Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Dari 75 Kg ke 56 Kg, Artis Bollywood Ini Bongkar Rahasia Dietnya

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Kamis, 19 Mar 2026 11:45 WIB

Ilustrasi Diet
Ilustrasi Diet/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Tomwang112
Jakarta -

Banyak artis menjalani program diet untuk mendapatkan bentuk tubuh ideal. Tapi, ada pula yang memilih diet untuk menurunkan berat badan karena ingin mengatasi kondisi medis yang diidapnya, Bunda.

Hal tersebut dialami artis Bollywood Akanksha Choudhary. Salah satu kontestan acara reality show Splitsvilla X6 ini memutuskan untuk menurunkan berat badan karena mengidap Polycystic Ovarian Disease (PCOD), yakni masalah hormonal yang menyebabkan ovarium melepaskan sel telur belum matang.

Dilansir Time of India, Akanksha berhasil menurunkan berat badan dari 75 kilogram (kg) ke 56 kg. Berat badannya turun hanya dalam waktu 1,5 tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Program diet sehat ala Akanksha

Dalam unggahan di akun media sosial, Akanksha pernah membagikan perjalanannya sembuh dari PCOD hingga program diet untuk menurunkan berat badan. Dalam program dietnya, Akanksha hanya fokus menjalankan gaya hidup sehat.

"Saya berjuang dengan PCOD selama bertahun-tahun, penambahan berat badan, masalah kulit, perubahan suasana hati, semuanya. Tapi inilah yang benar-benar mengubah hidup saya," tulisnya.

"Saya mulai berjalan kaki setiap hari. Bahkan hanya 30 menit pun membuat perbedaan besar. Saya menargetan 10.000 langkah setiap hari (atau setidanya 8.000), dan itu membantu mengatur siklus menstruasi saya sekaligus meningkatkan suasana hati."

Selain membiasakan jalan, Akanksha juga memerhatikan pola makannya. Ia mulai sering mengonsumsi makanan rumahan dan menjauhi makanan olahan, Bunda.

"Saya benar-benar berhenti mengonsumsi makanan dari luar, makanan olahan, dan makanan cepat saji. Jika saya merasa ingin makan berlebihan, saya memilih untuk konsumsi makanan rumahan, dan itu membuat perbedaan besar pada kondisi hormon di tubuh saya," ungkapnya.

Selama dietnya, Akanksha juga menjaga pola tidur dengan baik. Ia meningkatkan kuantitas dan kualitas tidurnya untuk mencegah stres dan ketidakseimbangan hormon di dalam tubuh.

"Tidur menjadi hal yang tidak bisa ditawar. Mendapatkan 7-8 jam tidur berkualitas menjaga kadar kortisol saya tetap terkontrol dan mengurangi keinginan makan, serta stres," kata Akanksha.

"Saya fokus pada penurunan berat badan secara perlahan dan stabil. Saya pun turun dari 75 kg menjadi 56 dalam 1,5 tahun tanpa diet ketat, hana konsistensi dan kesabaran," lanjutnya.

Pada akhirnya, Akanksha menyadari bahwa hal terpenting dari dietnya adalah tentang mencintai diri tubuhnya sendiri. Ia juga berlatih tentang pentingnya kesabaran untuk meraih yang diinginkan.

"Yang terpenting, saya belajar untuk menghormati dna mencintai tubuh saya. Tubuh kamu sedang berjuang melawan masalah yang lebih besar dari yang kamu bayangkan. Bersabarlah dan bersikap baik pada diri sendiri, karena penyembuhan memang membutuhkan waktu. Simpan ini jika kamu sedang dalam perjalanan untuk mengatasi PCOD," tulis Akanksha.

Diet pada orang dengan PCOD

Kondisi PCOD yang dialami Akanksha memang bisa menyebabkan kenaikan berat badan, Bunda. Menurut ulasan di laman Nanavati Max Super Speciality Hospital, PCOD adalah gangguan endokrin yang ditandai dengan produksi hormon androgen berlebihan dan adanya folikel kecil yang belum berkembang (kista) di ovarium. Gejala paling umum PCOD adalah menstruasi tidak teratur, nyeri panggul, penambahan berat badan, dan kesulitan untuk hamil.

Masalah utama yang memicu gejala PCOD sering kali adalah resistensi insulin. Ketika tubuh menjadi resisten terhadap insulin, organ pankreas memproduksi lebih banyak insulin, yang pada gilirannya memicu ovarium untuk memproduksi lebih banyak androgen.

Diet pada pengidap PCOD menjadi sangat penting bukan hanya untuk menurunkan berat badan. Diet dengan pola makan terstruktur dapat meminimalkan gejala, Bunda.

Menurut penelitian, apa yang dimakan oleh seseorang dapat memiliki dampak besar pada PCOD. Melansir dari situs Apollo Hospitals, berikut beberapa jenis makanan yang dianjurkan dalam diet orang dengan PCOD:

  • Konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah, seperti biji-bijian utuh, kacang-kacangan,, buah-buahan, sayuran non-pati, dan makanan rendah karbohidrat yang tidak diolah.
  • Mengonsumsi makanan anti-inflamasi, seperti salmon berlemak, sayuran hijau, dan minyak zaitun extra virgin.
  • Menerapkan diet DASH untuk menurunkan risiko atau dampak penyakit jantung.

Selain konsumsi makanan sehat, diet orang dengan PCOD juga mengharuskan perubahan gaya hidup. Ini termasuk konsumsi setidaknya 2 liter air per hari, olahraga secara teratur, tidur cukup, dan tidak melewatkan waktu makan.

Demikian diet artis Bollywood yang mengidap PCOD. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Bunda.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda