Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Ciri Orang Sangat Narsis, Sering Ucapkan 7 Kalimat Ini Menurut Psikolog Harvard

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Sabtu, 31 Jan 2026 15:20 WIB

Young woman explaining something on a video call
Ilustrasi ciri orang sangat narsis / Foto: Getty Images/Viktor Cvetkovic
Daftar Isi

Berinteraksi dengan orang narsis sering kali membuat kita merasa lelah secara emosional, meski tanpa ada konflik besar. Bukan karena pertengkaran, melainkan ucapan-ucapan kecil yang terdengar meremehkan, menusuk, dan perlahan membuat kita meragukan diri sendiri.

Tanpa disadari, pola komunikasi seperti ini bisa menjadi tanda sifat narsistik. Orang narsis cenderung merasa dirinya paling penting, sulit berempati, dan kerap mengontrol orang lain lewat kata-kata.

Dalam hubungan apapun seperti pasangan, keluarga, teman, hingga rekan kerja, hal ini dapat berdampak serius pada kesehatan mental. Lalu, seperti apa ciri orang sangat narsis dari cara bicaranya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini, Bun!

Ciri orang sangat narsis, dilihat dari ucapannya

Orang dengan sifat narsistik biasanya menempatkan dirinya sebagai pusat segalanya. Mereka merasa paling penting, paling benar, dan paling berjasa. Mengutip laman CNCB, dalam artikel Psychology and Relationship, individu dengan tingkat narsisme tinggi kerap menunjukkan pola komunikasi yang merendahkan orang lain demi mempertahankan superioritasnya.

Berikut tujuh kalimat yang sering diucapkan orang sangat narsis:

1. "Kamu harusnya bersyukur aku masih peduli."

Kalimat ini mencerminkan keyakinan bahwa dirinya sangat istimewa dan orang lain tidak akan berarti tanpa kehadirannya. Ucapan serupa seperti "kamu sebenarnya tidak pantas dapat aku" biasanya bertujuan membuat lawan bicara merasa berhutang secara emosional.

2. "Kamu itu menyedihkan."

Alih-alih memberi kritik yang membangun, orang narsis lebih memilih untuk merendahkan. Mereka sering melontarkan hinaan untuk menutupi rasa kecewa atau frustrasi terhadap orang lain.

3. "Kamu butuh aku."

Kalimat ini digunakan sebagai alat kontrol atau manipulasi. Mereka cenderung memakai ancaman halus agar orang lain tetap bertahan dalam hubungan. Bagi mereka, mengendalikan situasi terasa jauh lebih aman dibanding harus berbagi peran atau kekuasaan.

4. "Kamu salah kalau merasa seperti itu."

Perasaan orang lain dianggap tidak valid. Orang narsis sulit menerima bahwa orang lain punya emosi, sudut pandang, dan pengalaman yang berbeda dari dirinya.

5. "Semua orang itu bodoh"

Orang dengan sifat narsistik cenderung ingin terlihat lebih unggul dengan cara merendahkan orang lain. Mereka mudah melontarkan komentar negatif tentang orang lain, baik itu teman, keluarga, maupun orang yang bahkan tidak terlalu mereka kenal.

6. "Aku marah gara-gara kamu"

Kalimat ini sering muncul ketika orang dengan sifat narsistik merasa tidak nyaman atau marah. Setiap perasaan negatif yang muncul selalu dianggap sebagai akibat dari tindakan orang disekitarnya.

7. "Aku tidak punya waktu buat ini"

Kalimat terakhir yang sering dilontarkan orang narsistik adalah "aku tidak punya waktu buat ini". Mereka bisa tiba-tiba memutus komunikasi untuk menunjukkan rasa kesal atau ketidaksenangan, sambil berpura-pura terlihat baik-baik saja.

Ini cara memahami dan menghadapi orang narsis menurut psikolog Harvard

Dr. Cortney S. Warren, PhD, seorang psikolog bersertifikat yang mendapatkan pelatihan klinis di Harvard Medical School, menjelaskan bahwa orang dengan kecenderungan narsistik memiliki kesulitan besar dalam berempati dan mengakui kesalahan.

Dalam artikelnya, ia menyebut bahwa manipulasi dan kontrol adalah pola komunikasi yang paling sering digunakan oleh orang narsis. Menurut Dr. Warren, respons terbaik saat menghadapi orang narsis bukanlah membalas dengan emosi, melainkan berhenti sejenak dan tidak langsung bereaksi.

Ia juga menyarankan untuk menetapkan batasan yang jelas, misalnya dengan mengatakan bahwa kita mendengar pendapat mereka, tetapi tidak selalu harus setuju. 

Jika percakapan mulai mengarah pada hinaan atau merendahkan, penting untuk Bunda berani menjauh demi menjaga kesehatan mental. Dr. Warren menegaskan bahwa kata-kata orang narsis hanya akan memiliki kekuatan jika kita membiarkannya

Nah, itu dia Bunda, tujuh kalimat yang bisa menjadi tanda seseorang memiliki sifat sangat narsis menurut psikolog Harvard. Semoga bermanfaat

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda