Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Kamis, 12 Feb 2026 22:00 WIB

Closeup side view asian businesswoman washing dishes at night - she is tired from getting off work still has to do housework
9 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Bersihkan Rumah di Malam Hari Menurut Psikologi/Foto: Getty Images/PonyWang
Daftar Isi
Jakarta -

Sebagian orang memilih memulai pagi dengan membersihkan rumah sebelum menjalani aktivitas sepanjang hari. Namun, ada pula yang lebih nyaman melakukan pekerjaan rumah pada malam hari.

Siapa sangka, kebiasaan ini ternyata berkaitan juga dengan kesehatan mental seseorang. Sebuah penelitian menunjukkan tentang apa yang terjadi pada menit-menit penting sebelum tidur.

Psikologi di balik hal ini masuk akal. Seperti yang telah ditemukan oleh para ilmuwan perilaku, lingkungan secara signifikan memengaruhi tingkat stres dan kejernihan mental.

Ruang yang berantakan sering kali menyebabkan pikiran yang berantakan. Mereka yang secara konsisten menjaga kebersihan rumah telah menyadari bahwa ritual kecil setiap malam mencegah penumpukan kekacauan.

9 Ciri kepribadian orang yang selalu membersihkan rumah di malam hari

Orang yang tidak bisa tidur sampai semuanya bersih biasanya memiliki beberapa ciri kepribadian. Berikut di antaranya:

1. Mereka menyamakan berantakan dengan bahaya

Dilansir dari laman Your Tango, sudah terlalu banyak kekacauan yang terjadi dalam kehidupan orang biasa. Mereka tidak selalu dapat mengendalikan lingkungannya yang berantakan.

Ada hal-hal tertentu yang harus mereka tanggung, bahkan jika itu sama dengan bahaya. Mereka belajar bahwa kekacauan yang tidak terkendali pasti akan menyebabkan yang jauh lebih besar.

Untuk menghindari hal ini, mereka melakukan yang terbaik untuk mengurus hal-hal yang dapat mereka kendalikan.

2. Rumah yang berantakan memicu trauma

Tidak semua orang memiliki kehidupan yang stabil saat tumbuh dewasa. Mulai dari orang tua yang tidak akur dan mengabaikan mereka hingga pasangan yang membuat mereka memikul beban di pundak, masalah-masalah yang belum selesai ini merembes dalam kehidupan sehari-hari.

Tentu saja menyebabkan mereka mengembangkan pola perilaku tertentu. Merasa tak berdaya, mereka telah bekerja keras untuk menciptakan kehidupan impian. Inilah mengapa mereka menolak untuk membiarkan lingkungannya berantakan.

3. Takut mengecewakan orang lain

Orang yang tidak bisa tidur sampai semuanya bersih biasanya takut mengecewakan orang lain. Terlalu terbebani oleh pikiran orang lain, mereka menjadi orang yang terlalu banyak berpikir dan perfeksionis, serta membenci kemungkinan orang lain tidak menyukai mereka.

4. Rumah berantakan membuat mereka merasa tidak berdaya

Kebanyakan orang ingin merasa memiliki kendali atas lingkungannya. Hal ini tidak hanya memberikan rasa aman yang lebih baik, tetapi juga membuat mereka merasa lebih berdaya dalam jangka panjang.

Bagi para perfeksionis, mereka sudah tahu bahwa merencanakan segala sesuatu hingga detail terkecil sangat penting untuk menjaga kewarasan mereka.

“Kurangnya kendali dalam situasi tertentu sangat bersifat pribadi, terutama ketika hasilnya berdampak pada diri kamu atau komunitas,” ungkap psikolog Lisa Liggins-Chambes.

5. Belajar bahwa kesalahan itu berbahaya

Dengan begitu banyak harapan yang diletakkan pada mereka sejak usia muda, setiap kali melakukan kesalahan, mereka selalu diremehkan.

Setiap kesalahan kecil yang mereka buat, selalu diteliti dengan cermat. Akibatnya, mereka menjadi perfeksionis yang tidak pernah membiarkan dirinya melakukan kesalahan.

Meskipun tidak selalu realistis, mereka menemukan cara untuk sangat kritis terhadap diri sendiri.

6. Sangat kritis terhadap diri sendiri

Tidak mengherankan jika mereka yang lebih suka menjaga rumahnya tetap bersih cenderung teliti. Tentu saja, ini bukan selalu sifat terbaik.

Para perfeksionis tetap saja menetapkan standar yang berbeda untuk diri sendiri. Mereka cepat mengkritik diri sendiri dan melabeli apa pun yang kurang dari sempurna sebagai kemalasan.

Jadi, meskipun itu bukan pola pikir yang sehat, hal itu tidak menghentikan mereka untuk menjadi kritikus terburuk bagi diri sendiri.

7. Sistem saraf selalu berada dalam mode siaga

Orang yang tidak bisa tidur sampai semuanya bersih biasanya memiliki alasan yang mendalam, mereka selalu terjebak dalam mode siap siaga.

Mereka tidak tahu bagaimana cukup rileks untuk mendapatkan istirahat malam yang nyenyak. Jadi, mereka menghabiskan waktu berjam-jam untuk merapikan rumahnya.

8. Mereka belajar bahwa kenyamanan harus diperoleh dengan usaha

Bagi individu yang terobsesi dengan kebersihan, mereka tidak tahu yang lebih baik karena diajari bahwa mereka perlu mendapatkan kenyamanan.

Yakin bahwa apa yang mereka lakukan tidak pernah cukup, mereka berupaya mencapai tingkat perfeksionis yang mengkhawatirkan.

9. Membersihkan rumah untuk membungkam pikiran batinnya

Selalu memikirkan hal terburuk, orang yang tidak bisa tidur sampai semuanya bersih biasanya memiliki alasan yang mendalam, termasuk ketidakmampuan untuk membungkam pikiran batinnya.

Tetap sibuk selalu lebih baik daripada merenung hingga pukul 3 pagi karena meskipun mengganggu jadwal tidur mereka, merasa lelah lebih baik daripada kecemasan.

Closeup side view asian businesswoman washing dishes at night - she is tired from getting off work still has to do houseworkFoto: Getty Images/PonyWang

Kebiasaan yang sering dilakukan orang ketika membersihkan rumah di malam hari

Berikut beberapa kebiasaan bersih-bersih yang sering dilakukan sebagian orang sebelum tidur di malam hari:

1. Merapikan tempat tidur sebelum tidur

Dilansir dari laman Silicon Canals, seseorang mungkin mengatur bantal dengan benar, merapikan selimut, dan menyingkirkan barang-barang yang menumpuk sepanjang hari di kasur.

Tindakan kecil ini memiliki dua tujuan. Pertama, tidur lebih nyenyak dan tempat tidur telah tertata dengan rapi ketika bangun.

2. Mengerjakan sesuatu dengan durasi lima menit

Orang-orang yang memiliki rumah bersih mengidentifikasi satu tugas kecil setiap malam yang terus mengganggunya.

Aturannya adalah setiap pengerjaan harus memakan waktu lima menit atau kurang. Ini mencegah penumpukan tugas-tugas kecil yang akhirnya menjadi proyek akhir pekan yang sangat melelahkan.

3. Mengosongkan tempat sampah

Membuang sampah di malam hari berarti tidak perlu terburu-buru di pagi hari untuk mengejar truk sampah dan tidak ada bau yang tertinggal semalaman.

4. Mempersiapkan diri untuk besok

Orang dengan rumah yang bersih menciptakan perasaan yang sama dengan melakukan tugas-tugas persiapan kecil sebelum tidur.

Mereka menyiapkan pakaian untuk besok, menyiapkan mesin pembuat kopi, mengemas tas untuk kerja, dan meletakkan kunci di tempat yang sama setiap malam.

5. Mengikuti aturan ‘tidak ada barang di lantai’

Orang yang menjaga kebersihan rumah telah melatih diri untuk menjaga lantai tetap bersih sebelum tidur.

Semua barang disimpan atau diletakkan di permukaan yang sesuai. Ini bukan tentang kesempurnaan, ini tentang menjaga jalur tetap bersih.

Aspek psikologi visual di sini sangat kuat. Lantai yang bersih membuat ruangan terasa lebih luas dan tenang, berkontribusi pada kualitas tidur yang lebih baik dan mengurangi kecemasan.

Nah, itulah beberapa ciri kepribadian orang yang sering membersihkan rumah di malam hari. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.  

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda