika berdiri, rukuk, i'tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, hingga duduk sebelum berdiri, disertai dengan bacaan tasbih sesuai jumlah yang telah ditentukan.

Doa sesudah salat tasbih di malam Lailatul Qadar: Arab, latin, dan artinya

Setelah menyelesaikan salat tasbih, umat Muslim disunnahkan untuk melanjutkan dengan membaca doa. Ada dua pilihan bacaan doa setelah salat tasbih yang bisa diamalkan sebagai bentuk permohonan dan syukur. 

Dilansir dari buku Tuntunan Lengkap 99 Salat Sunah oleh Ibnu Watiniyah, berikut adalah teks bacaan doa setelah salat tasbih yang bisa dibaca.

1. Doa pertama

Doa ini berisi permohonan agar ditambahkan amal yang baik. Berikut bacaan selengkapnya:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِيْنِ وَمُنَاصَحَةً أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ أَهْلِ الصَّبْرِ وَوَجَلَ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى أَخَافَكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مَخَافَةً تَحْجِرُنِي عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى أَعْمَلَ بِطَاعَتِكَ عَمَلًا أَسْتَحِقُ بِهِ رِضَاكَ وَحَتَّى أُنَاصِحَكَ بِالتَّوْبَةِ خَوْفًا مِنْكَ حَتَّى أَخْلُصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حَيَاءً مِنْكَ وَحَتَّى أَتَوَكَّلَ عَلَيْكَ فِي الْأُمُوْرِ كُلِّهَا وَحَتَّى أَكُوْنَ أُحْسِنَ الظَّنَّ بِكَ، سُبْحَانَ خَالِقِ النُّوْرِ. وَفِي رِوَايَةٍ خَالِقِ النَّارِ.

Arab latin: Allâhumma innî as'aluka taufiqa ahlil hudâ, wa a'måla ahlil yaqin, wa munâshahata ahlit taubah, wa 'azma ahlish shabri, wa wajala ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta'abbuda ahlil wara'i, wa 'irfâna ahlil 'ilmi hattâ akhåfak. Allahumma inni as'aluka makhåfatan tahjizuni 'an ma'ashika hattá a'mala bi tha'atika 'amalan astahiqqu bihî ridhâka wa hatta unashihaka bit taubah, khaufan minka hattá akhlusha lakan nashihata hayaan minka wa hattå atawakkala 'alaika fil umůri kulliha wa hattá akûna uhsinudzh dzhanna bika, subhâna khaliqin nûr (riwayat lain: kháliqin når).

Artinya: "Ya Allah, kepada-Mu aku meminta petunjuk mereka yang menerima hidayah, amal- amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang wara', dan kebijaksanaan mereka yang berilmu, agar aku menjadi takut kepada-Mu. Ya Allah, masukkanlah rasa takut dalam kalbuku yang dapat menghalangi diri ini untuk mendurhakai-Mu. Dengan demikian aku dapat beramal saleh yang mengantarkanku pada rida-Mu, dan aku bertobat setulusnya karena takut kepada-Mu. Dengan itu pula aku beribadah secara tulus karena malu kepada-Mu."

2. Doa kedua

Selain doa di atas, umat muslim juga bisa memanjatkan doa kedua ini usai melaksanakan salat tasbih. Berikut bacaannya:

يَا اللهُ يَا رَحْمَنُ الرَّحِيمُ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ، يَا أَهْلَ التَّقْوَى وَأَهْلَ الْمَعْفْرَةِ يَا ذَاكِرَ الذَّاكِرِينَ، تُبْ عَلَيْنَا تَوْبَةً نَصُوحًا وَزِدْنَا بِفَضْلِ رَحْمَتِكَ نُوْرًا وَظُهُوْرًا وَوُضُوْحًا يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ تَوْفِيقَ أَهْلِ الْهُدَى وَأَعْمَالَ أَهْلِ الْيَقِينِ وَمُنَاصَحَةَ أَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزَابِمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجَدَّ أَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ أَهْلِ الرَّغْبَةِ وَتَعَبُدَ أهْلِ الرُّكُوعِ وَالْوَرَعِ وَعِرْفَانَ أَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى نَخَافَكَ. رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرُ اللَّهُمَّ لَنَا نُوْرًا فِي قَلْبِنَا وَنُوْرًا فِي قَبْرِنَا وَنُوْرًا فِي بَصَرِنَا وَفِي سَمْعِنَا وَنُوْرًا عَنْ يَمِينِنَا وَنُوْرًا عَنْ شِمَالِنَا وَنُوْرًا فِي آمَامِنَا وَخَلْفِنَا وَنُوْرًا مِنْ فَوْقِنَا وَنُوْرًا مِنْ تَحْتِنَا بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ.

Arab latin: Yâ Allâhu ya Rahmânu yâ Rahîmu yâ Hayyu yâ Qayyûmu yâ dzal jalali wal ikrâmi, yâ ahlat taqwa wa ahlal maghfirah, yâ dzâkiradz dzâkirin, tub 'alayna taubatan nashûhâ, wazidnî bifadhli rahmatika nûran wa dzhuhûran wa wudhuhan. Yâ arhamar rahimîn. Allâhumma innâ nas'aluka taufiqa ahlil huda, wa a'mâla ahlil yaqîn, wa munâshahata ahlit taubah, wa 'azaʻima ahlish shabri, wa jadda ahlil khasyyah, wa thalaba ahlir raghbah, wa ta'abbuda ahlir ruků'i wal wara'i, wa 'irfâna ahlil 'ilmi hattâ nakhâfak. Rabbana atmim lanâ nûrana waghfir lanâ innaka 'alâ kulli syaiʻin qadîr. Allâhumma lanâ nûran fi qalbinâ wa nûran fi qabrina wa nûran fi basharinâ wa fi sam'inâ wa nûran 'an yamîninå wa nûran 'an syimâlinâ wa nûran fi amâmina wa khalfinâ wa nûran min fauqinâ wa nûran min tahtina birahmatika yâ arhamar rahimîn.

Artinya: "Ya Allah Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang, Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri sendiri. Ya Zat Yang Memiliki keperkasaan dan kemuliaan, Pemilik ketakwaan dan ampunan, ya Zat yang diingat para pezikir, anugerahkanlah kepada kami tobat nasuha dan tambahkanlah bagi kami dengan rahmat-Mu cahaya, kejelasan dan kebersihan. Ya Zat Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Ya Allah, kepada-Mu kami meminta petunjuk mereka yang menerima hidayah, amal-amal orang yang yakin, ketulusan mereka yang bertobat, keteguhan hati mereka yang bersabar, kekhawatiran mereka yang takut (kepada-Mu), doa mereka yang berharap, ibadah mereka yang ahli rukuk dan ahli wara', dan makrifat mereka yang berilmu, agar kami menjadi takut kepada-Mu. Ya Allah, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami itu dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, berikan kepada kami cahaya dalam hati kami, cahaya dalam kubur kami, cahaya pada penglihatan kami, cahaya pada pendengaran kami, cahaya di sebelah kanan kami, cahaya di sebelah kiri kami, cahaya di depan kami, cahaya di belakang kami, cahaya di atas kami, dan cahaya di bawah kami. Dengan rahmat-Mu, ya Zat Yang paling pengasih di antara para pengasih."

3. Doa ketiga

Setelah membaca salah satu doa di atas, maka umat muslim dianjurkan melanjutkan doa dengan bacaan ketiga. Berikut selengkapnya bacaan doa yang ketiga:

اللَّهُمَّ يَسِّرْ عَلَى كُلَّ عَسِيرٍ اللَّهُمَّ يَسِرْ عَلَى عَلَى جَمِيعِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ وَيَسِّرْ عَلَى عَلَى اجْتِنَابِ جَمِيعِ الْمُنْكَرَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Arab latin: Allâhumma yassir 'alayya kulla 'asîr. Allâhumma yassir 'alayya 'alâ jamî'il a'mâlish shâlihâti wa yassir 'alayya 'alâjtinâbi jami'il munkarâti. Rabbana âtină fid-dunya hasanah wa fil åkhirati hasanah wa qinâ 'adzában når. Wal hamdu lillahi rabbil 'alamin.

Artinya: "Ya Allah, mudahkanlah aku atas perkara yang sukar. Ya Allah, mudahkanlah aku atas segala amal saleh (yang baik dalam mengerjakannya). Dan mudahkanlah aku untuk menjauhi segala kemungkaran (segala larangan tanpa memilih besar kecilnya dosa atau siksanya). Ya Tuhan kami, berilah kami kebahagiaan di dunia, dan berilah kami kebahagiaan di akhirat nanti, dan selamatkanlah kami dari siksa api neraka. Dan segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Bunda, itulah panduan lengkap tata cara salat tasbih yang bisa diikuti dengan mudah. Semoga dengan rutin melaksanakan salat tasbih, Bunda semakin dekat dan tenang dalam ibadah kepada Allah SWT.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda