Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

10 Ciri Kepribadian Orang yang Jarang Angkat Panggilan Telepon Mendadak

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Minggu, 08 Mar 2026 12:05 WIB

Suspicious asian woman checking phone content in the kitchen at home
Ilustrasi ciri kepribadian orang yang jarang angkat panggilan telepon mendadak / Foto: Getty Images/AntonioGuillem
Daftar Isi

Bunda pernah merasa jantung berdegup lebih cepat saat ponsel tiba-tiba berdering tanpa pemberitahuan sebelumnya? Di era serba digital, banyak orang justru lebih nyaman membalas chat dibanding menerima panggilan telepon mendadak.

Terdapat beberapa ciri kepribadian orang yang jarang angkat panggilan telepon mendadak. Hal ini seringkali disalahartikan sebagai sikap cuek atau tidak peduli. Padahal, menurut para ahli, kebiasaan tersebut bisa menjadi cara seseorang mengelola kecemasan.

Lalu, seperti apa sebenarnya kepribadian di balik kebiasaan menolak panggilan mendadak? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


10 Ciri kepribadian orang yang jarang angkat panggilan telepon mendadak

Mengutip dari laman Your Tango, berikut ini ciri-ciri kepribadian orang yang jarang angkat panggilan telepon mendadak.

1. Tidak suka ketidakpastian

Orang yang jarang mengangkat telepon mendadak umumnya kurang nyaman dengan situasi yang tidak terduga. Mereka ingin tahu topik pembicaraan sebelum terlibat di dalamnya.

Ketidakpastian dapat memicu kecemasan, terutama pada individu yang terbiasa hidup terstruktur dan terencana. Panggilan tiba-tiba bisa terasa seperti "gangguan" yang menimbulkan rasa waswas.

2. Cenderung introvert

Individu dengan kepribadian introvert membutuhkan waktu untuk mempersiapkan diri sebelum berinteraksi sosial. Energi mereka lebih cepat terkuras oleh percakapan spontan, apalagi jika isinya hanya basa-basi. 

3. Memiliki jadwal yang ketat

Sebagian orang sangat menjaga rutinitas hariannya, seperti waktu istirahat, bekerja, hingga "me time" sudah dijadwalkan dengan rapi. Panggilan mendadak dianggap mengganggu alur kegiatan.

Mereka lebih menghargai komunikasi yang terjadwal agar tetap produktif dan fokus.

4. Memiliki trauma yang belum terselesaikan

Sebuah studi tahun 2020 menemukan bahwa trauma masa kecil yang belum terselesaikan dapat meningkatkan kecemasan saat dewasa. Bagi sebagian orang, telepon mendadak identik dengan kabar buruk. 

Reaksi sistem saraf bisa langsung ke mode "fight or flight", sehingga menghindari panggilan terasa sebagai bentuk perlindungan diri.

5. Tidak menyukai basa-basi

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality and Social Psychology menunjukkan bahwa banyak orang sebenarnya merindukan percakapan yang mendalam. Namun, panggilan telepon seringkali berisi obrolan ringan yang dianggap menguras energi. Karena itu, mereka memilih tidak mengangkat jika merasa pembicaraan tidak penting.

6. Canggung saat percakapan tiba-tiba hening

Mereka khawatir dengan situasi awkward jika percakapan tiba-tiba hening. Menurut studi dalam jurnal Pediatrics, jeda diam dalam percakapan justru bisa membantu orang merasa lebih dekat dan nyaman satu sama lain. 

Sayangnya, banyak orang menganggap keheningan sebagai sesuatu yang memalukan, sehingga berusaha menutupinya dengan obrolan yang sebenarnya tidak perlu. Sehingga beberapa orang memilih menghindari telepon daripada merasa kikuk.

7. Sering mengaktifkan mode "Do Not Disturb"

Berdasarkan riset di Journal of Medical Systems, penggunaan ponsel berlebihan berkaitan dengan tingkat stres yang lebih tinggi. Tidak heran jika sebagian orang sengaja mengaktifkan mode "Do Not Disturb" (DND) untuk menjaga kesehatan mental.

8. Butuh waktu untuk persiapan sosial

Tidak hanya introvert, siapapun bisa merasa perlu "skrip" sebelum berbicara. Mereka ingin memahami konteks pembicaraan agar dapat merespons dengan tepat.  Tanpa persiapan, panggilan mendadak terasa seperti ujian yang memicu ketegangan.

9. Cenderung overthinking

Orang yang mudah overthinking sering kali mengalami apa yang disebut "phone anxiety". Mereka khawatir salah ucap, salah tangkap nada bicara, atau disalahartikan. Minimnya bahasa tubuh dan ekspresi wajah dalam percakapan telepon membuat mereka merasa kurang yakin.

10. Lebih memilih komunikasi tertulis atau tatap muka

Sebagian orang merasa pesan teks memberi ruang untuk berpikir sebelum merespons. Ada pula yang lebih nyaman bertemu langsung agar bisa membaca ekspresi dan bahasa tubuh lawan bicara. Bagi mereka, panggilan telepon mendadak bukan cara komunikasi yang paling efektif atau menyenangkan.

Itu dia 10 ciri kepribadian orang yang jarang angkat panggilan telepon mendadak.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda