Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Kebiasaan yang Membuat Seseorang Kurang Menarik, Ada yang Terbentuk Sejak Kecil

Natasha Ardiah   |   HaiBunda

Kamis, 15 Jan 2026 13:40 WIB

A crazed business woman
Ilustrasi kebiasaan yang membuat seseorang kurang menarik / Foto: Getty Images/iStockphoto/chinaview
Daftar Isi

Setiap anak tumbuh dengan pengalaman yang berbeda, termasuk dalam hal perhatian dan penerimaan dari lingkungan sekitarnya. Tanpa disadari, pengalaman masa kecil ini bisa membentuk kebiasaan menjadi orang yang kurang menarik hingga dewasa.

Berdasarkan laporan Farai Chideya yang dilansir dari laman NPR tentang Study: Unattractive Children Get Less Parental Attention, mengungkap fakta yang cukup mengejutkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak yang kurang menarik cenderung mendapatkan perhatian orang tua yang lebih sedikit. Temuan ini mengungkap kebiasaan orang kurang menarik sejak kecil dalam hal menerima respons dan perhatian yang berbeda dari lingkungan keluarga.

Dalam laporan tersebut dijelaskan bahwa orang tua cenderung lebih responsif dan protektif kepada anak yang dianggap lebih menarik. Perbedaan perlakuan ini berpotensi membentuk kebiasaan menjadi orang kurang menarik dalam bersikap, berkomunikasi, dan memandang diri sendiri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kurangnya perhatian sejak kecil bisa berdampak pada kepercayaan diri dan kemampuan sosial anak di kemudian hari. Dari sinilah kebiasaan orang kurang menarik dapat muncul, bukan karena bawaan lahir, melainkan hasil dari pola asuh dan lingkungan sejak usia dini.

7 Kebiasaan orang kurang menarik sejak kecil

Bunda perlu tahu bahwa pola awal perhatian dari orang tua dapat membentuk perkembangan sosial anak hingga dewasa nanti. Melalui rangkuman yang dilansir dari laman Times of India dan YourTango, Bubun akan membahas 7 kebiasaan orang kurang menarik dan patut Bunda simak.

1. Sering berbicara negatif pada diri sendiri

Kebiasaan berbicara negatif pada diri sendiri, baik tentang penampilan, kemampuan, maupun pilihan hidup, termasuk kebiasaan orang kurang menarik yang kerap terbentuk sejak kecil. Pola ini perlahan mengikis rasa percaya diri, padahal kepercayaan diri adalah hal penting yang membuat seseorang terlihat lebih menarik.

Jika dibiarkan, kebiasaan ini membuat seseorang sulit melihat potensi dan kelebihan yang dimilikinya. Mengganti kritik diri dengan kalimat yang lebih positif dapat membantu memutus kebiasaan ini dan menumbuhkan sikap positif terhadap diri sendiri.

2. Pendengar yang buruk

Kebiasaan sering memotong pembicaraan atau tidak benar-benar mendengarkan saat orang lain berbicara termasuk kebiasaan orang kurang menarik yang kerap terbentuk sejak kecil. Sikap ini membuat lawan bicara merasa tidak dihargai dan enggan melanjutkan komunikasi.

Sebaliknya, kemampuan mendengarkan secara aktif dapat dilatih dengan memberi perhatian penuh, mengajukan pertanyaan, dan menunjukkan ketertarikan yang tulus. Perubahan sederhana ini membantu anak maupun orang dewasa membangun hubungan sosial yang lebih hangat dan saling menghargai.

3. Terlalu sering mengeluh

Mengeluh sesekali adalah hal yang wajar, tetapi kebiasaan mengeluh terus-menerus dapat membuat suasana menjadi tidak nyaman bagi orang sekitar. Sikap yang selalu menyoroti sisi negatif ini kerap termasuk kebiasaan orang kurang menarik karena membuat orang lain enggan berlama-lama berinteraksi.

Sebagai Bunda, penting mengajarkan anak untuk melihat sisi positif dari setiap situasi, bukan hanya kekurangannya saja. Dengan membiasakan pola pikir yang lebih optimis sejak kecil, kebiasaan orang kurang menarik seperti terlalu sering mengeluh dapat perlahan dihindari.

4. Terlalu sering menggunakan teknologi

Kebiasaan terlalu sering menggunakan gawai saat berada di tengah orang lain bisa membuat seseorang terkesan tidak peduli dengan sekitar. Tanpa disadari, hal ini menjadi salah satu kebiasaan orang kurang menarik karena lawan bicara merasa diabaikan.

Bunda perlu memahami bahwa kehadiran penuh dalam sebuah interaksi jauh lebih berharga daripada sibuk menatap layar. Membatasi penggunaan teknologi dan lebih fokus berkomunikasi dapat memberi dampak besar pada kesan diri serta hubungan sosial sejak usia dini.

5. Suka menghakimi orang lain

Sikap terlalu kritis atau gemar menghakimi orang lain kerap menjadi kebiasaan orang kurang menarik yang terbentuk sejak kecil. Tidak ada manusia yang sempurna, dan menunjuk kekurangan orang lain justru membuat hubungan sosial terasa tidak nyaman.

Kebiasaan ini bisa perlahan diubah dengan belajar berempati dan memahami sudut pandang orang lain. Ketika seseorang mampu bersikap lebih bijak dan penuh pengertian, ia akan terlihat lebih hangat, disukai, dan mudah diterima oleh lingkungan sekitar.

6. Kurang tidur

Kebiasaan ke-enam adalah kurang tidur sering dianggap sepele, padahal kebiasaan begadang dapat memengaruhi penampilan dan kesan pertama seseorang. Tanpa disadari, kondisi ini menjadi salah satu kebiasaan menjadi orang kurang menarik yang terbentuk sejak usia muda.

Pada tahun 2010,  penelitian dari John Axelsson, dkk tentang Beauty sleep: experimental study on the perceived health and attractiveness of sleep deprived people menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur dinilai kurang menarik, terlihat tidak sehat, dan tampak lebih sedih. Temuan ini menegaskan bahwa kurang tidur bukan hanya berdampak pada tubuh, tetapi juga memperkuat kebiasaan menjadi orang yang kurang menarik di mata orang lain.

7. Tidak memiliki selera humor

Orang yang tidak memiliki selera humor kerap dianggap kurang menyenangkan untuk diajak berinteraksi. Hal ini sejalan dengan penelitian tahun 2010 dari Universitas Kansas tentang Laughter, then love: Study explores why humor is important in romantic attraction yang menunjukkan bahwa kemampuan menghargai humor merupakan daya tarik, sehingga sikap terlalu serius bisa menjadi hal yang membuat orang kurang menarik sejak kecil.

Padahal, Bunda, seseorang tidak harus selalu melucu untuk terlihat menyenangkan di mata orang lain. Cukup dengan mampu tersenyum, menertawakan hidup, dan menikmati momen ringan sudah membuat seseorang lebih hangat, mudah didekati dalam pergaulan.

Tujuh poin di atas menunjukkan bahwa kebiasaan orang kurang menarik sering kali terbentuk sejak kecil melalui pola sikap dan lingkungan sehari-hari. Dengan menyadarinya lebih dini, Bunda dapat mengambil pelajaran penting sekaligus membimbing diri sendiri maupun anak agar tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan menyenangkan.

Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!

(som/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda