Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Jelang Lebaran Tapi Rezeki Masih Seret? Hindari 5 Kebiasaan Mengurangi Barakah

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Minggu, 01 Mar 2026 10:45 WIB

Ilustrasi dompet kosong
Ilustrasi kebiasaan mengurangi barakah / Foto: Getty Images/iStockphoto/Doucefleur
Daftar Isi

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Bunda mungkin mulai merasa cemas ketika kebutuhan terasa meningkat tetapi pemasukan terasa seret. Kondisi ini sering dikaitkan dengan rezeki jelang Lebaran yang belum juga mengalir lancar. 

Tanpa disadari, ada kebiasaan mengurangi barakah yang kerap kita lakukan dalam aktivitas sehari-hari. Padahal, hal kecil tersebut bisa berdampak besar pada rezeki jelang Lebaran yang kita harapkan semakin berkah.

Bunda, penting untuk mengevaluasi diri sebelum menyalahkan keadaan. Bisa jadi, kebiasaan mengurangi barakah inilah yang membuat rezeki jelang Lebaran terasa seret, tertahan, dan tidak maksimal.

Melalui artikel ini, Bunda akan diajak memahami apa saja kebiasaan mengurangi barakah yang perlu dihindari. Dengan memperbaikinya, semoga rezeki jelang Lebaran menjadi lebih lancar, banyak, dan penuh keberkahan.

5 Kebiasaan bisa mengurangi barakah dan mengecilkan rezeki jelang Lebaran

Menjelang hari raya, penting bagi Bunda untuk lebih peka terhadap berbagai kebiasaan mengurangi barakah yang tanpa sadar bisa memengaruhi rezeki jelang Lebaran. Melansir dari Islamic Finance Guru (IFG), ada beberapa kebiasaan mengurangi barakah yang sebaiknya dihindari agar rezeki jelang Lebaran tetap lancar, bersih, dan penuh keberkahan.

1. Mengabaikan zakat

Mengabaikan zakat termasuk kebiasaan mengurangi barakah yang sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya besar bagi kehidupan. Zakat adalah kewajiban bagi Muslim yang mampu untuk menyisihkan sebagian hartanya setiap tahun. Jika lalai, rezeki jelang Lebaran bisa terasa sempit dan kurang membawa ketenangan.

Secara makna, zakat berarti penyucian harta dari hal-hal yang tidak baik. Dengan menunaikannya, harta akan menjadi lebih bersih dan diharapkan dapat menghadirkan keberkahan yang melimpah. Sebaliknya, kebiasaan mengurangi barakah seperti menunda atau mengabaikan zakat dapat membuat rezeki menjadi tertahan.

Oleh karena itu, Bunda perlu memastikan bahwa zakat sudah dibayarkan tepat waktu setiap tahun agar terhindar dari rezeki yang seret jelang Lebaran. Dengan disiplin menunaikan zakat, semoga rezeki jelang Lebaran bisa terus mengalir, terasa lebih bersih, dan penuh keberkahan.

2. Terlibat dalam praktik riba

Salah satu kebiasaan mengurangi barakah yang sering tidak disadari adalah terlibat dalam praktik riba. Bunda, transaksi yang mengandung bunga jelas dilarang dalam Islam dan bisa menghambat rezeki jelang Lebaran di bulan Ramadhan. Jika ingin rezeki terasa lebih bersih dan halal, praktik riba ini benar-benar perlu dijauhi.

Riba termasuk dosa besar yang konsekuensinya sangat berat, baik di dunia maupun akhirat. Tak heran jika kebiasaan mengurangi barakah ini kerap menjadi penyebab hilangnya keberkahan dalam harta. 

Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 275:

اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّۗ ذٰلِكَ بِاَنَّهُمْ قَالُوْٓا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰواۘ وَاَحَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰواۗ فَمَنْ جَاۤءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَانْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَۗ وَاَمْرُهٗٓ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَادَ فَاُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ النَّارِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ

Allażīna ya'kulūnar-ribā lā yaqūmūna illā kamā yaqūmul-lażī yatakhabbaṭuhusy-syaiṭānu minal-mass(i), żālika bi'annahum qālū innamal-bai'u miṡlur-ribā, wa aḥallallāhul-bai'a wa ḥarramar-ribā, faman jā'ahū mau'iẓatum mir rabbihī fantahā falahū mā salaf(a), wa amruhū ilallāh(i), wa man 'āda fa ulā'ika aṣḥābun-nār(i), hum fīhā khālidūn(a).

Artinya: Orang-orang yang memakan (bertransaksi dengan) riba tidak dapat berdiri, kecuali seperti orang yang berdiri sempoyongan karena kesurupan setan. Demikian itu terjadi karena mereka berkata bahwa jual beli itu sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Siapa pun yang telah sampai kepadanya peringatan dari Tuhannya (menyangkut riba), lalu dia berhenti sehingga apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Siapa yang mengulangi (transaksi riba), mereka itulah penghuni neraka. Mereka kekal di dalamnya.

Untuk menghindari Riba, Bunda bisa mulai dengan memeriksa rekening dan memastikan tidak ada bunga yang masuk ke dalam tabungan. Jika ada, segera ajukan penghentian bunga kepada pihak bank dan salurkan nominal yang terlanjur diterima untuk amal sebagai bentuk pembersihan. Jangan lupa juga menunaikan zakat setiap tahun agar rezeki jelang Lebaran semakin terjaga dan jauh dari kebiasaan mengurangi barakah.

3. Mengonsumsi hasil haram atau penghasilan yang diragukan

Mengonsumsi hasil haram atau penghasilan yang diragukan termasuk salah satu kebiasaan mengurangi barakah yang sering luput dari perhatian. Bunda, sumber harta yang tidak jelas dapat membuat rezeki jelang Lebaran akan terasa sangat seret berat. Padahal, keberkahan juga sangat bergantung pada cara kita memperoleh rezeki tersebut.

Harta yang berasal dari cara yang tidak halal atau masih samar statusnya dapat mengurangi ketenangan batin dalam menjalani ibadah. Tanpa disadari, kebiasaan mengurangi barakah ini membuat rezeki jelang Lebaran terasa sempit, meski jumlahnya terlihat cukup.

Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk lebih teliti dalam memilih sumber penghasilan dan memastikan setiap rupiah diperoleh dengan cara yang halal. Dengan menjaga diri dari dari kebiasaan mengurangi barakah ini, InsyaAllah rezeki jelang Lebaran terasa lebih lancar dan membawa keberkahan bagi keluarga.

4. Membuang-buang kekayaan

Salah satu kebiasaan mengurangi barakah yang sering terjadi tanpa disadari adalah membuang-buang kekayaan. Islam tidak menganjurkan gaya hidup berlebihan karena hal itu bisa membuat rezeki jelang Lebaran bisa terasa sempit dan kurang penuh berkah. Bunda, sikap boros dan tidak bijak dalam mengatur uang perlahan dapat menggerus nilai keberkahan dalam harta.

Setiap orang memang memiliki standar kecukupan yang berbeda. Namun, ketika Bunda memaksakan diri membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan, di situlah tanda kebiasaan mengurangi barakah mulai muncul. Jika dibiarkan, pola ini dapat memengaruhi kelancaran rezeki jelang Lebaran yang sedang kita harapkan.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Al A'raf ayat 31:

۞ يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَࣖ ۝٣١

Yā banī ādama khużū zīnatakum 'inda kulli masjidiw wa kulū wasyrabū wa lā tusrifū, innahū lā yuḥibbul-musrifīn(a).

Artinya: Wahai anak cucu Adam, pakailah pakaianmu yang indah pada setiap (memasuki) masjid dan makan serta minumlah, tetapi janganlah berlebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebihan.

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa pemborosan dan sesuatu yang berlebihan, tidak disukai oleh Allah. Oleh karena itu, penting bagi Bunda untuk meninjau kembali kebiasaan belanja dan mulai membangun hubungan yang lebih sehat dengan uang agar tidak boros. 

5. Gagal memenuhi kewajiban finansial

Salah satu kebiasaan mengurangi barakah yang sering terjadi adalah gagal memenuhi kewajiban keuangan atau finansial. Utang yang ditunda tanpa alasan jelas bisa membuat rezeki jelang Lebaran akan terasa semakin sempit dan tidak lancar.

Dalam Islam, menunaikan kewajiban finansial adalah bagian dari akhlak mulia. Jika kita tidak adil dan jujur dalam urusan harta, tentu sulit berharap rezeki jelang Lebaran dipenuhi keberkahan dan kebaikan.

Sikap amanah dalam mengelola harta mencerminkan tanggung jawab seorang Muslim kepada sesama. Dengan menjaga kejujuran dan menepati kewajiban, InsyaAllah rezeki jelang Lebaran akan terasa lebih lancar dan berkah. 

Bunda, menjelang hari kemenangan ini, mari kita bersama-sama meninggalkan kebiasaan mengurangi barakah agar hati terasa lebih tenang dan harta tetap bersih serta halal.  Dengan memperbaiki diri dan menghindari kebiasaan mengurangi barakah tersebut, semoga rezeki jelang Lebaran bisa mengalir lebih lancar, berkah, dan penuh kebaikan untuk keluarga.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda