moms-life
Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh Lengkap: Arab, Latin & Artinya
HaiBunda
Rabu, 18 Feb 2026 20:20 WIB
Daftar Isi
Bunda, memahami niat puasa Ramadhan menjadi langkah penting sebelum menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Selain itu, Bunda juga bisa mempelajari doa puasa agar ibadah terasa lebih lengkap. Banyak juga yang mencari panduan lengkap doa puasa Ramadhan untuk diamalkan setiap hari.
Dalam praktiknya, sebagian orang menggabungkan bacaan niat doa puasa Ramadhan agar lebih khusyuk saat beribadah. Tak hanya itu, ada juga yang menyiapkan diri dengan melakukan mandi wajib dengan membaca niat sebagai persiapan puasa Ramadhan sebelum memasuki waktu sahur. Hal ini berkaitan dengan amalan bersuci melalui niat mandi puasa Ramadhan.
Saat waktu berbuka tiba, penting juga untuk mengetahui bacaan niat buka puasa yang benar. Bunda bisa menyesuaikan dengan versi lengkap niat buka puasa Ramadhan sesuai tuntunan yang diajarkan. Dengan begitu, rangkaian ibadah dari sahur hingga berbuka terasa lebih sempurna.
Melalui artikel ini, Bunda akan menemukan panduan lengkap niat puasa Ramadhan beserta Arab, latin, dan artinya. Penjelasan ini diharapkan membantu Bunda memahami setiap bacaan doa niat puasa dengan mudah. Semoga ibadah Ramadhan Bunda berjalan lancar dan penuh berkah.
Hukum membaca niat puasa Ramadhan sebulan penuh
Dilansir dari laman detikcom, niat puasa Ramadhan memiliki ketentuan yang perlu dipahami dengan baik oleh Bunda. Hal ini juga berkaitan dengan kebiasaan membaca niat puasa Ramadhan sahur sebelum menjalankan ibadah puasa.
Dalam Mazhab Syafi'i, niat puasa Ramadhan wajib diperbarui atau dibaca setiap malam. Oleh karena itu, banyak umat Islam tetap membaca niat sahur Ramadhan setiap hari sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan puasa bulan Ramadhan.
Namun, para ulama juga memberikan keringanan dengan mengikuti pendapat dari Mazhab Maliki. Menurut Mazhab Maliki, niat puasa sahur Ramadhan cukup dilakukan satu kali saja pada malam pertama bulan Ramadan untuk puasa satu bulan penuh. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam kitab Risalah Abi Zaid Al-Qairuwani:
"Seseorang harus berniat puasa pada malam hari di awal Ramadhan. Tidak ada kewajiban niat berpuasa pada setiap malam pada hari-hari selanjutnya."
Oleh karena itu, bagi pengikut Mazhab Syafi'i, hukum menggabungkan niat puasa Ramadhan sebulan penuh di awal Ramadan adalah Sunnah. Tujuannya sebagai sebagai langkah antisipasi jika suatu hari lupa membaca niat puasa Ramadhan sahur.
Imam al-Qulyubi dalam kitab Hasyiyah Al-Qulyubi (II/66) menjelaskan:
وَيُنْدَبُ أَنْ يَنْوِيَ أَوَّلَ لَيْلَةٍ صَوْمَ شَهْرِ رَمَضَانَ أَوْ صَوْمَ رَمَضَانَ كُلَّهُ لِيَنْفَعَهُ تَقْلِيدُ الْإِمَامِ مَالِكٍ فِي يَوْمٍ نَسِيَ النِّيَّةَ فِيهِ مَثَلًا لِأَنَّهَا عِنْدَهُ تَكْفِي لِجَمِيعِ الشَّهْرِ
Artinya: "Disunahkan pada malam pertama bulan Ramadhan untuk niat berpuasa sebulan penuh untuk mengambil memanfaatkan pendapat Imam Malik pada suatu hari yang lupa untuk berniat di dalamnya. Karena beliau menganggap niat tersebut mencukupi bila lupa niat pada malam-malam berikutnya di semua malam Ramadhan."
Dari penjelasan tersebut, umat Islam dianjurkan membaca niat puasa Ramadhan sebulan penuh pada malam pertama Ramadan. Meski begitu, pada malam berikutnya tetap dianjurkan membaca niat sahur puasa Ramadhan sebagai penyempurna ibadah.
Jika suatu malam lupa membaca niat puasa harian, puasa di hari itu tetap sah karena sudah tercakup dalam niat awal. Hal ini membuat Bunda tetap tenang selama sudah melafalkan bacaan niat puasa bulan Ramadhan sejak awal bulan.
Waktu membaca niat puasa Ramadhan yang dianjurkan
Dijelaskan dalam buku Tafsir Ayat Ahkam oleh Kadar M. Yusuf, terdapat perbedaan pandangan ulama mengenai waktu terbaik membaca niat puasa Ramadhan. Hal ini membuat Bunda perlu memahami ketentuan agar pelaksanaan membaca niat bulan puasa Ramadhan semakin tepat.
Menurut Imam Maliki, niat puasa Ramadhan sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum fajar tiba. Pendapat ini sering dijadikan rujukan saat Bunda ingin membaca niat sahur sebelum waktu imsak tiba.
Imam Syafi'i juga menegaskan bahwa niat puasa Ramadhan wajib dibaca pada malam hari sebelum fajar. Namun untuk puasa sunnah, niat puasa masih boleh dilakukan setelah fajar, berbeda dengan aturan niat puasa sebulan Ramadhan yang harus dipastikan membaca sejak malam hari.
Berbeda dengan itu, Abu Hanifah berpendapat niat puasa Ramadhan sebulan maupun puasa sunnah masih boleh dilakukan setelah fajar jika waktunya sudah ditentukan. Puasa wajib dan sunnah tersebut seperti puasa bulan Ramadhan ataupun puasa nazar untuk waktu tertentu.
Bacaan niat puasa Ramadhan sebulan penuh: Arab, latin, dan artinya
Bunda, memahami niat puasa Ramadhan itu sangat penting agar ibadah terasa lebih siap dilakukan sejak awal bulan. Bacaan doa niat puasa Ramadhan bisa diamalkan harian maupun menggunakan versi niat puasa Ramadhan sebulan penuh sesuai keyakinan dan tuntunan yang diikuti.
Mengutip dari Buku Praktis Ibadah susunan Irwan dkk, terdapat bacaan khusus untuk niat puasa Ramadhan sebulan penuh. Bacaan ini biasa dipilih oleh sebagian umat Muslim yang ingin menetapkan niat untuk satu bulan sekaligus.
Adapun lafaz niat puasa Ramadhan Arab yang disertai dengan latin dan artinya dan dapat dibaca adalah sebagai berikut:
نَوَيْتُ صَوْمَ جَمِيعِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى.
Latin: Nawaitu shauma jamii'i syahri ramadhaani haadzihis-sanati fardhan lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa sepanjang bulan Ramadan tahun ini dengan mengikuti pendapat Imam Malik, sebagai kewajiban karena Allah Ta'ala"
Dengan memahami maknanya, Bunda bisa melafalkan bacaan niat puasa Ramadhan dan artinya untuk melaksanakan puasa dengan lebih yakin dan khusyuk.
Bacaan niat puasa Ramadhan harian: Arab, latin, dan artinya
Bunda, mengetahui niat puasa Ramadhan harian bisa membantu meneguhkan kesiapan hati sebelum menjalankan ibadah puasa. Menjelang bulan Ramadhan, banyak umat muslim yang menelusuri pencarian niat puasa hari ini agar tidak keliru saat melafazkannya.
Mengutip dari sumber yang sama, berikut bacaan Arab niat puasa Ramadhan hari ini dan artinya yang bisa Bunda amalkan setiap hari.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى.
Latin: Nawaitu shauma ghadin 'an adaa-i fardhi syahri Ramadhaana haadzihis-sanati lillaahi ta'aalaa.
Artinya: "Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadan tahun ini, karena Allah Ta'ala."
Bacaan tersebut bisa digunakan sebagai panduan doa niat puasa Ramadhan agar lebih mudah dipahami dan dihafalkan. Dengan memahami maknanya, Bunda dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lebih yakin dan khusyuk.
Pertanyaan yang sering ditanyakan seputar puasa Ramadhan
Bunda, setelah memahami informasi dasar niat puasa Ramadhan, sering kali masih muncul beberapa hal yang membuat ragu terkait pelaksanaannya. Oleh karena itu, Bubun akan merangkum pertanyaan umum seputar niat doa puasa Ramadhan agar Bunda semakin yakin saat beribadah di bulan Ramadhan.
Apakah harus membaca niat puasa Ramadhan setiap hari?
Bunda, pembahasan tentang niat puasa Ramadhan sering kali menimbulkan pertanyaan, termasuk apa niat puasa Ramadhan harus dibaca setiap hari atau tidak. Hal ini penting dipahami agar pelaksanaan membaca niat puasa bulan Ramadhan bisa sesuai dengan tuntunan yang diyakini.
Jika mengikuti Mazhab Syafi’i, membaca doa niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam untuk puasa keesokan harinya. Hal ini juga dijelaskan dalam buku Fiqih Praktis Puasa karya Buya Yahya, bahwa satu kali niat berlaku untuk satu hari puasa, sehingga jika terlewat hingga matahari terbit maka puasa tidak sah.
Di sisi lain, menurut Mazhab Malik, niat puasa Ramadhan cukup dilakukan sekali saat awal Ramadhan ketika sahur pertama. Niat tersebut bisa berlaku selama sebulan penuh selama puasa tidak terputus, sehingga tetap berkaitan dengan amalan doa niat puasa Ramadhan yang dijaga konsistensinya.
Apakah puasa sah bila tidak melafazkan niat puasa Ramadhan?
Bunda, memahami niat puasa Ramadhan sangat penting karena termasuk bagian utama dalam ibadah puasa. Niat puasa ini memiliki kaitan dengan kesiapan sejak makan sahur agar ibadah puasa menjadi lebih khusyuk.
Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Agama Sulawesi Barat, puasa tetap sah meskipun seseorang tidak mengucapkan niat secara lisan. Selama dalam hati sudah ada tekad berpuasa, maka puasa Ramadhan tetap dinilai sah.
Hal ini karena melafalkan niat dengan lisan hukumnya sunnah, bukan wajib. Namun, mengucapkan niat puasa sahur Ramadhan atau niat sahur secara lisan bisa membantu menguatkan kesungguhan dalam menjalankan ibadah puasa.
Dengan memahami hal ini, Bunda tidak perlu khawatir jika lupa melafalkan niat secara lisan, selama hati sudah berniat menjalankan niat puasa Ramadhan. Yang terpenting adalah kesungguhan hati dalam menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.
Apakah boleh puasa Ramadhan tanpa niat?
Bunda, dalam menjalankan ibadah puasa, niat puasa Ramadhan menjadi bagian yang sangat penting dan tidak boleh dilewatkan.
Jika seseorang sama sekali tidak membaca atau menghadirkan niat doa puasa Ramadhan, baik secara lisan maupun dalam hati, maka puasanya dinilai tidak sah. Hal ini tetap berlaku meskipun ia menahan makan dan minum hingga waktu berbuka.
Puasa yang tidak sah tersebut nantinya akan dihitung sebagai utang ibadah. Oleh karena itu, orang tersebut wajib menggantinya dengan puasa qadha setelah bulan Ramadhan berakhir.
Supaya hal ini tidak terjadi, Bunda bisa membiasakan membaca niat puasa Ramadhan sebelum memulai puasa. Dengan begitu, niat puasa Ramadhan dapat dilakukan dengan benar dan ibadah pun menjadi lebih sempurna.
Bunda, memahami dan mengamalkan niat puasa Ramadhan dengan benar dapat membantu ibadah terasa lebih tenang dan terarah. Jangan lupa juga mempersiapkan diri dengan memahami tata cara bersuci, termasuk niat mandi wajib sebelum menjalankan puasa. Persiapan yang baik akan membuat ibadah Ramadhan terasa lebih maksimal.
Hal tersebut sejalan dengan kebiasaan menjaga kesucian diri sebelum menjalankan puasa. Banyak juga yang mempelajari kembali bacaan niat mandi wajib puasa Ramadhan agar tidak keliru saat melakukannya.
Saat waktu berbuka tiba, penting juga mengetahui bacaan doa buka puasa yang benar. Bunda bisa sekaligus mempelajari doa niat buka puasa Ramadhan agar ibadah terasa lebih lengkap. Dengan begitu, rangkaian ibadah dari sahur hingga berbuka bisa dijalankan dengan lebih sempurna.
Semoga panduan lengkap niat puasa Ramadhan ini bisa membantu Bunda menjalankan ibadah dengan lebih yakin. Dengan memahami setiap bacaan dan tata caranya, ibadah puasa diharapkan akan semakin khusyuk. Selamat menjalankan ibadah bulan Ramadhan dengan penuh keikhlasan dan keberkahan, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Doa Setelah Salat Tarawih dan Witir Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Mom's Life
Libur Panjang Awal Ramadhan 2024, Cek Jadwalnya Bun!
Mom's Life
7 Doa Menyambut Ramadhan, Lengkap dengan Arab, Latin & Artinya
Mom's Life
Bagaimana Hukum Puasa Ramadhan Tanpa Niat?
Mom's Life
Niat Puasa Ramadhan dan Tata Cara Tarawih Sendiri di Rumah
5 Foto
Mom's Life
Oki Setiana Dewi Akui Ramadhan Tahun Ini Berbeda, Intip 5 Potretnya Puasa Bareng Anak di Mesir
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Bacaan Doa Niat Mandi Keramas Puasa Ramadhan Lengkap: Arab, Latin, Arti & Tata Caranya
125 Kata-Kata Ucapan Sahur di Bulan Puasa Ramadhan Lengkap Islami hingga Lucu
100 Kata-Kata Ucapan Berbuka Puasa di Bulan Ramadhan Lengkap Islami hingga Lucu