Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

6 Tanaman Sayur yang Makin Subur Jika Sering Dipetik

Arina Yulistara   |   HaiBunda

Selasa, 24 Feb 2026 20:15 WIB

Brussels Sprouts Plants Growing in Garden Bed
Ilustrasi tanaman sayur yang makin subur jika sering dipetik / Foto: iStock
Daftar Isi

Bunda punya tanaman sayur di rumah namun sering menunda memetiknya dengan alasan tunggu banyak dahulu? Ternyata ada beberapa tanaman sayur yang semakin subur jika sering dipetik.

Bagi banyak orang, kegiatan menanam sayur di rumah menghadirkan kepuasan tersendiri, mulai dari proses menyemai, merawat, hingga memanen hasilnya. Ada rasa bangga ketika hasil kerja keras selama berminggu-minggu akhirnya bisa dinikmati di meja makan.

Hanya saja, tak sedikit yang mengira bahwa panen merupakan tanda berakhirnya masa produktif tanaman. Padahal beberapa jenis sayuran, memanen justru menjadi kunci agar tanaman terus tumbuh dan menghasilkan lebih banyak.

Dengan teknik dan waktu panen yang tepat, masa produksi bisa diperpanjang. Prinsip ini dikenal dengan istilah cut and come again, yakni tanaman yang akan terus berproduksi selama bagian tertentu rutin dipetik.

Mengutip Better Homes & Gardens, tanaman pada dasarnya memiliki naluri untuk berkembang biak. Ketika Bunda memanen buah atau menghilangkan bunga sebelum tanaman mencurahkan seluruh energinya untuk membentuk biji, tanaman ‘panik’ dan memproduksi lebih banyak sebagai cara bertahan hidup.

Tanaman jenis ini sering disebut sebagai tanaman cut and come again, artinya semakin sering dipanen, semakin banyak hasil yang diberikan. 

Tanaman sayur yang makin subur jika sering dipetik

Berikut deretan tanaman sayur yang justru makin subur jika rutin dipetik.

1. Sayuran berdaun

Kale, sawi, bayam, hingga Swiss chard termasuk dalam kelompok sayuran berdaun yang responsif terhadap panen rutin. Tanaman ini tidak membentuk krop (kepala) sehingga daun bagian luar bisa dipetik tanpa mematikan pertumbuhan utamanya.

Cara terbaik memanen sayuran berdaun dengan mengambil daun luar yang sudah besar dan membiarkan daun muda di bagian tengah tetap tumbuh. Jangan mengambil lebih dari sepertiga bagian tanaman dalam satu waktu agar tanaman tetap kuat dan sehat.

2. Tomat, terong, dan cabai

Kelompok tanaman famili terong-terongan, seperti tomat, terong, dan cabai juga perlu rutin dipanen. Buah sebaiknya dipetik segera setelah mencapai warna dan ukuran yang diinginkan.

Jika buah dibiarkan terlalu matang hingga bijinya berkembang sempurna, tanaman akan mengurangi produksi karena merasa tugas reproduksinya telah selesai. Pada tomat varietas indeterminate (yang tumbuh terus-menerus), panen rutin sangat berpengaruh terhadap kelanjutan produksi. Sementara varietas determinate memang memiliki masa panen yang lebih terbatas.

3. Basil

Basil termasuk tanaman herbal yang sangat diuntungkan dari pemetikan rutin. Cara panennya bukan dengan mencabut daun sembarangan, melainkan mencubit pucuk tanaman dari bagian atas.

Bunda disarankan untuk memotong tepat di atas pertemuan dua daun cabang. Teknik ini akan merangsang pertumbuhan tunas baru dan membuat tanaman lebih rimbun.

Jika basil dibiarkan berbunga dan membentuk biji, batangnya bisa menjadi keras sehingga daunnya lebih tebal. Meski begitu, daun yang tersisa masih bisa dimanfaatkan, misalnya untuk diolah menjadi pesto.

4. Buncis dan kacang polong

Buncis dan kacang polong termasuk tanaman yang produktif jika sering dipetik. Namun keduanya memiliki batang yang relatif rapuh sehingga perlu kehati-hatian saat memanen.

Pegang batang atau sulur dengan satu tangan, lalu tarik polong ke arah atas menggunakan tangan lainnya agar tanaman tidak rusak. Waktu terbaik memanen adalah sebelum biji di dalam polong membesar hingga membuat kulitnya tampak menonjol.

5. Zucchini

Zucchini dikenal cepat tumbuh besar, bahkan bisa membesar hanya dalam hitungan hari. Untuk itu, tanaman ini sebaiknya diperiksa setiap dua hari sekali.

Zucchini yang dipanen saat masih berukuran sedang cenderung lebih empuk dan lezat. Selain itu, panen rutin akan merangsang tanaman menghasilkan bunga dan buah baru.

Gunakan pisau bersih untuk memotong tangkai buah agar tidak merusak batang utama. Pemangkasan batang besar juga membantu sirkulasi udara dan memudahkan penyerbuk mencapai bunga.

6. Timun

Satu tanaman timun bisa menghasilkan 10 hingga 20 buah dalam satu musim. Agar produksi tetap optimal, pemanenan perlu dilakukan secara teratur, idealnya setiap dua hari sekali.

Begitu timun mencapai ukuran panen, berbeda-beda tergantung varietas, segera potong dari sulurnya. Jika dibiarkan terlalu matang, tanaman akan mengalihkan energinya untuk pembentukan biji dan menghentikan produksi buah baru.

Jadi, memanen sayuran di rumah sendiri ternyata bukan hanya soal mengambil hasil, melainkan strategi untuk menjaga produktivitas tanaman. Dengan memahami cara dan waktu panen yang tepat, kebun rumahan bisa menciptakan hasil melimpah.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

 

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda