Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Chunyun, Tradisi Mudik Massal Terbesar di Dunia Jelang Tahun Baru Imlek

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Selasa, 10 Feb 2026 16:31 WIB

Crowd walking in the streets of Chinatown during the Chinese New Year celebrations in Singapore. Many people celebrate, eat and buy at the many market stalls that open till late at night during this popular celebration.
Chunyun, Tradisi Mudik Massal Terbesar di Dunia Jelang Tahun Baru Imlek/Foto: Getty Images/iStockphoto/aluxum
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, setiap perayaan besar biasanya selalu identik dengan momen berkumpul bersama keluarga di kampung halaman. Hal inilah yang membuat mereka melakukan mudik atau pulang kampung saat momen tersebut.

Dilansir dari detikcom, mudik adalah perjalanan kembali ke kampung halaman yang biasanya dilakukan saat momen tertentu bersama keluarga. Jika dilihat dari arti mudik, mudik bukan sekadar pulang, tetapi juga tentang menjaga hubungan keluarga dan tradisi budaya.

Dalam kehidupan masyarakat Indonesia, fenomena mudik selalu menjadi peristiwa sosial yang besar dan penuh cerita. Bahkan, setiap tahun menjelang hari raya orang berbondong-bondong melakukan perjalanan jauh untuk berkumpul dengan keluarga tercinta.

Sering kali orang mengira sama, padahal ada perbedaan mudik dan pulang kampung yang perlu dipahami. Secara sederhana, mudik biasanya memiliki waktu khusus dan dilakukan secara massal, contohnya seperti mudik Lebaran. Sementara itu, pulang kampung bisa dilakukan kapan saja tanpa ada peristiwa atau perayaan khusus. 

Tradisi ini juga menunjukkan bagaimana orang yang tinggal di kota mengadakan tradisi kembali ke daerah asal untuk menjaga ikatan keluarga. Kebiasaan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di banyak negara dengan budaya kekeluargaan yang kuat.

Salah satu contoh terbesar di dunia adalah tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek yang dikenal dengan Chunyun. Fenomena ini menjadi bukti bahwa tradisi pulang ke kampung halaman adalah nilai universal yang dirasakan banyak masyarakat dunia.

Mengenal Chunyun, tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek

Melansir dari laman Focus - China Britain Business Council, Chunyun dikenal sebagai tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek. Tradisi ini serupa dengan mudik atau pulang kampung, yaitu ketika banyak orang meninggalkan kota untuk kembali ke kampung halaman dan berkumpul dengan keluarga.

Periode Chunyun umumnya dimulai sekitar dua minggu sebelum Tahun Baru Imlek dan berlangsung hingga sekitar 40 hari. Lamanya periode ini membuat tradisi mudik massal di Tiongkok ini menjadi fenomena mudik berskala besar yang melibatkan perjalanan dalam jumlah sangat banyak.

Festival Musim Semi atau Tahun Baru Imlek merupakan libur nasional paling panjang dan paling penting di Tiongkok. Libur ini menyebabkan lonjakan mobilitas masyarakat yang menciptakan kepadatan transportasi tahunan terbesar di dunia.

Bagi para pekerja perantauan, momen ini menjadi waktu paling dinanti untuk pulang kampung dan bertemu orang terkasih. Oleh karena itu, tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek bukan sekadar perjalanan rutin, tetapi bagian penting dan tradisi dari kehidupan budaya masyarakat Tiongkok. 

3 Alasan Chunyun jadi tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek

Bunda, tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek atau Chunyun bukan terjadi tanpa alasan, tetapi dipengaruhi oleh alasan-alasan tertentu. Fenomena mudik ini bahkan menjadi salah satu tradisi mudik terbesar di dunia karena jutaan orang melakukan mudik atau pulang kampung secara bersamaan setiap tahunnya.

Dikutip dari situs China Highlights, ada beberapa faktor utama yang membuat tradisi mudik ini terus berlangsung dan semakin besar dari tahun ke tahun. Berikut ini tiga alasan utama mengapa Chunyun menjadi tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek.

1. Reuni atau kumpul keluarga

Salah satu alasan utama Chunyun menjadi tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek adalah karena momen reuni keluarga. Setiap tahun menjelang hari raya Imlek, orang orang yang tinggal di kota mengadakan tradisi mudik atau pulang kampung demi bisa makan malam bersama keluarga saat malam pergantian tahun.

Bagi masyarakat Tiongkok, makan malam reuni saat Tahun Baru Imlek adalah tradisi yang sangat dijaga turun-temurun. Dengan demikian, tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek bukan hanya perjalanan biasa, tetapi simbol kebersamaan dan nilai keluarga yang kuat.

2. Liburan

Alasan lainnya Chunyun menjadi tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek adalah karena jadwal liburan yang berlangsung serentak. Pada periode ini, tradisi mudik meningkat karena banyak orang memanfaatkan waktu libur untuk pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga.

Libur Festival Musim Semi biasanya bertepatan dengan liburan musim dingin para pelajar dan mahasiswa di Tiongkok. Kondisi ini membuat jutaan pelajar melakukan perjalanan dalam waktu hampir bersamaan, sehingga memperbesar skala tradisi mudik Chunyun di Tiongkok. 

Selain pelajar, pekerja kantoran dan buruh migran yang bekerja jauh dari kampung halaman juga memanfaatkan cuti tahunan untuk pulang kampung. Akibatnya, momen liburan ini mendorong lonjakan besar perjalanan mudik yang memperkuat tradisi Chunyun setiap tahun.

3. Berwisata

Selain untuk pulang kampung, berwisata kini menjadi salah satu alasan mengapa tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek semakin besar setiap tahun. Banyak masyarakat memanfaatkan libur panjang ini untuk liburan keluarga, sehingga menambah skala fenomena mudik yang sudah sangat padat.

Akibat meningkatnya minat wisata, jalur transportasi domestik hingga kota tujuan wisata menjadi sangat ramai selama periode ini. Oleh karena itu, pada masa tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek, masyarakat biasanya disarankan merencanakan perjalanan lebih awal agar perjalanan tetap nyaman.

Daftar kota paling sibuk saat tradisi massal terbesar di dunia

Dalam beberapa dekade terakhir, banyak masyarakat Tiongkok berpindah dari desa ke kota besar untuk bekerja dan menempuh pendidikan. Saat tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek berlangsung, arus mudik dan pulang kampung meningkat drastis karena para perantau kembali ke daerah asal.

Lonjakan perjalanan ini membuat jalur transportasi dari dan menuju kota besar menjadi sangat padat, terutama saat puncak fenomena mudik terjadi. Oleh karena itu, selama tradisi Chunyun, banyak orang disarankan menghindari perjalanan ke kota besar agar tidak terjebak kepadatan luar biasa.

Melansir dari laman yang sama, berikut ini daftar kota paling sibuk saat tradisi Chunyun terjadi di Tiongkok:

5 Kota dengan keberangkatan terbanyak:

  • Guangzhou
  • Shenzhen
  • Beijing
  • Shanghai
  • Hangzhou

5 Kota dengan Kedatangan Terbanyak:

  1. Wuchang

  2. Chongqing

  3. Chengdu

  4. Wuhan

  5. Zhengzhou

10 Rute Tersibuk:

  1. Beijing – Harbin
  2. Beijing – Xi’an
  3. Beijing – Wuhan
  4. Beijing – Zhengzhou
  5. Guangzhou – Wuhan
  6. Guangzhou – Chongqing
  7. Guangzhou – Zhengzhou
  8. Guangzhou – Changsha
  9. Shenzhen – Zhengzhou
  10. Shanghai – Xi’an

Bunda, tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek menunjukkan betapa kuatnya nilai keluarga dan budaya yang dijaga lintas generasi. Semoga melalui artikel ini, Bunda bisa lebih memahami makna di balik Chunyun atau tradisi mudik massal di Tiongkok menjelang Tahun Baru Imlek yang menjadi fenomena mudik terbesar di dunia.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(pri/pri)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda