Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kurang Tidur Selama 4 Malam Bisa Sebabkan Kenaikan Berat Badan, Ini Alasannya

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Sabtu, 28 Feb 2026 12:30 WIB

Young Asian woman feeling sick and suffering from a headache, lying on bed and taking a rest at home
Ilustrasi kurang tidur selama 4 malam bisa sebabkan kenaikan berat badan / Foto: Getty Images/AsiaVision
Daftar Isi

Bunda sering kurang tidur? Hati-hati berat badan bisa naik lho.

Banyak dari Bunda yang mungkin sering kurang tidur malam hari karena harus menyelesaikan pekerjaan rumah tangga. Jika tidak mengatur waktu istirahat dengan baik maka kurang tidur bisa menyebabkan kenaikan berat badan. Tentu bisa menggagalkan rencana diet Bunda.

Sebuah penelitian terbaru mengungkap fakta mengejutkan. Jika Bunda kurang tidur selama empat malam saja maka sudah bisa mengalami perubahan pada cara tubuh menyimpan lemak.

Dampaknya bukan sekadar rasa lelah atau sulit berkonsentrasi, melainkan juga peningkatan risiko obesitas dan gangguan metabolisme. Temuan ini semakin menegaskan bahwa tidur tidak hanya soal istirahat, tapi bagian penting dari proses biologis tubuh dalam mengatur hormon, metabolisme, dan keseimbangan energi.

Jadi, bagaimana kurang tidur bisa membuat berat badan naik?

Kurang tidur selama 4 malam bisa sebabkan kenaikan berat badan

Mengutip Fox8, penelitian telah dilakukan oleh tim dari Pennsylvania State University dan berlangsung selama 17 hari. Studi ini melibatkan 15 pria sehat berusia 20-an.

Pada minggu pertama, para peserta diminta tidur selama 10 jam setiap malam di rumah masing-masing. Setelah itu, mereka menjalani 10 malam pengamatan di pusat penelitian klinis kampus.

Selama berada di klinik, peserta diberikan makan malam tinggi lemak dan padat kalori, seperti chili dan pasta. Pada saat yang sama, mereka dibatasi untuk tidur tidak lebih dari 5 jam setiap malam selama 4 malam berturut-turut.

Hasilnya menunjukkan adanya perubahan signifikan pada respons tubuh terhadap makanan dan penyimpanan lemak.

Tubuh produksi lebih banyak insulin

Peneliti melakukan pemeriksaan darah dan menemukan bahwa kurang tidur menyebabkan tubuh memproduksi insulin dalam kadar lebih tinggi. Insulin merupakan hormon yang berperan penting dalam mengatur kadar gula darah serta membantu tubuh menyimpan lemak.

Kadar insulin yang meningkat membuat lemak dari makanan lebih cepat dibersihkan dari aliran darah. Dibanding dibakar menjadi energi, lemak tersebut justru lebih banyak disimpan di dalam tubuh. Inilah yang kemudian berkontribusi pada kenaikan berat badan.

Jadi, meski pola makan tidak berubah drastis selama Ramadhan, kurang tidur saja sudah cukup untuk menggeser cara tubuh mengelola asupan kalori.

Rasa kenyang berkurang saat kurang tidur

Temuan lain yang tak kalah penting adalah perubahan pada rasa kenyang. Peserta yang mengonsumsi makanan tinggi kalori dalam kondisi kurang tidur merasa kurang puas dibandingkan saat cukup istirahat.

Kondisi ini berpotensi membuat Bunda makan lebih banyak karena tubuh tidak memberikan sinyal kenyang yang optimal, terutama saat berbuka puasa. Dalam jangka panjang, kebiasaan ini bisa meningkatkan asupan kalori harian dan mempercepat penambahan berat badan.

Risiko penyakit kronis meningkat

Sejumlah penelitian sebelumnya juga telah mengaitkan kurang tidur dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, bahkan kanker. Kurang tidur memengaruhi sistem hormonal, meningkatkan stres oksidatif, serta mengganggu regulasi nafsu makan.

"Kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes, serta penyakit metabolik lainnya," ujar Kelly Ness, penulis utama penelitian.

Untuk itu, para peneliti mendorong dokter dan pembuat kebijakan untuk lebih aktif mengedukasi masyarakat mengenai bahaya kebiasaan tidur yang buruk. Kesadaran publik tentang pentingnya tidur dinilai sama pentingnya dengan kampanye pola makan sehat dan aktivitas fisik.

Berapa lama waktu tidur yang ideal?

Menurut rekomendasi dari National Sleep Foundation, orang dewasa sebaiknya tidur antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam. Durasi ini dianggap optimal untuk menjaga fungsi kognitif, kesehatan jantung, serta keseimbangan metabolisme.

Jika Bunda sering tidur kurang dari enam jam per malam, mungkin sudah saatnya mengevaluasi kembali pola istirahat. Mengatur jadwal tidur yang konsisten, membatasi paparan layar sebelum tidur, serta menciptakan suasana kamar yang nyaman dapat membantu meningkatkan kualitas istirahat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda