Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang yang Belum Dewasa secara Emosional, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 11 Feb 2026 10:50 WIB

Angry woman on isolated background
Ilustrasi Ciri Orang yang Belum Dewasa secara Emosional, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini / Foto: Getty Images/iStockphoto/champja
Daftar Isi
Jakarta -

Orang belum dewasa secara emosional terjadi ketika seseorang tidak mampu mengendalikan emosinya, menerima tanggung jawab atas tindakannya, atau mengatasi kesulitan. Bunda juga dapat mengenali ciri-cirinya melalui kalimat yang sering mereka ucapkan.

Ketidakdewasaan emosional, yang ditandai dengan reaksi impulsif dan kurangnya empati, dapat merusak hubungan pribadi dan profesional.

Dari perilaku, Bunda mungkin melihat mereka mudah menangis, menjadi terlalu marah, atau mengamuk ketika sesuatu tidak berjalan sesuai keinginannya. Namun, ada juga sejumlah kata atau frasa mereka yang dapat Bunda ketahui.

7 Kalimat yang menjadi ciri orang belum dewasa secara emosional

Dilansir dari laman WebMD, orang yang kekanak-kanakan kekurangan keterampilan emosional dan sosial tertentu serta sulit berhubungan dengan orang dewasa lainnya.

Untuk membantu Bunda, berikut ada beberapa kalimat yang sering mereka sampaikan dalam sebuah percakapan:

1. “Ini bukan salah aku”

Jika seseorang benar-benar sudah dewasa, mereka selalu bertanggung jawab atas tindakannya, terlepas dari kesalahan kecil maupun besar. Mereka akan menyingkirkan harga diri dan meminta maaf, bahkan jika itu bukan salahnya.

Namun, mereka yang belum dewasa tidak mau mengakui bahwa mereka salah. Sebuah studi tahun 2012 menemukan bahwa orang sering menolak untuk minta maaf karena hal itu mengurangi rasa percaya dirinya.

Akibatnya, kebanyakan orang bersifat kekanak-kanakan tidak dapat mengesampingkan harga diri mereka, sehingga menolak untuk bertanggung jawab atas tindakannya sendiri.

2. “Kamu yang membuatku melakukannya”

Dilansir dari laman Your Tango, menyalahkan orang lain sering dilakukan mereka yang belum dewasa. Jenis penghindaran ini tentu saja tidak akan membawa hasil yang baik dalam jangka panjang.

Studi tahun 2022 menemukan bahwa orang yang suka menyalahkan orang lain cenderung sulit mengatur emosinya.

Para peneliti juga menunjukkan mereka mungkin akan menyalahkan orang lain atas pilihan buruk mereka sendiri untuk membebaskan dirinya dari tanggung jawab.

3. “Kamu selalu mengungkit masa lalu”

Masa lalu bisa penuh dengan kenangan menyakitkan yang kebanyakan orang lebih suka tidak mengungkitnya. Namun, beberapa luka begitu parah sehingga tidak ada permintaan maaf yang dapat memperbaikinya atau membuatnya lebih baik.

Ungkapan yang sering digunakan oleh orang yang belum dewasa secara emosional adalah “kamu selalu saja mengungkit masa lalu”.

Kebanyakan dari mereka tidak memahami atau mempertimbangkan konsekuensi dari tindakannya sendiri. Akibatnya, orang-orang ini akan melakukan atau mengatakan hal yang secara langsung berdampak buruk pada hubungan mereka.

4. “Oke, aku enggak mau berbicara dengan kamu”

Setiap orang pasti pernah menerima silent treatment dalam hidupnya. Baik itu dari anak yang marah atau orang tua yang kecewa, perlakuan ini terkenal membuat orang merasa tidak nyaman.

Seseorang yang belum dewasa secara emosional akan memilih diam daripada mengungkapkan emosinya sendiri karena itu lebih mudah.

5. “Kamu berlebihan sekali”

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada 2019 mencatat bahwa empati sangat penting untuk penyelesaian konflik.

Orang-orang yang secara emosional kekanak-kanakan terlalu terpaku pada diri sendiri untuk berempati, dan sering kali malah bersikap acuh tak acuh.

6. “Aku memang begitu”

Setiap orang memiliki kepribadian masing-masing yang disertai dengan keunikan dan kekurangan tersendiri. Meski begitu, akan selalu ada saatnya orang diharapkan untuk beradaptasi demi orang-orang di sekitarnya.

Namun, orang yang belum dewasa biasanya menolak untuk berubah mengatakan ini sebagai upaya untuk membenarkan perilaku mereka.

Psikolog Clifford N. Lazarus menjelaskan bahwa kebanyakan orang menolak untuk berubah sebagai akibat dari disonansi kognitif, yang menurutnya terjadi ketika orang mengalami ketidaknyamanan mental sebagai akibat dari memegang dua keyakinan yang kontradiktif.

7. “Aku tidak pernah mendapatkan apa yang kuinginkan”

Orang yang belum dewasa tidak tahan kalah, dan karena itu, mereka akan merengek atau mengeluh ketika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai dengan keinginannya.

Mereka mungkin akan mengamuk atau menangis tersedu-sedu untuk membuat orang lain merasa bersalah karena tidak mengalah dan memberikan apa yang mereka inginkan, Bunda.

Nah, itulah beberapa kalimat yang sering diucapkan orang yang belum dewasa secara emosional. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda