Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Kepribadian Orang yang Suka Memasukkan Tangan ke Saku Celana Menurut Psikologi

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Minggu, 15 Feb 2026 15:40 WIB

Ciri orang dengan kebiasaan memasukkan tangan ke kantong
Ciri orang dengan kebiasaan memasukkan tangan ke kantong/ Foto: Getty Images/Igor Suka

Bunda mungkin pernah melihat seseorang berjalan santai dengan kedua tangan masuk ke saku celana. Ciri-ciri kepribadian seseorang bisa dilihat dari kebiasaannya memasukkan tangan ke kantong.

Kebiasaan memasukkan tangan ke kantong bisa dilakukan tanpa sadar. Bunda sering melakukan kebiasaan ini saat sedang menunggu, berbicara, atau merasa canggung di tempat umum.

Banyak yang penasaran. Apakah ada ciri orang yang suka memasukkan tangan ke saku celana jika dilihat dari sudut pandang psikologi?

Sekilas, gerakan ini tampak sepele dan alami, bahkan terasa nyaman dilakukan. Namun, dalam dunia psikologi, bahasa tubuh sekecil apa pun ternyata bisa menyimpan makna. Apakah kebiasaan ini menandakan rasa tidak percaya diri? Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!

Makna psikologis di balik kebiasaan memasukkan tangan ke saku

Mengutip dari laman The Economic Times, kebiasaan memasukkan tangan ke saku ini sering muncul tanpa disadari. Dalam kajian komunikasi nonverbal, Dr Albert Mehrabian, melalui penelitiannya tentang komunikasi emosional, ia menjelaskan bahwa ekspresi nonverbal termasuk postur dan gerakan tangan sering kali menyampaikan lebih banyak pesan emosional dibandingkan kata-kata.

Ia menyebutkan bahwa, “People often manage impressions unconsciously.” Artinya, banyak kebiasaan tubuh terjadi tanpa kita sadari sebagai bagian dari cara kita mengatur kesan di hadapan orang lain.

Tangan merupakan bagian tubuh yang sangat ekspresif. Saat tangan disembunyikan di saku, ini bisa menjadi bentuk “perlindungan diri” secara psikologis. Studi tentang bahasa tubuh defensif yang dipublikasikan dalam The Journal of Nonverbal Behavior menunjukkan bahwa ketika seseorang merasa butuh kenyamanan atau ruang aman, ia cenderung menutup sebagian tubuhnya.

Psikolog sosial Dr. Amy Cuddy juga menjelaskan bahwa ketika individu merasa kurang aman secara psikologis, tubuhnya cenderung mengecil atau tertutup. Dalam berbagai kuliahnya, ia menyampaikan bahwa saat seseorang merasa ragu atau waspada, postur tubuhnya secara refleks menjadi lebih tertutup.

Jika kebiasaan memasukkan tangan ke saku disertai bahu sedikit membungkuk atau tatapan menunduk, bisa jadi orang tersebut sedang berusaha mengurangi sorotan atau perhatian dari lingkungan sekitar.

Menariknya, para ahli menekankan bahwa kebiasaan ini tidak otomatis menunjukkan kurang percaya diri. Penelitian dari University of Toronto menemukan bahwa individu yang cenderung introspektif atau lebih tertutup secara emosional sering menggunakan postur tubuh yang lebih “tertutup” untuk menjaga mentalnya.

Dalam hal ini, memasukkan tangan ke saku bisa menjadi cara seseorang mengatur stimulasi dari luar. Psikolog Dr. Susan Krauss Whitbourne, menjelaskan bahwa beberapa orang membatasi ekspresi fisik sebagai bagian dari regulasi emosi.

Ia menyebutkan bahwa gestur semacam ini dapat menjadi tanda pengendalian diri, bukan kelemahan.

Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences juga menunjukkan bahwa individu yang sering menyembunyikan tangan saat berinteraksi cenderung lebih berhati-hati dalam menyampaikan pendapat, terutama di lingkungan baru. 

Dalam situasi seperti ini, tangan di dalam saku bisa menjadi tanda bahwa ia sedang “masuk ke dalam diri sendiri” merenung, memproses, atau menata ulang pikirannya.

Nah, itu dia penjelasan mengenai ciri kepribadian orang yang suka memasukkan tangannya ke dalam saku. Semoga bermanfaat untuk mengenali diri sendiri dan orang di sekitar.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(rap/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda