moms-life
Mengenal Lotus Birth, Metode Persalinan Tanpa Memotong Tali Pusat
HaiBunda
Jumat, 09 Jan 2026 09:50 WIB
Daftar Isi
Bunda pernah mendengar metode melahirkan Lotus Birth? Metode ini banyak dilakukan oleh beberapa artis Tanah Air, seperti Andien Aisyah, Sharena Delon, dan Natalie Margareth.
Lantas, bagaimana proses persalinan dengan Lotus Birth? Apa manfaat dan risikonya untuk bayi baru lahir? Simak penjelasan dari pakar berikut ini, Bunda!
Apa itu Lotus Birth?
Dilansir What to Expect, Lotus Birth dikenal juga dengan istilah nonseverance umbilical, yakni praktik menjaga tali pusat dan plasenta tetap utuh setelah bayi lahir. Dalam Lotus Birth, tali pusat dibiarkan lepas secara alami dari bayi, alih-alih memotongnya segera atau setelah dilahirkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemisahan alami ini biasanya terjadi tiga hingga 10 hari setelah bayi lahir. Tetapi dalam beberapa kasus bisa memakan waktu hingga 15 hari. Sampai saat itu, tali pusat dan plasenta tetap menempel pada bayi," kata dokter spesialis kebidanan dan ginekologi, Dr. James Greenberg.
Tidak adanya intervensi medis dalam metode persalinan ini telah menarik minat banyak orang yang menyukai 'persalinan pervaginam'. Mereka percaya bahwa metode ini dianggap 'lembut' dan bermanfaat bagi bayi.
"Persalinan lotus bukanlah praktik umum, dan data mengenai seberapa sering praktik ini dilakukan sulit untuk didapatkan. Namun, beberapa penelitian menunjukkan bahwa praktik ini tampaknya semakin populer," ungkap Greenberg.
Pada Lotus Birth, plasenta yang dibiarkan tetap utuh biasanya akan dicuci dengan bahan herbal agar cepat kering dan tidak berbau. Sebagian orang mungkin memasukkan plasenta ke dalam kantong atau membungkusnya dengan selimut atau handuk agar menyerap kelembapan. Pada akhirnya, tali pusat dan plasenta yang dibiarkan ini akan mengering dan lepas.
Beda Lotus Birth dengan penundaan penjepitan tali pusat
Penjepitan tali pusat yang tertunda sangat berbeda dengan Lotus Birth. Pada penjepitan tali pusat tertunda, tali pusat dan plasenta dipotong 30 hingga 60 detik setelah persalinan, bukan 15 hingga 20 detik seperti biasanya. Sedangkan dalam Lotus Birth, tali pusat dan plasenta dibiarkan lepas sendiri secara alami.
Penundaan pengikatan tali pusat memiliki keuntungan ilmiah yang jelas bagi bayi, terutama bayi prematur, dan tidak menimbulkan risiko bagi ibu. Penelitian menunjukkan bahwa tindakan tersebut dapat membantu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan sirkulasi darah bayi serta meningkatkan kadar zat besi, serta membantu mencegah anemia dan infeksi usus pada tahun pertama kehidupan bayi.
American College of Obstetrics and Gynecology (ACOG), American Academy of Pediatrics (AAP), dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan metode penundaan pengikatan tali pusat karena manfaat-manfaat tersebut.
Di satu sisi, manfaat dari Lotus Birth masih belum didukung oleh bukti yang cukup. Praktik ini bahkan tidak direkomendasikan oleh beberapa organisasi medis. Sebagian besar ahli medis mengatakan bahwa membiarkan tali pusat dan plasenta terpisah secara alami bisa membuat bayi baru lahir berisiko terkena infeksi serius.
"Meskipun banyak penelitian yang mendukung praktik penundaan pengikatan tali pusat, penelitian tentang manfaat Lotus Birth masih terbatas pada studi kasus kecil. Karena tidak ada penelitian yang solid ini, tidak jelas apakah praktik ini benar-benar bermanfaat," ungkap dokter anak, Dr. Karen Gill, dikutip dari Healthline.
Manfaat Lotus Birth
Para pendukung Lotus Birth mengatakan bahwa praktik ini memungkinkan transfer darah secara lengkap dari tali pusat dan plasenta ke bayi. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang mendukung klaim tersebut, Bunda.
Orang tua yang memilih persalinan lotus juga mengatakan bahwa membiarkan tali pusat dan plasenta tetap utuh sama saja mendukung persalinan yang lebih alami, dan bayi yang lahir dengan metode ini cenderung lebih tenang dan damai.
Risiko Lotus Birth
Penelitian tentang Lotus Birth masih terbatas, sehingga belum jelas apakah praktik ini aman. Selain itu, penelitian yang ada juga belum cukup untuk menjelaskan secara tepat bagaimana menangani plasenta yang masih menempel dan menghindari risiko saat menunggu plasenta terlepas.
Setelah keluar dari rahim, aliran darah ke plasenta berhenti. Pada titik ini, plasenta menjadi jaringan mati yang rentan terhadap infeksi. Nah, karena masih menempel pada bayi, maka plasenta yang terinfeksi juga dapat menginfeksi bayi.
Selain itu, bayi juga berisiko mengalami cedera akibat tali pusat yang secara tidak sengaja terlepas dari tubuhnya. Ini dikenal sebagai avulsi tali pusar.
Satu studi kasus yang diterbitkan di jurnal Pediatrics and Neonatology tahun 2017 mengaitkan Lotus Birth dengan hepatitis pada bayi. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami potensi hubungannya.
"Dengan kata lain, persalinan lotus telah terbukti menimbulkan risiko yang mengancam jiwa bayi baru lahir, dan klaim seputar manfaatnya belum terbukti," kata Greenberg.
Jika ingin melakukan Lotus Birth, Bunda direkomendasikan untuk berkonsultasi dulu ke dokter. Pastikan Bunda sudah mendapatkan informasi lengkap terkait metode ini untuk menghindari dampak buruk pada bayi baru lahir.
Demikian serba-serbi tentang metode Lotus Birth pada persalinan, beserta manfaat dan risikonya. Semoga informasi ini bermanfaat, Bunda.
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(asa/som)TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
HIGHLIGHT
HAIBUNDA STORIES
REKOMENDASI PRODUK
INFOGRAFIS
KOMIK BUNDA
FOTO
Fase Bunda
9 Jenis Kelas Persiapan Persalinan yang Bisa Diikuti Ibu Hamil
Persalinan Water Birth seperti Nikita Willy Tak Direkomendasikan di Indonesia, Ini Alasannya...
Nikita Willy Gunakan Ramuan Tradisional Param dan Pilis Usai Melahirkan, Apa Manfaatnya?