Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri-ciri Orang Bermental Miskin, Sering Ucapkan 10 Kalimat Ini

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Rabu, 04 Feb 2026 10:50 WIB

Young brunette woman sitting on bench on the park and looking at the distance
Ilustrasi Ciri-ciri Orang Bermental Miskin, Sering Ucapkan 10 Kalimat Ini / Foto: Getty Images/Mixmike
Daftar Isi
Jakarta -

Mental miskin bukan soal kondisi finansial. Bunda mungkin pernah bertemu orang dengan pola pikir seperti ini. Ciri-cirinya dapat dikenali dari kalimat-kalimat yang sering mereka ucapkan.

Sebagian orang mungkin merasa tidak pernah cukup, baik waktu, uang, pekerjaan maupun hubungan yang layak.

Kecenderungan terus-menerus untuk merasa kekurangan disebut bermental miskin, mentalitas tidak sehat yang dapat membuat seseorang pesimis, kompetitif, dan yakin bahwa akan tertinggal.

Dilansir dari laman WebMD, fokus yang berlebihan pada kekurangan ini menghabiskan kapasitas mental mereka, atau kemampuan otak untuk menangani hal-hal lain yang lebih berharga.

Pola pikir kekurangan ini dapat ditandai dalam berbagai cara di kehidupan sehari-hari. Salah satunya lewat sebuah percakapan. Sebab, ada beberapa kalimat tertentu yang sering mereka sampaikan, Bunda.

10 Kalimat yang menjadi ciri-ciri orang bermental miskin

Kali ini, Bubun akan membagikan sejumlah kalimat yang sering disampaikan orang dengan mental miskin dan dapat Bunda kenali:

1. “Aku tidak cukup baik”

Dilansir dari laman CNBC, otak lebih fokus pada hal negatif daripada yang positif. Bias negatif yang terkenal menjelaskan mengapa, jika mendapat sembilan pujian dan satu kritik, Bunda akan fokus pada kritik tersebut, sehingga menurunkan semangat.

Ungkapan “aku tidak cukup baik” bersifat merusak. Penelitian menunjukkan bahwa ini dapat membuat seseorang merasa cemas dan depresi.

2. “Aku tidak akan pernah bisa mendapatkannya. Untuk apa repot-repot?”

Otak bersifat lentur dan dapat terus berubah, serta berkembang hingga usia lanjut, sebuah fenomena yang disebut neuroplastisitas.

Bunda isa berganti karier di usia 50 tahun dan mulai bermain piano di usia 80 tahun. Bunda bisa mempelajari hal-hal baru kapan saja, dan dengan latihan, Bunda bisa menjadi lebih baik dalam hampir segala hal.

3. “Aku benar-benar seorang pecundang”

Gagasan ini sama sekali tidak mungkin benar. Bahkan, jika belum mencapai tujuan tertentu, bukan berarti Bunda telah gagal dalam segala hal. Bukan berarti juga pasti akan gagal di masa depan.

Sering kali, kegagalan adalah kesempatan untuk berkembang dan menjadi batu loncatan yang diperlukan dalam perjalanan menuju kesuksesan.

4. “Aku tidak sebaik mereka”

Saat membandingkan diri dengan orang lain, mudah merasa bahwa Bunda tidak cukup baik. Kenyataannya, memang tidak cukup baik. Bahkan, tidak ada seorang pun yang cukup baik karena setiap orang berbeda.

5. “Aku tidak punya waktu”

Dilansir dari laman Forbes, orang yang bermental miskin selalu merasa tidak punya waktu untuk bersenang-senang atau melakukan hal lain. Sebab, mereka hanya fokus pada satu hal yang membuat mereka merasa tidak cukup.

Setiap orang memiliki jumlah waktu yang sama, jumlah energi yang berbeda, dan prioritas yang berbeda. Namun, ini tentang ke mana Bunda bisa menempatkan waktu, bukan berapa banyak waktu yang dimiliki.

6. “Aku tidak bisa melakukan itu”

Mengatakan kalimat ini artinya langsung membatasi kemungkinan. Itu menandakan bahwa Bunda sudah menyerah tanpa mencoba. Ungkapan ini menghambat eksplorasi solusi atau potensi pertumbuhan pribadi.

7. “Ini terlalu sulit”

Memberi label suatu tugas sebagai “terlalu sulit” memperkuat rasa ketidakberdayaan. Seringkali, seseorang mengatakan ini karena takut gagal alih-alih kesulitan sebenarnya dari tugas tersebut.

8. “Aku tidak cukup pintar”

Keyakinan yang membatasi diri ini meyakinkan Bunda bahwa kecerdasan atau keterampilan sudah tetap, sehingga mencegah Bunda mempelajari hal-hal baru atau mengembangkan bakat.

9. “Aku tidak punya cukup uang”

Uang adalah hambatan umum, tetapi hanya berfokus pada kekurangan uang akan membuat Bunda buta terhadap solusi alternatif atau cara kreatif untuk mencapai tujuan.

10. “Aku akan mulai besok”

Penundaan seringkali disamarkan sebagai perencanaan, tetapi menunda suatu tugas hingga besok menciptakan lingkaran penundaan tanpa akhir yang menghambat kemajuan.

Nah, itulah beberapa kalimat yang menjadi ciri-ciri orang bermental miskin. Semoga informasi ini bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda