Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri-ciri Orang Tidak Kompeten, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Jumat, 06 Mar 2026 18:45 WIB

Ilustrasi diskusi
Ilustrasi Ciri-ciri Orang Tidak Kompeten, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini/Foto: Getty Images/Maxxa_Satori
Daftar Isi
Jakarta -

Berada di lingkungan dengan orang yang tidak kompeten dapat membuat Bunda tidak nyaman, terutama di tempat kerja ketika harus menanggung lebih banyak tanggung jawab karena mereka enggan melakukannya. Untuk mengenali ciri-cirinya, perhatikan sejumlah kalimat yang kerap diucapkan mereka.

Indikator terbesar dari seseorang yang tidak kompeten adalah bagaimana mereka menghadapi ketidaknyamanan dan hal yang tidak diketahui.

Dalam menghadapi tugas baru atau menantang, mulai dari interaksi sosial hingga proyek di tempat kerja, ada beberapa ungkapan yang sering diucapkan oleh orang-orang yang benar-benar tidak kompeten.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


7 Kalimat yang menjadi ciri-ciri orang tidak kompeten

Orang yang tidak kompeten bukan hanya kurang mau mencoba hal-hal baru, tetapi juga terhambat oleh persepsi tingkat kemampuan dan pola pikir negatif.

1. “Ini bukan salahku”

Dilansir dari laman Your Tango, orang yang tidak kompeten sering kali mengalihkan kesalahan untuk menghindari tanggung jawab atas kesalahan, komentar menyakitkan, dan kekurangannya, daripada mengakui kesalahan dan berupaya untuk berkembang.

Mulai dari menekan emosi di pertengkaran hingga mengalihkan kesalahan kepada orang yang mereka sayang untuk menegaskan superioritas yang mereka anggap dimiliki sendiri, mereka lebih suka menggunakan kalimat seperti ini untuk menjauhkan diri dari tanggung jawab.

2. “Aku terjebak”

Orang yang tidak kompeten cenderung menghindari tantangan, terutama tugas-tugas yang mereka anggap tidak mampu dilakukan atau gagal diselesaikan.

Alih-alih mengatasi kesulitan, mereka mengandalkan ungkapan seperti ini untuk meminta bantuan dari orang lain.

Studi dari Management Science menunjukkan bahwa orang yang tidak kompeten terlalu sering bergantung pada campur tangan orang lain daripada menantang diri mereka sendiri melalui pengembangan diri.

3. “Itu bukan tugasku”

Kurangnya fleksibilitas juga merupakan tanda umum ketidakmampuan, terutama di lembaga tradisional seperti tempat kerja di mana tim bekerja sama dan menantang diri mereka sendiri menuju tujuan bersama.

Meskipun menetapkan batasan di tempat kerja penting, sikap menolak membantu orang lain atau melakukan upaya ekstra sesekali dapat lebih merugikan daripada bermanfaat bagi kesuksesan semua orang.

4. “Ini adalah masalah yang harus diselesaikan oleh orang lain”

Entah didorong oleh rasa takut akan malu, kegagalan, atau tanggung jawab yang sebenarnya, orang-orang yang tidak kompeten umumnya menghindari situasi apa pun di mana mereka dipaksa untuk menantang diri sendiri atau merasa tidak nyaman.

Banyak yang benar-benar percaya bahwa dengan mengalihkan kesalahan, menghindari pertanggungjawaban, dan tidak pernah bertanggung jawab atas apa pun dalam hidupnya, mereka akan menemukan kedamaian.

5. “Saya tidak pandai dalam hal ini”

“Saya tidak pandai dalam hal ini” adalah salah satu ungkapan yang sering diucapkan oleh orang yang benar-benar tidak kompeten, menurut psikologi, karena mereka menganggap ketidakmampuan dalam suatu hal sebagai sesuatu yang buruk.

Alih-alih langsung terjun atau mencoba hal-hal yang mereka tahu tidak ‘mahir’ dalam hal itu, mereka malah tetap berada di zona nyamannya.

6. “Kamu lebih jago dalam hal ini”

Ketidakmampuan yang dijadikan senjata adalah salah satu istilah yang paling populer yang dikaitkan dengan kelompok demografis ini, sebagian karena diskusi di media sosial.

Terutama dalam hubungan, pasangan menggunakan ketidakmampuan yang dijadikan senjata untuk menghindari tanggung jawab atas suatu tugas atau percakapan dengan menggunakan ketidakmampuan mereka sebagai alasan.

7. “Akan saya kerjakan nanti”

Orang-orang yang tidak kompeten sering kali mencari alasan untuk melindungi ego dan citra mereka sendiri. Alih-alih terlibat dalam aktivitas dan menantang diri sendiri, mereka mencari validasi eksternal dengan menghindari ketidaknyamanan dan emosi seperti iri hati atau rasa malu.

Kecenderungan untuk mengandalkan alasan dan mengalihkan kesalahan ini umumnya merupakan perilaku yang dipelajari oleh orang-orang yang tidak kompeten.

Nah, itulah beberapa kalimat yang menjadi ciri-ciri orang tidak kompeten. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda