Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Cerita Andhara Early Lakukan Terapi Pengobatan Luka Batin Pasca Cerai

Nadhifa Fitrina   |   HaiBunda

Senin, 02 Feb 2026 19:50 WIB

Usai KPR Lunas, Andhara Early Gunting Semua Kartu Kredit untuk Hindari Utang dan Riba
Cerita Andhara Early Lakukan Terapi Pengobatan Luka Batin Pasca Cerai/Foto: Instagram @andharaearly
Jakarta -

Belakangan ini, Andhara Early kembali jadi sorotan karena melakukan terapi pengobatan luka batin pasca perceraiannya dengan Bugi Ramadhana. Terapi ini membantunya melepaskan beban yang selama ini ia pendam, Bunda.

Perempuan berusia 46 tahun ini mengakhiri perjalanan rumah tangganya dengan sang mantan suami, Bugi, sejak menikah pada tahun 2011. Perpisahan ini sekaligus menjadi perceraian ketiga bagi Andhara Early.

Dalam proses penyembuhan luka batinnya, Andhara mencoba metode Spinal Energetics hingga membuat Bunda dua anak ini menangis. Metode ini berfokus pada sistem saraf dan tulang belakang untuk melepaskan stres, trauma, dan emosi yang terpendam.

"Kalau secara fisik enggak merasa apa-apa ya. Karena memang menyembuhkan secara trauma-trauma yang ter-blok di badan kita," tutur Andhara, dikutip dari kanal Youtube @TRANSTVofficial, Senin (2/2/2026).

"Takutnya kalau misalnya kita lama-lama itu akan menjadikan penyakit dan itu enggak bagus gitu," lanjutnya.

Terapi luka batin bantu Andhara Early legakan beban emosional

Pasca perceraian, Andhara Early mengaku sempat menyimpan banyak perasaan negatif dalam dirinya, Bunda. Ia merasa hal itu berpengaruh pada kondisi fisik dan emosinya.

"Aku enggak merasa apa-apa, tapi tiba-tiba aja, dari ujung kepala sampai ujung kaki, semua hal negatif atau yang bikin aku enggak suka dan enggak senang itu kelihatan keluar dengan sendirinya," katanya.

Ternyata, kebiasaan Andhara yang selalu ingin mengalah dan menghindari konflik justru jadi bumerang tersendiri bagi kesehatan fisiknya, terutama di area tulang belakang.

"Kayak di tulang belakang aku, ternyata aku sering menyimpan pikiran-pikiran dan aku enggak mau ribut sama orangnya. Ya udah, aku aja yang bereskan semuanya," ujarnya.

Akibat dari kebiasaan memendam itu, Andhara pun merasakan dampak fisik, terutama pada pinggangnya. Meski sudah mencoba untuk dipijat, rasa sakitnya tak kunjung hilang, Bunda.

"Jadi aku sering banget merasa menyimpan beban, sampai pinggangku sering sakit. Udah aku pijit pun, rasanya enggak sembuh-sembuh," ungkapnya.

Setelah menjalani terapi, Andhara merasakan perubahan yang signifikan. Beban emosionalnya pun perlahan terangkat, dan ia kini merasa lebih lega, Bunda.

"Setelah ini aku plong. Secara keseluruhan happy ya," katanya.

Perjalanan Andhara Early lepas beban batin setelah perceraian

Andhara Early bercerita bahwa dirinya sempat kewalahan menghadapi perhatian publik setelah perceraiannya. Situasi ini datang tiba-tiba dan membuatnya harus menyesuaikan diri.

"Kemarin, pas aku jadi bintang tamu terakhir, belum lama proses (cerai) dan tiba-tiba viral, semua wartawan cari aku. Tapi ya sudah, emang harus aku lewatin saja fasenya," ungkapnya.

Di tengah kebingungan itu, Andhara merasa ada sesuatu yang ganjal di dalam dirinya. Ia pun memutuskan untuk ikut terapi supaya bisa lega secara emosional.

"Di situ aku masih mikir, 'Aku harus ngapain ya?' Masih ada ganjal gitu. Udah berusaha tenang, tapi kalau dibilang 100 persen tenang rasanya kayak kosong saja. Jadi, akhirnya aku ikut terapi ini," ucapnya.

Sebelum mencoba terapi, rasa penasaran dan sedikit cemas pun sempat menghampirinya, Bunda. Ia ingin tahu apakah dirinya bisa menghadapi proses terapi itu dengan baik.

"Sebelumnya aku emang udah penasaran sama terapi ini. Aku nanya dulu karena pasti 'parno', rasanya gimana ya? Aku bakal pingsan-pingsan enggak ya?" ujar Andhara.

Selama proses terapi, Andhara merasakan momen emosional yang berbeda di tubuhnya. Ia sempat menangis, terutama di bagian kepala, tetapi tidak berlangsung lama.

"Enggak selama itu juga aku menangis. Jadi, mungkin pas di bagian sini (ujung kepala) tiba-tiba aku ingin nangis, tapi mungkin pas bagian tangan aku biasa aja," tuturnya.

Lebih lanjut, Andhara mengaku banyak menyimpan beban di area tulang belakangnya, Bunda. Sebelum melakukan terapi, ia merasa enggak berani untuk mengutarakan semua yang dirasakannya.

"Pokoknya daerah belakang memang aku banyak menyimpan dan enggak berani untuk mengutarakan," pungkasnya.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ndf/rap)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda