Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

10 Kebiasaan Tanda Orang yang Pura-pura Bahagia padahal Sebenarnya Menderita

Azhar Hanifah   |   HaiBunda

Minggu, 18 Jan 2026 13:30 WIB

Two young women sharing laughter and engaging in a lively conversation while sipping coffee together at a bright, modern cafe
Ilustrasi kebiasaan tanda orang yang pura-pura bahagia padahal sebenarnya menderita / Foto: Getty Images/LordHenriVoton
Daftar Isi

Tidak sedikit orang yang terlihat selalu tersenyum, ceria, dan tampak baik-baik saja di hadapan orang lain. Namun, dibalik wajah bahagia tersebut, bisa saja tersimpan luka emosional yang tidak pernah diungkapkan. Banyak orang memilih menyembunyikan perasaan sedih, kecewa, atau tertekan karena takut dianggap lemah.

Padahal, menurut berbagai penelitian, kesepian dan tekanan emosional yang dipendam terlalu lama dapat berdampak serius pada kesehatan mental maupun fisik. World Health Organization (WHO) juga menyebutkan bahwa masalah kesehatan mental dapat menghambat kualitas hidup seseorang, mulai dari pekerjaan hingga hubungan sosial.

Lantas bagaimana cara mengenali tanda-tanda seseorang yang sebenarnya sedang menderita, tetapi pura-pura bahagia? Yuk, kenali tanda-tandanya dengan membaca artikel di bawah ini, Bun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


10 Kebiasaan tanda orang yang pura-pura bahagia

Melansir dari laman Your Tango, berikut ini 10 tanda-tanda orang yang pura-pura bahagia namun sebenarnya menderita.

1. Menghindari percakapan yang terlalu mendalam

Salah satu tanda kebiasaan orang yang pura-pura bahagia adalah menghindari obrolan serius atau pembicaraan yang menyentuh perasaan. Orang yang pura-pura bahagia merasa tidak nyaman jika harus membahas perasaan terdalamnya karena bisa membuka luka yang selama ini ditutupi.

Sehingga mereka cenderung mengalihkan topik, bercanda, atau tertawa ketika ditanya soal kehidupan pribadi.

2. Menjauh dengan alasan selalu sibuk

Sering menolak ajakan bertemu dengan alasan pekerjaan atau jadwal yang padat. Sesekali sibuk adalah hal wajar, tetapi jika berlangsung terus-menerus, bisa jadi itu cara mereka mengisolasi diri.

3. Terlihat terlalu ceria secara berlebihan

Orang yang selalu tampak super positif, bahkan dalam situasi sulit, bisa jadi sedang menutupi kesedihan. Sikap ceria yang terkesan dipaksakan sering digunakan sebagai "topeng" agar orang lain tidak curiga.

4. Sering merendahkan diri dengan dalih bercanda

Ucapan seperti "aku memang tidak bisa apa-apa" yang dibungkus dengan tawa sering dianggap lelucon. Padahal, ini bisa mencerminkan rasa tidak aman dan rendah diri. Menurut penelitian, kebiasaan merendahkan diri berhubungan dengan menurunnya kesejahteraan psikologis seseorang.

5. Tidak menunjukkan perasaan emosi

Orang yang pura-pura bahagia cenderung terlihat datar secara emosional. Baik saat mendapat kabar buruk maupun menyedihkan, reaksinya tetap sama dan selalu berkata, “Aku tidak apa-apa.” Padahal, mengekspresikan emosi adalah bagian penting dari kesehatan mental.

6. Terus menyibukkan diri tanpa henti

Selalu bekerja, mengisi jadwal penuh, dan jarang memberi waktu istirahat untuk diri sendiri bisa menjadi tanda pelarian dari perasaan tidak bahagia. Orang yang tidak ingin menghadapi emosinya sering menjadikan kesibukan sebagai bentuk distraksi.

7. Sering mengeluh tidak enak badan

Keluhan fisik seperti sakit kepala, nyeri punggung, atau gangguan pencernaan yang muncul tanpa sebab medis jelas patut diwaspadai. Studi menunjukkan bahwa depresi kerap muncul dalam bentuk keluhan fisik, terutama jika emosi terpendam terlalu lama.

8. Energi yang naik turun drastis

Hari ini terlihat sangat bersemangat, keesokan harinya justru sangat lelah dan tidak berdaya. Perubahan energi yang ekstrem sering dialami oleh orang yang sedang berjuang secara mental. 

9. Pola makan tidak teratur

Sering melewatkan makan atau justru makan berlebihan bisa menjadi sinyal adanya masalah emosional. Perubahaan nafsu makan merupakan gejala umum pada orang yang mengalami tekanan batin atau depresi

10. Mengalami gangguan tidur

Sulit tidur, sering terbangun, atau justru tidur terlalu lama juga bisa menjadi tanda seseorang sedang tidak baik-baik saja. Masalah tidur kerap berkaitan erat dengan kondisi stres dan kesehatan mental yang terganggu.

Jika Bunda melihat tanda-tanda ini pada orang terdekat, jangan ragu untuk tetap menemani dan menawarkan bantuan dengan penuh empati. Semoga bermanfaat.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda