moms-life
Sengaja Tidak Sahur demi Kurus, Amankah? Waspadai Risiko Ini!
HaiBunda
Minggu, 22 Feb 2026 20:00 WIB
Daftar Isi
Bunda, setiap muslim menjalani ibadah puasa pada bulan suci Ramadhan. Selain sebagai kewajiban, periode ini kerap dimanfaatkan sebagian orang untuk menurunkan berat badan. Bahkan, ada pula yang sengaja tidak sahur agar bisa kurus.
Sahur adalah makanan yang dikonsumsi pada pagi hari sebelum terbit fajar. Ini sangat penting untuk mempersiapkan tubuh menghadapi hari puasa yang panjang. Oleh karena itu, disarankan makan makanan yang seimbang dan bergizi.
Beberapa mungkin melewatkan waktu sahur karena berbagai alasan, salah satunya untuk menurunkan berat badan. Namun siapa sangka, ternyata kebiasaan tersebut bisa memberikan dampak pada tubuh.
Risiko tidak sahur agar kurus
Dokter spesialis penyakit dalam dr. Aru Ariadno SpPD-KGEH mengatakan sahur memiliki banyak manfaat, baik dari segi kesehatan maupun spiritual.
“Kalau saya sarankan sebaiknya jangan ya. Usahakan sahur. Karena ya kalau dari beberapa hadis disebutkan bahwa keberkahan puasa itu ada di sahur, jadi sahur itu ada keberkahannya, jadi harus diusahakan sahur,” ujar Aru, dikutip dari laman detikcom, Kamis (19/2/2026).
Lebih lanjut, ia mengatakan jika seseorang tidak makan sahur, terutama setelah makan malam terakhir pada pukul 21.00 WIB malam, tubuh akan mengalami waktu puasa yang terlalu panjang.
Tentu saja hal ini pada akhirnya dapat menyebabkan gangguan pencernaan karena lambung dibiarkan kosong dalam waktu lama.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh spesialis penyakit dalam dari RS Abdi Waluyo, dr Yuhana Fitra, SpPD. Ia mengatakan selama berpuasa kurang lebih 14 jam, seseorang bisa mengalami kekurangan cairan dan gula yang dapat memicu dehidrasi dan lemas. Apalagi yang tidak makan sahur.
“Karena tadi kalau skip sahur risikonya dehidrasi kalau kita dehidrasi kita kurang alert itu yang terjadi pada waktu dehidrasi kurang cairan akan menyebabkan kita kurang alert itu yang pertama. Yang kedua kalau kita kurang gula juga menyebabkan kita kurang alert juga,” jelasnya.
Ia pun mengatakan hal tersebut dapat berdampak buruk pada aktivitas fisik atau kinerja seseorang, Bunda.
“Hal ini nanti menyebabkan aktivitas fisik di siang harinya tidak optimal, jadi ngantuk, enggak berenergi jadi kan kesannya orang Islam kalau lagi bulan puasa ngantukan semua. Baiknya kita tetap bisa bekerja profesional di siang hari, jangan skip sahur tapi nanti kalau sudah selesai Ramadhan, mau diet, silakan,” ungkapnya.
Tips diet selama bulan puasa Ramadhan
Supaya puasa Bunda sekaligus diet berjalan lancar, ada sejumlah tips yang dapat Bunda lakukan berikut ini:
1. Pilih menu sahur yang tepat
Bunda disarankan mengonsumsi makanan yang mengandung protein dan karbohidrat kompleks agar merasa kenyang lebih lama, serta terhindar dari rasa lapar di siang hari.
Pilihan karbohidrat kompleks yang mungkin dapat Bunda konsumsi saat sahur di antaranya nasi merah, roti gandum, dan oatmeal. Perbanyak juga protein dari daging ayam tanpa kulit, ikan, tempe, dan tahu.
Untuk proses masaknya, makanan yang digoreng tidak dianjurkan menjadi menu sahur karena dapat menyebabkan perut kembung dan lebih sering merasa haus.
2. Hindari makan berlebihan saat waktu buka puasa
Dilansir dari laman WebMD, makan berlebihan, terutama yang tinggi kalori, dapat menyebabkan penimbunan lemak. Tubuh akan menyimpan kelebihan kalori sebagai lemak yang kemudian menyebabkan kenaikan berat badan.
Selain itu, makan berlebihan setelah berpuasa dapat menyebabkan kadar gula darah dan insulin melonjak. Hal ini kemudian menyebabkan gejala seperti kegelisahan, sakit kepala, dan mual.
3. Jaga tubuh agar tetap terhidrasi
Dilansir dari laman Cleveland Clinic, Bunda dapat membantu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum banyak cairan selama jam berbuka puasa dan sahur.
Pilihlah untuk sering minum air putih. Bunda juga dapat menambahkan irisan lemon atau daun mint segar untuk membantu detoksifikasi dan melancarkan pencernaan.
Jika terbiasa minum kopi atau minuman bersoda, cobalah untuk mengurangi konsumsi karena minuman tersebut bersifat diuretik yang menyebabkan dehidrasi tubuh.
Nah, itulah penjelasan risiko jika tidak sahur agar kurus. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.
Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Puasa Tanpa Sahur Demi Turunkan Berat Badan, Efektif dan Amankah?
Mom's Life
Ingin Turunkan Berat Badan? Coba 12 Cara Diet Alami Ini, Bun
Mom's Life
Tips Diet Ala Instruktur Pound Fit, Bisa Susut Hingga 24 Kg
Mom's Life
Tips Sehat Menurunkan Berat Badan Tanpa Konsumsi Pelangsing
Mom's Life
7 Langkah Turunkan Berat Badan 10 Kg dalam 2 Bulan, Pakai Aturan 80-20
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Terbaru Komika Musdalifah Basri Usai Diet, Makin Kece Nih Bun
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Diet Air Cuka dan Lemon, Mana yang Efektif Turunkan BB?
Apakah Kurma Bagus untuk Diet? Ketahui Kandungan Nutrisinya
Bolehkah Puasa Ramadhan sekaligus Niat Diet?