moms-life
Ciri Orang Baik tapi Tidak Tulus, Sering Ucapkan 12 Kalimat Ini Menurut Psikolog
HaiBunda
Senin, 02 Feb 2026 13:40 WIB
Daftar Isi
-
12 Kalimat yang menjadi ciri orang baik tapi tidak tulus menurut psikolog
- 1. “Mengapa ini terjadi padaku?”
- 2. “Aku punya nasib buruk sekali.”
- 3. “Tidak ada yang menghargai saya.”
- 4. “Aku tidak pernah mendapatkan apa yang kuinginkan.”
- 5. “Kehidupan orang lain jauh lebih mudah.”
- 6. “Saya melakukan semua pekerjaan di sini.”
- 7. “Aku sudah muak dengan ini.”
- 8. “Ini memakan waktu sangat lama.”
- 9. “Seharusnya aku tidak perlu berurusan dengan ini.”
- 10. “Semua orang menentangku.”
- 11. “Mengapa segala sesuatunya tidak pernah berjalan sesuai keinginanku sekali saja?”
- 12. “Ini tidak adil.”
Bunda, terkadang ada orang yang terlihat sangat ramah dan peduli, tetapi belum tentu memiliki niat yang benar-benar tulus. Mengenali ciri orang baik tapi tidak tulus, bisa membantu Bunda lebih peka saat menilai sikap seseorang dalam keseharian.
Tidak semua kebaikan yang ditunjukkan orang lain selalu berasal dari hati yang jujur. Beberapa ciri orang baik yang tidak tulus justru sering terselip dalam ucapan yang sekilas terdengar perhatian atau mendukung.
Dalam kehidupan sosial, penting untuk memperhatikan cara seseorang berbicara dan bersikap secara konsisten. Melalui artikel ini, Bunda dapat melihat perbedaan antara kebaikan yang tulus dan yang hanya sekadar terlihat baik di permukaan.
12 Kalimat yang menjadi ciri orang baik tapi tidak tulus menurut psikolog
Dilansir dari laman YourTango, beberapa psikolog menyebutkan ciri orang baik yang tidak tulus dapat dilihat dari 12 kalimat ini. Berikut ini adalah 12 kalimat yang sering diucapkan orang baik yang tulus:
1. “Mengapa ini terjadi padaku?”
Kalimat “Mengapa ini terjadi padaku?” sering diucapkan oleh orang yang gemar mengeluh dan merasa hidup selalu tidak berpihak pada mereka. Dalam beberapa kondisi, hal ini bisa menjadi salah satu ciri orang baik tapi tidak tulus, karena mereka cenderung menyalahkan keadaan atau orang lain daripada mengevaluasi diri.
Menurut terapis trauma dari Amerika Serikat, Nancy Carbone, mentalitas korban adalah pola pikir negatif yang dapat menghambat seseorang mencapai tujuan dan kebahagiaan jangka panjang. Sikap ini membuat seseorang sulit melihat hal-hal baik di sekitarnya, bahkan sering tanpa sadar merusak hubungan penting dalam hidupnya.
“Orang yang memiliki mentalitas korban sering kali menyabotase diri sendiri dalam hubungan terpenting mereka. Jika Anda menyalahkan kehidupan, orang lain, atau situasi atas hal-hal yang salah, alih-alih melihat bagaimana Anda melarikan diri untuk menghindari perasaan tidak cukup baik, Anda akan tetap terjebak dalam siklus ini,” ujar Nancy Carbone yang dikutip dari lama YourTango.
Nancy Carbone juga menekankan pentingnya mengambil tanggung jawab atas hidup dan emosi diri sendiri agar tidak terjebak dalam pola menyalahkan keadaan. Memahami hal ini membantu Bunda mengenali bahwa mengubah cara pandang dan sikap adalah langkah penting agar tidak terjebak pada pola perilaku orang baik tapi tidak tulus.
2. “Aku punya nasib buruk sekali.”
Bunda, sebagian orang yang terlihat baik sering menunjukkan sikap mudah mengeluh dalam kesehariannya. Salah satu ciri orang baik yang sebenarnya tidak tulus, bisa terlihat dari cara mereka memposisikan diri sebagai korban keadaan melalui ucapan tertentu.
“Aku punya nasib buruk sekali.” Kalimat ini menunjukkan pola pikir yang merasa hidup sepenuhnya ditentukan oleh keadaan luar dan bukan oleh usaha diri sendiri.
Pelatih kehidupan bersertifikat, praktisi energi, dan pendiri Positive Women Rock, Kelly Rudolph menjelaskan bahwa afirmasi positif membantu seseorang mengubah hal dalam hidup yang ingin diperbaiki menjadi lebih baik. Ia menekankan bahwa fokus pada hal yang tidak diinginkan justru dapat memperbanyak pikiran negatif, stres, dan masalah kesehatan.
“Afirmasi positif membahas sesuatu dalam hidup kita yang ingin kita sesuaikan atau ganti dengan sesuatu yang lebih baik.” kata Kelly Rudolph.
Dengan mengalihkan fokus pada pikiran positif, seseorang bisa meningkatkan kesejahteraan psikologis dan merasa lebih bahagia. Pola pikir berupa mengeluh berulang tanpa usaha untuk berubah, bisa menjadi tanda sikap yang tidak sepenuhnya tulus dalam menjalani hidup.
3. “Tidak ada yang menghargai saya.”
Orang yang sering mengucap kalimat “Tidak ada yang menghargai saya,” juga terlihat baik, tetapi menyimpan rasa lelah dan kesal di dalam hati. Dalam beberapa kondisi, ini bisa menjadi salah satu ciri orang baik tapi mereka tidak tulus karena kebaikan yang dilakukan sebenarnya disertai dengan harapan tertentu.
Orang baik yang sering mengatakan hal ini biasanya terbiasa mendahulukan kebutuhan orang lain dibanding dirinya sendiri. Namun tanpa sadar, pola pikir ini bisa berubah menjadi salah satu ciri orang baik yang tidak tulus ketika kebaikan dilakukan karena ingin diterima atau dipuji.
Seorang pelatih, mentor, praktisi yang berfokus pada tubuh, dan penyembuh energi, Patricia Bonnard, PhD, mengatakan bahwa penting untuk menyadari dampak buruk dari persetujuan tanpa syarat. Perilaku ini bisa merugikan diri sendiri sekaligus orang sekitar karena kebutuhan pribadi sering diabaikan.
Seseorang yang selalu berusaha menyenangkan orang lain memang terlihat ramah, tetapi ketidaksesuaian antara niat dan tindakan bisa merusak kepercayaan dalam hubungan. Hal ini menunjukkan bahwa memahami ciri orang baik yang tidak tulus penting agar Bunda bisa melihat apakah keluhan tersebut berasal dari fakta atau hanya dari perasaan yang keliru.
4. “Aku tidak pernah mendapatkan apa yang kuinginkan.”
Kalimat “Aku tidak pernah mendapatkan apa yang ku inginkan,” sering muncul dari orang yang terbiasa mengeluh saat keinginannya tidak terpenuhi. Dalam beberapa situasi, ini bisa menjadi salah satu ciri orang baik di luar, tetapi sebenarnya lebih fokus pada kepentingan diri sendiri.
Ucapan ini membuat seseorang terdengar seperti hanya peduli pada apa yang ia mau, bukan pada kondisi sekitar. Hal seperti ini bisa menjadi ciri orang baik yang tampak perhatian, tetapi diam-diam masih mencari pengakuan dan validasi dari orang lain.
Sebenarnya, penting bagi seseorang untuk belajar memvalidasi perasaan diri sendiri tanpa selalu menyalahkan keadaan. Dengan memahami hal ini, Bunda bisa lebih mudah melihat ciri orang baik yang benar-benar tulus dan yang hanya terlihat baik di luarnya saja.
5. “Kehidupan orang lain jauh lebih mudah.”
Kalimat “Kehidupan orang lain jauh lebih mudah,” sering terdengar sederhana, tetapi bisa menunjukkan pola pikir yang kurang sehat. Dalam beberapa situasi, ucapan ini bisa menjadi bagian dari ciri orang baik yang sebenarnya tidak tulus karena cenderung melihat diri sebagai pihak yang selalu dirugikan.
Orang yang sering mengucapkan kalimat ini biasanya memiliki kebiasaan mengeluh dan merasa hidupnya paling berat dibanding orang lain. Padahal, memahami ciri orang baik juga perlu dilihat dari cara seseorang menyikapi kesulitan tanpa terus-menerus membandingkan diri dengan orang lain.
Menurut psikolog klinis dan seorang ahli terkemuka tentang narsisisme, Dr. Ramani Durvasala, ada kondisi yang disebut narsisisme rentan. Ia menjelaskan bahwa orang seperti ini merasa pantas mendapatkan kesuksesan lebih, tetapi tidak memahami mengapa orang lain bisa terlihat lebih mudah berhasil, yang bisa tersamarkan di balik ciri orang baik di permukaan.
Namun, mengucapkan kalimat ini tidak otomatis membuat seseorang memiliki gangguan kepribadian tertentu. Meski begitu, jika sering muncul, hal ini bisa menjadi sinyal penting untuk memahami ciri orang baik yang sebenarnya tidak peduli atau tulus.
6. “Saya melakukan semua pekerjaan di sini.”
Kalimat keenam yang sering muncul adalah, “Saya melakukan semua pekerjaan di sini.” Ucapan ini, sering menjadi salah satu ciri orang baik tapi tidak tulus karena terdengar seperti berkorban, tetapi sebenarnya menyiratkan keluhan tersembunyi.
Biasanya, orang baik yang sering berkata seperti ini ingin terlihat paling berjasa tanpa benar-benar meminta bantuan. Dalam beberapa kasus, ciri orang baik yang sebenarnya tidak tulus juga terlihat saat mereka memilih memendam beban sendiri, agar bisa terus mengeluh atau merasa paling terbebani.
Jika Bunda menghadapi orang yang mengatakan hal tersebut, Bunda bisa menanggapinya dengan menanyakan apakah ia membutuhkan bantuan. Cara ini bisa membantu Bunda mengetahui apakah mereka benar-benar kewalahan atau hanya ingin didengar keluhannya saja.
7. “Aku sudah muak dengan ini.”
Kalimat ketujuh yang sering muncul adalah, “Aku sudah muak dengan ini.” Ucapan ini bisa menjadi salah satu ciri orang baik yang sebenarnya tidak tulus jika diucapkan terus-menerus untuk menunjukkan rasa tidak puas dalam berbagai situasi.
Beberapa orang mudah merasa kesal atau lelah secara emosional sehingga cepat menyerah saat menghadapi masalah kecil. Sikap ini terkadang terlihat seperti ingin dimengerti terus-menerus tanpa berusaha menenangkan diri atau mencari jalan keluar.
Sebaiknya, seseorang mencoba mengelola emosinya saat menghadapi keadaan yang membuat tidak nyaman. Hal ini penting agar ia tidak mudah meluapkan keluhan setiap kali menghadapi masalah kecil.
8. “Ini memakan waktu sangat lama.”
Kalimat kedelapan yang sering muncul adalah, “Ini memakan waktu sangat lama.” Dalam beberapa situasi, ucapan ini bisa menjadi salah satu ciri orang baik yang terlihat sabar di luar, tetapi sebenarnya mudah mengeluh saat harus menunggu.
Seorang psikolog dari Amerika Serikat, Dr. Guy Winch, menjelaskan bahwa tidak sabar adalah perasaan kesal karena harus menunggu atau ingin sesuatu terjadi secepat mungkin. Perasaan ini berbeda dengan tindakan impulsif, yaitu bertindak cepat tanpa memikirkan dampaknya.
“Ketidaksabaran merupakan perasaan jengkel karena harus menunggu, atau merasa gelisah karena ingin sesuatu terjadi sesegera mungkin.” kata Dr. Winch.
Ia juga menjelaskan bahwa melatih kesadaran diri seperti mindfulness atau meditasi dapat membantu menenangkan reaksi emosi. Cara ini bisa membantu seseorang mengurangi kebiasaan mengeluh karena mengeluh tidak akan membuat waktu berjalan lebih cepat.
9. “Seharusnya aku tidak perlu berurusan dengan ini.”
Kalimat kesembilan yang sering terdengar adalah, “Seharusnya aku tidak perlu berurusan dengan ini.” Dalam beberapa situasi, ucapan ini bisa menjadi ciri orang baik yang terlihat peduli, tetapi sebenarnya menunjukkan rasa tidak mau direpotkan.
Biasanya, kalimat ini muncul saat seseorang harus menghadapi hal yang tidak nyaman, seperti menunggu antrean atau mengurus hal yang membosankan. Sikap seperti ini bertolak belakang dengan ciri orang baik yang seharusnya tetap sabar dan menghargai situasi.
Kalimat tersebut bisa menandakan bahwa seseorang merasa dirinya pantas mendapat perlakuan khusus. Namun kenyataannya dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang tetap perlu menghadapi situasi yang tidak selalu nyaman.
10. “Semua orang menentangku.”
Kalimat kesepuluh yang sering terdengar adalah, “Semua orang menentangku.” Dalam beberapa situasi, ucapan ini bisa menjadi ciri orang baik yang terlihat tersakiti, tetapi sebenarnya menunjukkan pola pikir selalu merasa disudutkan.
Orang yang sering mengatakan hal ini biasanya melihat situasi dengan pola pikir “Aku melawan mereka”. Cara pandang seperti ini bisa membuat hubungan dengan orang lain terasa melelahkan dan penuh prasangka, meskipun dari luar tetap terlihat bersikap baik.
Mengeluh sesekali memang wajar untuk melepaskan emosi negatif. Namun jika hampir semua hal dianggap sebagai masalah besar, hal itu bisa memicu stres berkepanjangan yang berdampak pada kesehatan mental.
Sebagaimana Penelitian dari Stanford University pada tahun 2020 tentang Stress thwarts our ability to plan ahead by disrupting how we use memory, Stanford study finds, menunjukkan bahwa stres dapat mengganggu kemampuan otak menggunakan memori untuk merencanakan sesuatu dengan baik. Kondisi stres juga berkaitan dengan menurunnya fungsi hippocampus yang berperan penting dalam ingatan, pembelajaran, dan pengelolaan emosi.
11. “Mengapa segala sesuatunya tidak pernah berjalan sesuai keinginanku sekali saja?”
Kalimat kesebelas yang sering muncul adalah, “Mengapa segala sesuatunya tidak pernah berjalan sesuai keinginanku sekali saja?” Dalam beberapa kondisi, ucapan ini bisa menjadi ciri orang baik yang tampak lembut, tetapi sering merasa dirinya paling dirugikan oleh keadaan.
Seperti yang dijelaskan oleh psikolog klinis bersertifikat dan penulis buku Letting Go of Your Ex, Dr. Cortney Warren, hal buruk bisa terjadi pada siapa saja, termasuk orang baik. Ia menjelaskan bahwa menjalani hidup dengan jujur berarti berani melihat diri sendiri apa adanya dan belajar dari setiap pengalaman yang terjadi, termasuk yang menyakitkan.
“Hal-hal buruk terjadi pada orang baik setiap hari. Pengalaman menyakitkan yang hampir tidak dapat kita kendalikan terkadang menghantam kita dengan keras. Memilih untuk menjalani hidup yang sadar dan jujur mengharuskan kita untuk melihat diri kita sendiri tanpa diedit dan membuat pilihan dengan informasi yang kita pelajari.” kata Dr. Warren.
Ia juga menyarankan untuk membiasakan diri bersyukur lewat hal sederhana, seperti menulis atau mengingat hal baik setiap hari. Kebiasaan ini bisa membantu seseorang lebih menghargai pengalaman hidup yang dijalani. Selain itu, cara ini juga dapat membuat seseorang lebih tenang dan tidak mudah merasa kecewa.
12. “Ini tidak adil.”
Kalimat ke-12 yang sering terdengar adalah, “Ini tidak adil.” Dalam beberapa situasi, ucapan ini bisa menjadi ciri orang baik yang terlihat membela diri, tetapi sebenarnya menunjukkan rasa tidak puas saat keinginannya tidak terpenuhi.
Sering mengucapkan kalimat ini juga bisa membuat orang lain merasa lelah karena terkesan menuntut keadaan selalu sesuai harapan. Seseorang akan lebih nyaman menjalani hidup, jika belajar melihat hal baik yang masih dimiliki saat ini, bukan hanya fokus pada hal yang belum didapat.
Bunda, itulah 12 kalimat yang sering muncul sebagai ciri orang baik yang terlihat di luar, tetapi belum tentu berasal dari ketulusan hati. Semoga Bunda bisa lebih peka dalam menilai sikap seseorang dan tetap menjaga hati agar tidak mudah tersakiti.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(rap/rap)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Kata-kata Bijak dalam Bahasa Inggris untuk Memotivasi Bunda
Mom's Life
35 Kata-Kata Rindu Ibu yang Sudah Meninggal, Sampaikan Isi Hati
Mom's Life
45 Kata-kata Bijak Bahasa Inggris dari Orang Terkenal, Bunda Relate?
Mom's Life
50 Kata-Kata Bahasa Inggris Menyentuh Hati, Cocok untuk Caption Instagram
Mom's Life
35 Kata-Kata Bijak Kecewa pada Pasangan, Semangat Move On Bun
Mom's Life
50 Kata-Kata Bijak Tentang Hubungan Kakak Adik, Ungkapan Rasa Sayang
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
Ciri-ciri Orang Iri Sama Kita, Ini 7 Kalimat yang Sering Diucapkan Mereka
12 Tanda Orang Benar-benar Berhati Baik Menurut Psikolog
Ciri-ciri Orang Sangat Egois, Sering Ucapkan 5 Kalimat Ini Menurut Psikolog