Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Apakah Kolesterol Tinggi Harus Langsung Minum Obat? Ini Kata Dokter

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 16 Mar 2026 08:55 WIB

Ilustrasi minum obat kolesterol
Ilustrasi Apakah Kolesterol Tinggi Harus Langsung Minum Obat? Ini Kata Dokter/Foto: Getty Images/iStockphoto/eternalcreative
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, banyak orang yang mungkin bertanya, apakah kolesterol tinggi harus langsung minum obat untuk menurunkannya. Sebelum mengambil langkah tersebut, penting memahami pilihan penanganan yang dapat dilakukan.

Mengonsumsi obat kolesterol tentu tidak selalu sama pada setiap orang. Dokter biasanya akan mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari usia, riwayat kesehatan, hingga tingkat risiko kardiovaskular sebelum menentukan terapi yang tepat.

Lantas, bolehkah Bunda mengonsumsi obat untuk menurunkan kolesterol tinggi? Simak penjelasan dokter berikut ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Minum obat penurun kolesterol

Dokter Spesialis Penyakit Dalam RSU Bunda Margonda, dr. Resna Murti Wibowo, Sp.PD, FINASIM,MKES,CH,CHt. AIFO-K, mengingatkan untuk tidak langsung mengonsumsi obat penurun kolesterol.

“Jangan langsung pakai obat kolesterol,” ungkap Resna kepada HaiBunda.

Alih-alih langsung minum obat, sebaiknya Bunda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk penggunaan obat yang tepat.

“Konsultasikan dahulu, apakah ini benar atau salah,” tuturnya.

Gaya hidup untuk menurunkan kolesterol tinggi

Selain pengobatan, Bunda juga dapat melakukan gaya hidup sehat untuk meningkatkan kolesterol sehat, sekaligus menurunkan kolesterol jahat.

Misalnya, lakukan olahraga secara rutin setidaknya jalan kaki selama 30-60 menit, menenangkan pikiran, hingga mendapatkan waktu tidur yang berkualitas.

“Kalau memang terdapat tingginya kadar kolesterol total, LDL dan trigliserida, maka kita batasi dengan perbaikan pola gaya hidup. Olahraganya yang cukup minimal jalan kaki 30 menit sampai dengan 60 menit cukup jalan kaki,” ujar Resna.

“Membuat relaks, tidak boleh terlalu stres, kurangi masa-masa yang membuat tidur sangat malam,” sambungnya.

Selain itu, Bunda juga perlu memperhatikan pola makan sehat dengan menghindari daging, gorengan tepung, makanan berbumbu kacang, dan makanan bersantan.

“Kemudian, makanannya juga ingat. Lemak itu yang jahat bukan hanya dari daging, tapi ingat gorengan tepung, kemudian makanan berbumbu kacang, yang ketiga adalah makanan bersantan yang diulang-ulang pemanasannya, sehingga dia akan memberikan lemak-lemak jenuh atau lemak-lemak jahat yang membuka risiko tinggi kadar kolesterol pada darah,” ujar Resna.

Lemak hewani mana yang lebih berisiko?

Pada dasarnya, lemak terbagi menjadi dua jenis, yakni lemak baik yang disebut HDL dan lemak jahat atau LDL.

“Pada makanan lemak itu ada dua pada dasarnya. Ada lemak baik, ada lemak jahat, ya lemak yang baik itu lemak HDL, atau High Density Lipid. Sementara lemak yang jahat itu, LDL atau Low Density Lipid,” ujar Resna.

Selain itu, daging juga memiliki bagian berbeda yang perlu diperhatikan saat dikonsumsi, terutama bagi orang yang khawatir dengan kadar kolesterol.

“Jika kita makan daging itu ada dua, ada daging murni, ada yang lemaknya yang kita bilang gajih. Nah, kalau memang takut dengan lemak daging, ya sudah gajihnya disingkirkan, kita makan dagingnya saja,” tuturnya.

Beberapa potongan daging bahkan memiliki bagian lemak yang cukup terlihat, sehingga sebaiknya lebih diperhatikan oleh orang dengan risiko kolesterol tinggi.

“Jika kita menggunakan makanan yang seperti itu, contohnya sirloin ya, itu kan ada gajihnya. Nah, kalau andai seperti itu, jika seseorang mempunyai risiko gangguan kolesterol tinggi, maka risikonya yang menggunakan makanan yang bergajih risiko kolesterolnya akan naik,” ungkap Resna.

Lebih lanjut, ia menyarankan lebih baik untuk mengonsumsi daging dengan protein penuh yang rendah lemak.

“Bagaimana supaya aman, kita pakai yang dagingnya full protein. Jadi, lemaknya lebih rendah,” ujarnya.

Nah, itulah penjelasan dokter terkait konsumsi obat untuk menurunkan kolesterol tinggi. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda