Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Ciri Kepribadian Orang yang Justru Senang saat Rencana Bukber atau Bepergian Batal

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Sabtu, 07 Mar 2026 10:40 WIB

Young beautiful Muslim woman wearing hijab headscarf is using smartphone and selfie sitting on sofa at home.
Ilustrasi ciri kepribadian orang yang justru senang saat rencana bukber atau bepergian batal / Foto: Getty Images/Pen Sangraksawong
Daftar Isi

Pernah, Bunda, menerima pesan “Maaf ya, bukber-nya batal” lalu tanpa sadar menarik napas lega? Di saat orang lain kesal karena rencana berubah, justru ada perasaan ringan yang muncul. Hati terasa lebih tenang dan pikiran tidak lagi terbebani.

Fenomena ini sebenarnya lebih umum daripada yang Bunda kira. Di tengah jadwal yang padat mulai dari bukber, arisan, acara sekolah anak, hingga event kantor, tidak semua orang merasa nyaman dengan aktivitas sosial yang terus-menerus.

Menariknya, menurut psikologi, rasa lega saat rencana bepergian atau acara dibatalkan bukan berarti Bunda tidak suka bersosialisasi. Justru, hal itu bisa menjadi tanda bahwa Bunda mengenali batas diri dan kebutuhan emosional dengan baik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Ciri kepribadian orang yang justru senang saat rencana bukber atau bepergian batal 

Lalu, apa saja ciri kepribadian yang biasanya dimiliki orang dengan reaksi seperti ini? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini.

Mengutip dari laman Veg Out, berikut ini beberapa ciri kepribadian orang yang justru senang saat rencana bukber atau bepergian batal.

1. Cenderung introvert dan butuh waktu sendiri untuk "recharge"

Salah satu ciri kepribadian orang yang senang saat rencana batal adalah memiliki kecenderungan introvert. Namun, ini bukan sekadar lebih suka di rumah daripada pergi ke acara bukber atau event kantor.

Otak introvert bekerja lebih aktif pada bagian yang berhubungan dengan pemikiran yang mendalam dan perencanaan. Artinya, aktivitas harian saja sudah cukup menguras energi mental mereka.

2. Lebih mengutamakan hubungan mendalam daripada banyak relasi

Ada orang yang lebih memilih satu percakapan bermakna dibandingkan berbasa-basi dengan banyak orang di satu meja bukber. Mereka menghargai kualitas dibanding kuantitas dalam hubungan sosial.

Penelitian dari University of Kansas menunjukkan bahwa dibutuhkan sekitar 200 jam interaksi untuk membangun persahabatan yang benar-benar dekat. Orang dengan tipe ini sadar bahwa energi sosial mereka terbatas, sehingga lebih selektif dalam membangun kedekatan.

3. Sangat sensitif terhadap stimulasi lingkungan

Ciri kepribadian orang yang senang saat bepergian batal berikutnya adalah memiliki sensitivitas tinggi terhadap suara, cahaya, atau suasana ramai. Dalam dunia psikologi, kondisi ini dikenal sebagai Highly Sensitive Person (HSP).

Bagi mereka, acara bukber di restoran ramai bukan hanya sekadar makan bersama, terdapat kebisingan, emosi orang lain, dan percakapan yang tumpang tindih yang membuat energi tubuh cepat habis.

4. Memiliki kecenderungan people-pleaser

Orang yang sulit berkata "tidak" sering kali menyetujui ajakan karena takut mengecewakan orang lain. Padahal di dalam hati, mereka mungkin sebenarnya lelah atau ingin beristirahat.

Ketika rencana batal, rasa lega muncul karena terbebas dari kewajiban yang sejak awal tidak sepenuhnya diinginkan. Belajar menetapkan batasan sehat bisa membantu agar tidak selalu menunggu rencana dibatalkan.

5. Membutuhkan waktu istirahat lebih banyak

Riset dari Durham University menemukan bahwa individu yang menikmati waktu sendiri cenderung memiliki tingkat kreativitas dan pemahaman diri yang lebih tinggi. Saat rencana bepergian batal, rasa bahagia bisa jadi merupakan sinyal bahwa tubuh memang membutuhkan istirahat tambahan.

6. Lebih menyukai interaksi spontan daripada yang terjadwal

Sebagian orang merasa lebih nyaman dengan ajakan mendadak seperti, “Ngopi sekarang, yuk?” dibandingkan undangan yang sudah dijadwalkan dua minggu sebelumnya.

Acara yang terjadwal lama terkadang terasa seperti beban psikologis karena terus terlintas di pikiran. Ketika akhirnya dibatalkan, tekanan itu pun hilang.

7. Mengalami social burnout atau kelelahan sosial

Kelelahan sosial kini semakin umum terjadi karena kita terus terhubung, baik secara langsung maupun digital. Interaksi tanpa henti dapat menguras emosi tanpa disadari.

Gejalanya meliputi mudah lelah setelah bertemu orang, cemas menjelang acara, hingga merasa bahagia saat agenda kosong. Dalam kondisi ini, pembatalan rencana terasa seperti kesempatan untuk memulihkan diri.

Nah, itu dia tujuh ciri kepribadian orang yang justru senang saat rencana bukber atau bepergian batal. Semoga bermanfaat, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda