moms-life
7 Ciri Wajah Orang Narsis, Ternyata Gampang Terbaca
HaiBunda
Minggu, 22 Feb 2026 10:40 WIB
Bunda, pernah merasa bingung dengan ekspresi seseorang yang tampak ramah, tetapi terasa “aneh” atau tidak tulus? Bisa jadi, wajah memang menyimpan pesan yang tidak selalu selaras dengan kata-kata. Dalam dunia psikologi, ekspresi wajah kerap menjadi petunjuk penting untuk membaca kepribadian, termasuk kecenderungan narsis.
Kepribadian narsis sering kali menunjukkan pesona dan kepercayaan diri yang tinggi. Namun di balik itu, ada pola ekspresi tertentu yang berulang dan dapat diamati. Meski wajah manusia memiliki puluhan otot yang mampu menciptakan ribuan ekspresi, beberapa ciri wajah orang narsis ternyata cukup khas dan konsisten.
Lalu, seperti apa saja tanda-tandanya? Yuk, Bunda simak penjelasan lengkapnya dalam artikel di bawah ini
7 Ciri wajah orang narsis yang mudah dikenali
Dikutip dari laman Embrace Inner Chaos, ada beberapa petunjuk wajah yang sering muncul pada seseorang dengan kecenderungan narsistik. Berikut penjelasannya.
1. Senyum palsu yang tidak sampai ke mata
Senyum tulus biasanya melibatkan area mata, terlihat dari sudut mata yang ikut menyipit. Namun pada orang narsis, senyumnya sering terasa "mekanis". Bibir memang terangkat, tetapi mata tetap datar dan tidak menunjukkan kehangatan.
Dalam psikologi, senyum tulus dikenal sebagai Duchenne smile, yaitu ketika otot pipi dan sekitar mata bergerak bersamaan. Pada individu narsis, senyum sering hanya menjadi alat sosial untuk memikat atau mengendalikan situasi, bukan ekspresi kebahagiaan yang sebenarnya.
Bahkan, mereka bisa saja tersenyum di momen yang tidak tepat, seperti saat dikritik atau ketika situasi dengan serius.
2. Senyum miring penuh sindiran
Ciri wajah orang narsis berikutnya adalah sering munculnya senyum miring atau smirk. Biasanya hanya satu sisi bibir yang terangkat. Ekspresi ini memberi kesan meremehkan atau merasa lebih unggul.
Ekspresi ini sering muncul sangat cepat dan halus, sehingga mudah terlewatkan. Namun, secara emosional, orang di sekitarnya bisa langsung merasakan aura merendahkan. Senyum seperti ini kerap menjadi sinyal rasa superioritas dan kurangnya empati terhadap orang lain.
3. Tatapan kosong tanpa empati
Pernah melihat seseorang menatap dengan ekspresi kosong saat Bunda menceritakan hal yang emosional? Tatapan tanpa respons ini juga menjadi salah satu ciri wajah orang narsis.
Secara neurologis, respons empati biasanya tampak dari perubahan kecil pada mata dan wajah ketika mendengar kisah sedih atau menyentuh. Namun pada individu narsis, ekspresi tersebut cenderung datar. Tatapan kosong ini bisa menjadi bentuk jarak emosional atau bahkan strategi untuk membuat lawan bicara merasa tidak nyaman.
4. Tatapan Intens untuk Mendominasi
Berbeda dari tatapan kosong, orang narsis juga bisa menggunakan kontak mata yang terlalu lama dan intens. Tatapan ini bukan untuk membangun koneksi, melainkan sebagai cara menunjukkan dominasi.
Kontak mata yang terlalu lama dapat menciptakan tekanan psikologis. Dalam banyak situasi, orang yang ditatap akan merasa canggung atau terintimidasi. Tatapan semacam ini sering dipakai untuk mengontrol dinamika percakapan.
5. Gerakan alis berlebihan dan dramatis
Alis juga berperan penting dalam membaca ekspresi. Orang narsis cenderung menunjukkan gerakan alis yang lebih teatrikal, terangkat tinggi saat mencari validasi atau mengernyit dramatis ketika ingin menunjukkan ketidaksetujuan.
Gerakan alis yang berlebihan ini kerap digunakan untuk menarik perhatian atau memperkuat kesan tertentu. Bukan sekadar spontan, ekspresi tersebut sering kali terasa dibuat-buat demi membangun citra diri yang diinginkan.
6. Perubahan wajah mendadak saat marah
Salah satu ciri yang paling mencolok adalah perubahan ekspresi yang sangat cepat dari tenang menjadi marah. Wajah bisa berubah dalam hitungan detik, rahang mengeras, garis wajah menegang, dan sorot mata menjadi tajam.
Ledakan ekspresi ini sering disebut sebagai narcissistic rage. Menariknya, setelah kemarahan mereda, ekspresi bisa kembali normal dengan cepat seolah tidak terjadi apa-apa.
Pola ini menunjukkan bahwa kemarahan tersebut kadang lebih bersifat reaktif terhadap luka harga diri dibandingkan respons emosional yang wajar.
7. Ekspresi yang Bertolak Belakang
Ciri wajah orang narsis lainnya adalah munculnya ekspresi campuran yang membingungkan. Misalnya, tersenyum tetapi dengan mata yang tampak dingin, atau menunjukkan simpati lewat kata-kata namun wajahnya terlihat sinis.
Ketidaksesuaian antara bagian wajah kiri dan kanan juga bisa terlihat, sehingga menciptakan kesan tidak selaras. Secara sosial, ekspresi yang tidak sinkron ini sering membuat orang lain merasa ada yang "janggal", meski sulit dijelaskan secara langsung.
Bunda, penting diingat bahwa satu atau dua tanda saja belum tentu menunjukkan seseorang memiliki kepribadian narsistik. Pola ini perlu diamati secara konsisten dan dikaitkan dengan perilaku sehari-hari, ya.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Dampak bagi Anak Jika Ayah atau Bundanya Seorang Megalomania
7 Ciri-ciri Orang dengan Kepribadian Narsistik, Bisa Jadi Ada di Sekitar Bunda
10 Tanda Orang Tua Narsis dan Dampaknya untuk Anak, Bunda Punya Salah Satunya?