Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

5 Kebiasaan 'Sopan' yang Dibenci HRD

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 19 Jan 2026 20:30 WIB

Ilustrasi interview
Ilustrasi 5 Kebiasaan 'Sopan' yang Dibenci HRD/Foto: Getty Images/iStockphoto/Tzido
Daftar Isi
Jakarta -

Bunda, sopan santun memang bisa membuka banyak peluang karier. Namun, tanpa disadari, ada sejumlah kebiasaan yang mungkin terlihat ‘sopan’ justru dibenci atau kurang disukai HRD dan berpotensi menjadi kesalahan saat wawancara kerja.

Wajar jika proses wawancara terasa menegangkan, baik bagi yang baru memulai karier, ingin berpindah bidang, maupun melamar posisi yang dirasa sangat sesuai.

Padahal, momen ini adalah kesempatan penting untuk meninggalkan kesan positif karena satu langah keliru bisa membuat peluang kerja tersebut hilang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


5 Kebiasaan ‘sopan’ yang dibenci HRD

Berikut beberapa kebiasaan ‘sopan’ yang sebaiknya Bunda hindari agar tidak kehilangan peluang dapat pekerjaan:

1. Persiapan yang berlebihan

Dilansir dari laman Reader Digest, persiapan itu memang penting, hal ini menunjukkan etos kerja dan komitmen Bunda untuk mendapatkan pekerjaan tersebut.

Namun, bisa jadi Bunda terlalu siap sehingga jawaban terdengar mekanis dan hambar. Hal ini secara efektif menghilangkan kepribadian diri sendiri dari proses tersebut, yang merupakan hal terakhir yang diinginkan oleh pemberi kerja.

Misalnya, membiasakan diri dengan situs web perusahaan sangat penting, tetapi menghafal teksnya kata demi kata akan menunjukkan bahwa Bunda hebat dalam menghafal, tetapi mungkin tidak begitu terampil dalam berbicara secara spontan.

Jika terlalu bergantung pada apa yang ingin didengar, mungkin Bunda mengabaikan aspek-aspek penting dari kebutuhan dan kepribadian sendiri dalam prosesnya.

2. Terlalu sering bilang ‘Maaf’

Sering kali menyampaikan ‘Maaf’ bisa memberikan kesan kurang percaya diri. Dilansir dari laman CNBC Indonesia, dalam wawancara kerja, Bunda mungkin merasa harus selalu meminta maaf setiap kali mengungkapkan pendapat atau kesalahan.

Padahal, HRD justru mencari orang yang mampu berdiri teguh dengan pendapatnya dan tidak terlalu ragu menyampaikan hal itu.

Daripada mengatakan ‘Maaf’ berulang kali, lebih baik Bunda menunjukkan rasa percaya diri dan kesanggupan dalam menjelaskan pendapat atau keputusan yang dibuat. Tentu saja, jika memang salah, boleh mengucapkan maaf dengan tulus.

3. Berbicara tentang ‘Kita’ alih-alih ‘Saya’

Membicarakan diri sendiri bisa jadi sulit, dan menyoroti pencapaian Bunda mungkin terasa seperti membual.

Namun, penting bagi HRD untuk mengetahui kontribusi langsung Bunda kepada perusahaan saat ini atau sebelumnya.

Ketika diminta untuk menjelaskan pencapaian atau kekuatan terbesar mereka, beberapa kandidat menjelaskan apa yang telah dicapai tim penjualannya, yang membuat HRD sulit memahami peran kandidat dan keterampilan, perspektif, serta atribut apa yang mereka sumbangkan.

HRD mungkin bisa menyimpulkan bahwa mereka tidak memberikan kontribusi yang berarti dan seharusnya merekrut orang lain dalam tim tersebut.

4. Terlalu banyak memberi pujian

Memberikan pujian mungkin cara yang baik untuk menunjukkan sopan santun. Namun, jika dilakukan secara berlebihan, HRD juga merasa tidak nyaman, Bunda.

Oleh karena itu, disarankan untuk lebih fokus pada percakapan yang lebih natural dan relevan. Pujian dapat disampaikan, tetapi pastikan itu sesuai dengan konteks dan tidak terkesan berlebihan atau tidak tulus.

5. Selalu menunggu persetujuan untuk segala hal

Orang dengan kebiasaan ini mungkin mengira menjadi langkah terbaik untuk berhati-hati atau bersikap sopan. Namun, HRD justru lebih menyukai orang yang bisa mengambil inisiatif, memberikan pendapat dengan jelas, dan menunjukkan pemikiran matang.

Bunda tidak perlu menunggu persetujuan untuk setiap langkah. Tunjukkan saja bahwa Bunda bisa membuat keputusan dan memiliki sikap yang tegas.

Nah, itulah beberapa kebiasaan ‘sopan’ yang ternyata dibenci oleh HRD. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda