moms-life
10 Tren Makanan dan Diet Sehat yang Diprediksi Makin Booming di 2026
HaiBunda
Sabtu, 31 Jan 2026 11:40 WIB
Daftar Isi
Bunda sedang diet? Mungkin bisa mencoba tren makanan dan diet sehat yang bakal booming tahun ini.
Memasuki tahun 2026, tren makanan dan pola diet sehat diprediksi mengalami pergeseran signifikan. Jika sebelumnya protein, buah, hingga suplemen penurun berat badan mendominasi perhatian publik, 2026 fokusnya akan semakin luas.
Tren diet mulai dari kesehatan pencernaan, cita rasa global, hingga pola makan yang mendukung umur panjang dan kesehatan otak. Berdasarkan analisis data pembaca dan tren industri, sejumlah pakar nutrisi dan pengamat pangan memperkirakan setidaknya ada sederet tren makanan dan diet sehat yang akan banyak ditemui di rak supermarket, kebiasaan konsumsi masyarakat, bahkan memengaruhi gaya berlibur.
Tren tersebut mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan menyeluruh, bukan sekadar soal penampilan fisik semata.
Tren makanan dan diet sehat 2026
Mengutip Eating Well, simak deretan tren makanan dan diet sehat yang diprediksi akan semakin booming di tahun 2026.
1. Serat
Protein memang masih digemari, namun sorotan kini mulai bergeser ke serat. Nutrisi ini dinilai penting untuk menjaga kesehatan usus dan pencernaan sehingga konsumsi makanan tinggi serat diperkirakan melonjak tajam di 2026.
Berdasarkan Future of Taste dari Oatly mencatat bahwa terdapat lonjakan drastis minat terhadap minuman tinggi serat. Bahkan dalam halaman artikelnya menyebutkan bahwa serat mengalami peningkatan kunjungan hingga 9.500 persen dalam kurun waktu singkat.
Whole Foods Market juga memprediksi serat akan menjadi fokus utama produk pangan baru. Meski demikian, protein tidak akan ditinggalkan. Kombinasi protein dan serat justru dianggap paling ideal karena memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus nutrisi seimbang.
2. Cita rasa global
Tren rasa internasional seperti matcha, cokelat Dubai, hingga pasta khas Turki diperkirakan tidak lagi terbatas di toko khusus. Pada 2026, cita rasa global akan semakin mudah ditemui di supermarket konvensional.
Produsen besar, seperti McCormick bahkan telah menetapkan black currant, bahan yang populer di masakan Eropa, sebagai Flavor of the Year 2026. Hal ini menunjukkan konsumen semakin terbuka terhadap eksplorasi rasa lintas budaya, termasuk untuk menu rumahan sehari-hari.
3. Makanan sehat cepat saji
Kesibukan membuat masyarakat mencari makanan yang tidak hanya sehat, tapi juga praktis. Tren 'healthy in a hurry' mencakup pemanfaatan bahan pantry dan makanan beku sebagai menu utama yang tetap bernutrisi.
Menu sarapan yang bisa disiapkan sebelumnya, seperti overnight oats, chia pudding, dan parfait bernutrisi tinggi, akan semakin digemari. Tak heran, resep overnight oats mengalami peningkatan interaksi hingga 33% dalam setahun terakhir.
4. Minuman dengan sensasi multisensorik
Tahun 2026 juga akan menjadi eranya sensory sips atau minuman yang tak sekadar menyegarkan, tapi juga memberi pengalaman tekstur dan sensasi unik. Mulai dari cold foam lembut di atas kopi dingin, jus dengan ampas alami, hingga kembalinya popularitas boba dan whipped coffee.
Selain rasa dan tekstur, sensasi internal seperti rasa hangat atau sedikit 'menggelitik' dari minuman berbahan jahe, kunyit, dan citrus juga semakin diminati.
5. Pewarna makanan alami
Penggunaan pewarna makanan alami diprediksi meningkat seiring rencana penghapusan bertahap pewarna sintetis oleh Food and Drug Administration (FDA). Banyak merek mulai menghilangkan pewarna buatan dari produk mereka.
Editor nutrisi senior EatingWell, Jessica Ball, M.S., RD, menjelaskan bahwa meski dampak jangka panjang pewarna makanan masih diteliti, makanan ultra-proses tetap perlu dikonsumsi secara moderat.
“Penggunaan pewarna alami tidak serta-merta membuat makanan ultra-proses menjadi lebih sehat,” ujarnya.
6. Skyr
Skyr merupakan produk susu fermentasi asal Islandia yang diprediksi akan naik daun. Skyr memiliki kandungan protein tinggi, tekstur kental, serta mengandung kultur hidup yang baik untuk pencernaan.
Minat terhadap yogurt dan kesehatan usus yang terus meningkat membuat skyr dianggap sebagai pilihan sarapan sehat yang praktis, terutama jika dipadukan dengan buah berry dan granola.
7. Wisata berbasis kesehatan dan kuliner
Tren makanan sehat juga merambah dunia pariwisata. Pada 2026, wisatawan diprediksi akan lebih mempertimbangkan kelas memasak, tur kebun anggur, hingga destinasi kuliner sehat saat merencanakan liburan.
Selain itu, faktor seperti jalur pejalan kaki, jalur hiking, spa, dan kualitas makanan lokal akan menjadi pertimbangan penting, khususnya bagi generasi muda yang menjadikan liburan sebagai bentuk perawatan diri.
8. Diet untuk umur panjang dan penyakit demensia
Perhatian terhadap kesehatan otak meningkat pesat, terutama di kalangan baby boomer dan Gen X. Pola makan seperti diet MIND yang kaya nutrisi pendukung fungsi otak diperkirakan semakin populer.
Jessica Ball menegaskan, pola makan sehat perlu dibarengi gaya hidup aktif. “Selain memenuhi kebutuhan nutrisi, aktivitas fisik, stimulasi otak, hubungan sosial, dan pemeriksaan kesehatan rutin juga penting untuk umur panjang,” jelasnya.
9. Produk eksklusif
Fenomena produk eksklusif dan edisi terbatas tak hanya terjadi di dunia fashion dan mainan, tapi juga merambah industri makanan. Produk musiman, blind box, dan peluncuran terbatas akan semakin sering dijumpai, memicu rasa penasaran dan FOMO di kalangan konsumen.
10. Kacang-kacangan dan legum
Kacang-kacangan dan legum diprediksi akan semakin digemari karena serbaguna, tahan lama, serta kaya nutrisi. Minat terhadap jenis seperti cannellini beans dan butter beans meningkat tajam dalam setahun terakhir.
Legum dapat diolah menjadi berbagai menu, mulai dari smoothie sarapan, salad makan siang, hingga hidangan utama malam hari yang mengenyangkan dan menyehatkan.
Dengan semakin tingginya kesadaran akan kesehatan jangka panjang, tren makanan dan diet sehat di 2026 mungkin bisa Bunda coba terapkan.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(som/som)ARTIKEL TERKAIT
Mom's Life
Sudah Diet dan Olahraga Kok Badan Malah Tambah Gemuk, Kenapa?
Mom's Life
Kenali Lima Jenis Diet Sesuai Kepribadian, Bunda yang Mana?
Mom's Life
2 Tips Pangkas Bobot Tubuh, Lakukan di Pagi Hari Bun
Mom's Life
Wanita Ini Sukses Diet hingga Turun 20 Kg, Ternyata Ini Rahasianya
Mom's Life
Shirataki Vs Nasi Putih, Mana yang Lebih Sehat?
5 Foto
Mom's Life
5 Potret Terbaru Kahiyang Ayu Setelah Sukses Diet Sehat hingga BB Turun 30 Kg
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
10 Sarapan Pagi untuk Diet yang Simpel dan Bergizi, Bantu Turunkan Berat Badan
Mau Makan Banyak tapi Berat Badan Turun? Ini Pilihan Dietnya Menurut Studi
Ternyata Diet Ketat Tak Seefektif Turunkan BB Jangka Panjang, Ini Kata Studi