Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

Kisah WNI Berhijab Jadi Tentara Amerika, Ibunda Ungkap Dukungan untuk Sang Putri

Annisa Karnesyia   |   HaiBunda

Jumat, 23 Jan 2026 17:40 WIB

Kezia Syifa
Kisah WNI Berhijab Jadi Tentara Amerika, Ibunda Ungkap Dukungan untuk Sang Putri / Foto: Dokumentasi Pribadi Kezia Syifa
Jakarta -

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berhijab mencuri perhatian publik karena kisahnya bergabung dengan tentara Amerika Serikat (AS). Dia adalah Kezia Syifa. Perempuan asal Tangerang, Banten, ini memutuskan untuk menjadi tentara di Negeri Paman Sam di usia 19 tahun.

Belum lama ini, kisah Kezia menjadi tentara AS dibagikan oleh sang Bunda, Safitri, di akun Instagram @bunda_kesida. Safitri mem-posting video saat mengantarkan putrinya itu memulai pendidikan dan pelatihan.

Kisah WNI jadi tentara di Amerika Serikat

Kezia bergabung menjadi tentara AS melalui pendaftaran resmi dan menjalani serangkaian proses yang panjang. Sebelumnya, ia telah menempuh pendidikan formal di AS.

"Sebelum bergabung, anak menempuh pendidikan formal di Amerika Serikat seperti anak seusianya pada umumnya," ungkap Safitri kepada HaiBunda, Kamis (22/1/26).

"Prosesnya (menjadi tentara) dimulai dari pendaftaran resmi, dilanjutkan dengan seleksi administrasi, kesehatan, dan kebugaran fisik. Setelah itu anak mengikuti tahapan pendidikan dan pelatihan sesuai ketentuan yang berlaku. Prosesnya cukup panjang dan menantang karena menuntut disiplin, ketahanan fisik, dan mental. Semua dijalani secara bertahap," sambungnya.

Safitri mengatakan bahwa putrinya saat ini masih berada di tahap awal pendidikan dan penugasan. Secara umum, tanggung jawabnya kini berkaitan dengan pelatihan, kedisiplinan, dan kesiapan sesuai arahan institusi.

Untuk detail teknis, ia tidak dapat menyampaikannya ke publik. Begitu pun dengan sistem penghasilan selama menempuh pelatihan.

"Secara umum, sistem penghasilan tentara di Amerika Serikat sudah diatur dengan jelas dan mencakup kebutuhan dasar. Namun bagi kami, yang utama bukan soal materi, melainkan proses pembentukan karakter dan masa depan anak," katanya.

WNI Jadi Tentara di ASWNI Jadi Tentara di AS/ Foto: Instagram @bunda_kesidaa

Dukungan ibunda untuk Kezia

Sebagai orang tua, Safitri mendukung pilihan putrinya untuk menjadi tentara di Amerika Serikat. Meski khawatir, ia percaya anaknya dapat bekerja dengan baik dan profesional.

"Sebagai orang tua tentu ada rasa kaget dan khawatir, namun setelah berdiskusi dan melihat kesungguhannya, kami memilih untuk mendukung dengan doa dan arahan," ujar perempuan 42 tahun ini.

"Kekhawatiran terbesar tentu soal kesehatan dan keselamatan. Namun, kami percaya anak berada dalam sistem yang teratur dan profesional."

Safitri mengatakan bahwa putrinya memutuskan untuk mendaftar jadi tentara lantaran tertarik pada kedisiplinan, tantangan, dan pengembangan diri. Sejak kecil, Kezia sendiri sudah dibiasakan untuk mandiri, bertanggung jawab, hingga memiliki empati. Sang Bunda juga selalu mengajarkan anaknya untuk menjaga nilai-nilai budaya Indonesia meski tinggal di luar negeri.

"Sejak kecil kami membiasakan anak untuk mandiri, bertanggung jawab, dan percaya diri, sambil tetap menanamkan nilai sopan santun dan empati," ujarnya.

"Di keluarga, kami tetap menanamkan nilai-nilai Indonesia seperti sopan santun, menghormati orang tua, rendah hati, dan menjaga etika dalam pergaulan. Nilai-nilai itu masih dipegang anak hingga sekarang."

Kisah Kezia menjadi tentara AS menuai sorotan. Bukan hanya karena dia seorang perempuan, tapi juga mengenakan hijab. Menurut sang Bunda, tidak ada diskriminasi diterima sang putri selama menjalani pendidikan dan pelatihan di sana.

"Sejauh ini, anak menjalani lingkungan yang profesional dan menghargai keberagaman. Ia belajar beradaptasi dan saling menghormati dengan rekan-rekannya," ungkap Safitri.

Unggahan ibunda Kezia yang mengantarkan anaknya pendidikan tentara di AS viral di media sosial. Pro dan kontra muncul dari netizen Tanah Air.

Lantas, bagaimana keluarga menanggapi kritikan atau cibiran netizen terkait pilihan Kezia menjadi tentara di AS?

"Kami menghargai setiap pendapat, namun memilih untuk tidak terpancing. Fokus kami adalah mendukung anak dan menjaga hal-hal yang positif," kata Safitri.

Demikian kisah Kezia Syifa, WNI berhijab yang memutuskan jadi tentara di AS.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(ank/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda