moms-life
Ciri Orang yang Benar-benar Percaya Diri, Sering Ucapkan 11 Kalimat Ini Menurut Psikolog
HaiBunda
Minggu, 08 Feb 2026 13:40 WIB
Daftar Isi
-
11 Kalimat yang sering diucapkan orang yang benar-benar percaya diri menurut psikolog
- 1. "Saya menghargai masukan anda"
- 2. "Saya tidak sempurna, dan itu tidak apa-apa"
- 3. "Saya terbuka terhadap perubahan"
- 4. "Saya bangga pada diri saya sendiri"
- 5. "Saya tidak akan mengorbankan nilai hidup saya"
- 6. "Saya tahu nilai diri saya"
- 7. "Saya butuh bantuan"
- 8. "Saya ingin orang lain juga berhasil"
- 9. "Saya tidak bisa menambah pekerjaan sekarang"
- 10. "Saya bertanggung jawab atas kebahagiaan saya sendiri"
- 11. "Saya peduli dengan masa depan saya"
Setiap orang tua tentu berharap anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, mampu mengenali potensi diri, serta tidak mudah goyah oleh penilaian orang lain. Namun dalam praktiknya, rasa percaya diri bukanlah sesuatu yang muncul begitu saja, melainkan dibangun melalui proses panjang sejak kecil hingga dewasa.
Menariknya, para psikolog menilai bahwa ciri kepercayaan diri bisa terlihat dari cara seseorang berbicara dan memilih kata. Kalimat yang sering diucapkan ternyata mencerminkan bagaimana seseorang memandang dirinya sendiri, menghadapi tantangan, hingga menjalin hubungan dengan orang lain.
Melansir dari laman Your Tango, ada sejumlah frasa yang kerap diucapkan oleh orang-orang yang benar-benar percaya diri. Yuk, Bunda simak penjelasan lengkapnya pada artikel di bawah ini.
11 Kalimat yang sering diucapkan orang yang benar-benar percaya diri menurut psikolog
Berikut ciri-ciri 11 kalimat yang sering diucapkan orang yang benar-benar percaya diri.
1. "Saya menghargai masukan anda"
Orang yang benar-benar percaya diri sering mengucapkan, “Saya menghargai masukan Anda,” sebagai tanda bahwa mereka terbuka dan tidak mudah tersinggung saat menerima kritik. Bagi mereka, umpan balik bukanlah bentuk penilaian terhadap harga diri, melainkan kesempatan untuk belajar dan berkembang.
Dengan kesadaran diri yang baik, orang percaya diri mampu mendengarkan masukan dengan tenang, merenungkannya, lalu menentukan langkah perbaikan yang tepat.
2. "Saya tidak sempurna, dan itu tidak apa-apa"
Kalimat ini menunjukkan self-compassion atau welas kasih pada diri sendiri, yaitu kemampuan menerima keterbatasan tanpa kehilangan rasa berharga.
Psikolog klinis Judith Tutin menjelaskan bahwa mengejar kesempurnaan justru menghambat penerimaan diri dan kedekatan emosional dengan orang lain.
Menurutnya, keunikan, kesalahan, dan kegagalan membuat seseorang lebih mudah terhubung, belajar, serta berkembang.
3. "Saya terbuka terhadap perubahan"
Dalam psikologi, rasa percaya diri bukan sifat bawaan yang menetap, melainkan kemampuan yang bisa terus dilatih sepanjang hidup. Orang yang benar-benar percaya diri memahami bahwa hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana, namun mereka tidak larut dalam kegagalan.
Life coach Lisa Petsinis menjelaskan bahwa keterbukaan untuk belajar dan berubah adalah ini dari kemampuan bangkit dengan optimisme dan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman.
4. "Saya bangga pada diri saya sendiri"
Orang yang percaya diri mampu mengapresiasi pencapaiannya, baik besar maupun kecil, tanpa merasa bersalah atau sombong.
Konsultan pengembangan diri Mary Morrissey menjelaskan bahwa kepercayaan diri adalah praktik yang perlu ditumbuhkan, terutama bagi mereka yang terbiasa meremehkan diri sendiri.
5. "Saya tidak akan mengorbankan nilai hidup saya"
Orang yang benar-benar percaya diri memiliki prinsip yang kuat dan tidak mudah goyah saat berada dalam situasi abu-abu secara moral. Menurut pandangan Tchiki Davis, MA, PhD, nilai inti adalah keyakinan mendasar yang mengarahkan sikap dan tindakan seseorang, mulai dari kejujuran dan empati hingga tujuan hidup seperti kebahagiaan dan rasa aman.
Karena memahami apa yang penting bagi dirinya, orang percaya diri tidak mencari validasi dari luar dan tidak membiarkan pendapat orang lain menentukan pilihan hidupnya.
6. "Saya tahu nilai diri saya"
Kalimat ini mencerminkan seseorang memiliki percaya diri yang tinggi karena ia tidak mengubah jati dirinya demi diterima lingkungan, tidak menoleransi perlakuan tidak hormat, dan berani menjauh dari hubungan yang merugikan.
Dengan memahami bahwa dirinya layak dihargai, orang percaya diri lebih mudah merawat diri, memilih lingkungan yang suportif, serta melangkah menuju hidup yang lebih bahagia.
7. "Saya butuh bantuan"
Berani mengakui membutuhkan bantuan justru menjadi tanda kepercayaan diri yang matang. Secara psikologis, banyak orang enggan meminta bantuan karena takut dianggap lemah atau merepotkan.
Penelitian psikolog sosial Stanford, Xuan Zhao, menunjukkan bahwa ketakutan tersebut sering kali berlebihan. Kenyataannya, kebanyakan orang justru ingin membantu dan merasa positif setelah melakukannya.
8. "Saya ingin orang lain juga berhasil"
Orang yang percaya diri tidak sibuk membandingkan diri dengan orang lain, melainkan memilih bekerja sama dan ikut merayakan pencapaian orang sekitarnya.
Mengutip studi Frontiers in Psychology, kepercayaan diri yang sehat berkaitan dengan kestabilan emosi, sehingga seseorang mampu merasa bahagia atas keberhasilan orang lain tanpa merasa terancam.
9. "Saya tidak bisa menambah pekerjaan sekarang"
Mengucapkan batasan dengan tegas juga merupakan tanda kepercayaan diri. Orang yang percaya diri mengenali kapasitas dirinya dan tidak takut mengecewakan orang lain demi menjaga kesehatan mental.
Secara psikologis, kemampuan mengatakan "tidak" membantu mencegah kelelahan berlebihan yang dapat berdampak buruk pada kinerja jangka panjang.
10. "Saya bertanggung jawab atas kebahagiaan saya sendiri"
Orang yang percaya diri memiliki kecerdasan emosional yang baik sehingga mampu mengenali, menerima, dan mengelola perasaannya sendiri tanpa memaksakan diri untuk selalu baik-baik saja.
Saat sedang tidak bahagia, mereka tidak menyalahkan keadaan, melainkan melakukan refleksi diri dan mencari akar masalahnya.
11. "Saya peduli dengan masa depan saya"
Orang yang percaya diri tahu bahwa masa depan tidak datang begitu saja, melainkan dibangun melalui usaha, kesadaran akan potensi diri, dan keberanian mengambil tindakan.
Mengutip dari wawancara Ian Robertson di British Psychological Society, kepercayaan diri adalah jembatan menuju masa depan karena mendorong seseorang untuk bertindak dan berkembang.
Berbeda dengan orang yang terlalu percaya diri dan cenderung merasa lebih unggul, individu yang benar-benar percaya diri menyadari bahwa kesuksesan mereka juga berdampak pada lingkungan sekitar, sehingga mereka menjalani hidup dengan tanggung jawab dan arah yang jelas.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
12 Tanda Seseorang Terlahir Egois Menurut Psikologi
Mom's Life
Simak 5 Kalimat yang Kerap Diucapkan oleh Orang Tak Kompeten
Mom's Life
11 Macam Kepribadian dari Cara Duduk, Gambarkan Sifat Periang hingga Perfeksionis
Mom's Life
7 Hal yang Bikin Bunda Memesona Selain Menggunakan Riasan Wajah
Mom's Life
Tanda Orang yang Diam-diam Benci pada Kita, Salah Satunya Kontak Mata
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Wisuda S2 Psikologi Tsania Marwa, Anggun Berbalut Kebaya Merah
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri-ciri Orang Bermental Miskin, Sering Ucapkan 10 Kalimat Ini
Fitur Wajah Ini Sering Dianggap Ciri Orang Baik, Ini Fakta Menariknya
7 Tanda Orang Baik yang Mampu Bertahan di Situasi Tersulit Menurut Studi Psikologi