Terpopuler
Aktifkan notifikasi untuk dapat info terkini, Bun!
Bunda dapat menonaktifkan kapanpun melalui pengaturan browser.
Nanti saja
Aktifkan

moms-life

7 Kata-kata yang Sering Diucapkan Orang Kelas Menengah agar Terlihat Kaya Raya

Amira Salsabila   |   HaiBunda

Senin, 12 Jan 2026 14:00 WIB

Ilustrasi perempuan belanja
Ilustrasi 7 Kata-kata yang Sering Diucapkan Orang Kelas Menengah agar Terlihat Kaya Raya/Foto: Getty Images/kokouu
Daftar Isi
Jakarta -

Sebagian orang mungkin mengira bahwa tampil kaya raya dapat menjadi pusat perhatian di lingkungan sekitarnya. Tak jarang, mereka dari kelas menengah pun sengaja melontarkan kata-kata tertentu agar terkesan hidup dengan bergelimang harta, Bunda.

Posisi kelas menengah sebenarnya cukup menarik. Mereka telah bekerja keras untuk berada di titik ini. Namun, tak jarang muncul rasa tidak nyaman yang membuat sebagian orang merasa perlu membuktikan sesuatu.

Dari situlah, berbagai ungkapan muncul demi terlihat lebih mapan dari orang lain. Untuk mengenalinya, ada sejumlah kata-kata yang dapat Bunda perhatikan ketika melakukan percakapan dengan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Kali ini, Bubun juga akan membagikan beberapa kalimat yang kerap diucapkan, tetapi tanpa disadari justru dapat mengurangi kredibilitas dirinya sendiri.

7 Kata-kata yang sering diucapkan orang kelas menengah agar terlihat kaya raya

Berikut tujuh kata-kata yang sering digunakan orang kelas menengah untuk meningkatkan citra status keuangan mereka:

1. “Orang kepercayaan saya mengurus semua itu”

Dilansir dari laman Vegoutmag, mungkin kalimat ini sangat klasik. Contohnya, seseorang bertanya tentang pengurangan pajak atau perencanaan keuangan, dan keluarlah kalimat ini dengan terlalu banyak penekanan pada “Orang kepercayaan”.

Orang yang benar-benar kaya tentu tidak akan melakukan itu. Mereka lebih memilih dengan jawaban, “Saya harus mengeceknya dahulu."

2. “Kami sedang melihat properti di (daerah mahal)”

Pakar menyebut bahwa orang-orang yang benar ingin membeli properti mahal, akan merahasiakannya sampai transaksi selesai.

Orang kelas menengah kerap menghabiskan waktu dengan berkeliling rumah yang dijual di lingkungan yang tidak mampu mereka beli. Lalu, mereka akan menceritakan hal itu ke semua orang.

Melihat-lihat properti tanpa tujuan memang bukan kejahatan, tetapi menampilkannya seolah-olah akan segera dibeli, itu termasuk kebohongan publik, dan sebaiknya perlu dihindari, ya, Bunda.

3. “Uang bukan masalah bagi kami”

Uang menjadi kekhawatiran bagi hampir semua orang. Ungkapan ini biasanya muncul ketika seseorang mencoba membenarkan pembelian atau keputusan yang sebenarnya membuat mereka stres.

Orang yang benar-benar mapan secara finansial, akan secara terbuka membahas anggaran, nilai, dan apakah sesuatu sepadan dengan harganya, Bunda.

Mereka nyaman mengakui uang sebagai faktor karena mereka tidak mencoba membuktikan apa pun.

4. “Penasihat keuangan kami menyarankan…”

Memiliki penasihat keuangan bukan indikator kekayaan seperti yang dipikirkan orang. Banyak bank menawarkan konsultasi gratis, dan banyak orang berpenghasilan menengah juga memiliki penasihat sendiri.

Ciri khasnya yang membedakan maksud kalimat ini adalah kebutuhan untuk menyebarluaskan. Ketika setiap cerita investasi dimulai dengan kata tersebut, biasanya itu adalah orang yang mencoba menjauhkan diri dari keputusan keuangan mereka sendiri.

Ungkapan ini mereka sampaikan sambil menyiratkan bahwa mereka memiliki kekayaan yang kompleks untuk dikelola.

5. “Kami hanya naik pesawat dengan kelas bisnis”

Seorang analisis mengungkap bahwa pernah melihat orang terkaya naik pesawat kelas ekonomi dan meningkatkan kelas dengan poin, jika memungkinkan.

Namun, orang yang tenggelam dalam utang kartu kredit, bersikeras memesan kelas bisnis karena alasan citra gaya hidupnya.

6. “Ini bukan soal uang, tapi prinsip”

Ungkapan ini hampir selalu berarti bahwa ini pasti tentang uang. Sebagian orang kelas menengah mungkin merasa bahwa mengakui sesuatu terlalu mahal terasa seperti kegagalan.

Jadi, sebagai gantinya, mereka menciptakan prinsip-prinsip rumit untuk membenarkan mengapa tidak membeli sesuatu.

Namun, jika ungkapan ini muncul dalam diskusi tentang tagihan restoran, biaya layanan, atau pembagian biaya, biasanya merupakan kecemasan finansial yang disamarkan sebagai filsafat moral.

7. “Kami sedang mempertimbangkan rumah kedua”

Kata “Mempertimbangkan” di sini memiliki makna yang sangat mendalam. Namun, pertimbangan itu sepertinya tidak pernah berkembang.

Mereka yang benar-benar membeli rumah kedua, biasanya menyebutkan setelah kejadian. Biasanya juga mereka akan bekerja jarak jauh selama seminggu. Fase pertimbangan, jika memang ada, bukanlah pertunjukan publik.

Demikian kata-kata yang sering diucapkan orang kelas menengah agar terlihat kaya yang dapat Bunda kenali. Semoga bermanfaat, ya, Bunda.

Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar dan klik di SINI. Gratis!

(asa/som)

TOPIK TERKAIT

HIGHLIGHT

Temukan lebih banyak tentang
Fase Bunda